Cinta Yang Tak Usai

cinta kami seperti perih
pada sepotong rendang dan tari pendet
di bilik tetangga,
sedang di rumah beribu karya
lusuh tanpa harga

cinta kami seperti tangis
pada anak bangsa yang mengais sisa
di tumpukan sampah
menyimpan derita dalam dinding kardus
terbenam diantara gedung

cinta kami seperti kucing
bagi para tikus yang mencabik merah putih usang
diujung tiang lapuk
berkerumun menggigit tanpa paras dosa.

itu cinta
yang membuat kami
memadati jalan berdebu.
beronggok dalam baris panjang berpeluh,
mengusung sepenggal doa
yang tak pernah usai
untuk Indonesia

——————————-

puisi ( jika layak disebut puisi 🙂 ) di ikutkan dalam Gelar Puisi Aku Cinta Indonesia, acaranya PakDe Cholik..

Iklan

47 responses to “Cinta Yang Tak Usai

  1. cinta kami adalah kucing…

    mmm,, gimana ya klo banyak kucing pada baris di jalanan berdebu untuk menyuarakan aspirasi demi sepotong negri bernama INDONESIA?

    nah lho…sepertinya tdk bisa disamakan dengan kucing?!

    smg sukses ikut gelar puisinya ^^

  2. korlap ny tom.bukan jerry..
    iya..emg puisi nya biasa aja sesuai dengan apresiasi yg penulis inginkan.tp yg dahsyat itu adalah 1 hal yang jadi kunci dalam tulisan ini. tidak biasa.


    • oh iya, Tom.. maklum sudah lama tidak lagi mendiskusikan itu, jadi agak sedikit bingung membedakan antara Tom atau Jeryy..

      tidak biasa??
      ya.. ya.. jarang orang mau menyebut ini sebagai puisi..

  3. tidak perlu menunggu sebutan orang,mas..
    langsung saja namakan ia puisi klo memang mas yakin ini puisi. klo yg punya aja ragu ini apa,lah piye toh..
    hoho..
    semoga semakin banyak orang yang baca karya ini,dan menginspirasi. semoga sampai ke presiden,para menteri,wakil rakyat,yang baik,yg jahat..dan generasi masa depan..

    • iya.. uda tau Palembang itu kota.. makanya ditulis “ibu walikota Palembang” coba di baca lagi komentar sebelumnya
      [tidak ada bukti, kalau uda menulis “bupati palembang” ] 🙂

  4. masya Allah..cerdas juga..tapi licik..
    hehe..
    dasar..jelas2 kemaren bupati palembang..
    menghilangkan BB dengan sengaja dan tidak mau ngaku pula klo salah..
    weleh2,.

    • masya Allah..cerdas juga..tapi licik..

      oh, ini pembunuhan karakter namanya. harusnya cukup sampai pada kata cerdas saja.. itu sudah mewakili..
      [inilah contoh kejahatan dunia maya banyak hal dapat direkayasa.. kecuali catatan yang dimiliki malaikat] 🙂

      • hehe…
        karakter yang licik gitu emang kudu dibunuh (psikopat mode on).
        okelah…
        yang penting udah diluruskan, kalo palembang itu kota…
        kota BARI… Bersih Aman Rapi Indah.
        Venisia dari timur…

  5. Ping-balik: most commented « RANGTALU·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s