Pindahkanlah Jakarta Segera

Inilah kota stroke yang pembuluh darahnya telah menyempit ke otak, bahkan pecah. Inilah kota usus buntu, infeksi mematikan, sehingga menyembelihnya adalah lebih baik. Kota yang telah kronis, sakitnya sudah teramat parah, bukan hanya karena satu penyakit tetapi komplikasi dari sederet daftar penyakit. Kota itu Jakarta, ibu kota republic ini.

Jakarta jelas pusat kemacetan, gelar ini dulu melekat kepada Bangkok, ibu kota Thailand, tetapi sekarang berpindah kesini. Beratus-ratus mobil berjalan seperti siput beringsut-ingsut pada badan jalan yang tak lagi memadai. Beratus sepeda motorpun melaju memanfaatkan setiap ruas jalan yang kosong, menyelip diantara mobil. Lahan parkir yang meluas hingga ke badan jalanpun memperparah keadaan. Macet tak dapat dihindari dan juga seolah dibiarkan.

Jakarta juga krisis air bersih. Rakyat umumnya mengambil air tanah, sebab negara tidak mampu menyediakan air bersih melalui PAM. Dimusim kemarau kekeringan air akan melanda dengan cepat. Haus dahaga pun akhirnya hanya bisa dibujuk dengan air liur. Udaranya jelas kotor, bercampur buangan pembakaran kendaraan bermotor yang disemburkan knalpot, asap-asap pabrik, bakteri-bakteri yang berterbangan dari tumpukan sampah.

Kepadatan penduduk, tingginya tingkat kriminalitas, banyaknya pengangguran dan gelandangan. Dan sederet daftar lain yang dapat saja diperpanjang. Seluruhnya mengantarkan kita pada kesimpulan : Jakarta tidak layak lagi menjadi ibu kota negara. Ia tidak punya lagi daya dukung untuk memikul beban ganda yang manapun. Apakah itu sebagai ibu kota provinsi dan ibu kota negara, maupun sebagai pusat bisnis dan pusat pemerintahan sekaligus.

Jadi pindahkanlah ibu kota negara, pusat pemerintahan negara ke kota lain. Ada banyak kota alternative di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, sebut saja misalnya Padang di Sumatera, Palangkaraya di Kalimantan, Palu di Sulawesi. Bahkan untuk sesuatu yang lebih ‘radikal’ pusat-pusat kekuasaan negara jangan diletakkan disatu kota. Mahkamah Agung misalnya dipindahkan saja ke sebuah kota yang relative kecil, sehingga mudah terpantau siapa saja yang mondar mandir keluar masuk MA. Begitu juga Mahkamah Konstitusi, pindahkan ke tempat lainnya.

Nusantara ini sangat luas, beberapa kota yang disebutkan hanya memicu kreativitas saja, ada banyak kota yang memiliki potensi besar yang selama ini selalu berada di bawah bayang-bayang Jakarta. Inilah solusi agar kita keluar dari masalah ibu kota negara yang telah sakit parah. Relokasi ini pada akhirnya akan memacu pertumbuhan di kota yang baru. Dan Jakarta cukuplah menjadi ibu kota Provinsi DKI dan pusat bisnis saja.

—————————————–
Catatan : dibuang sayang
—————————————–

rangtalu mendukung Padang menjadi Ibu Kota Indonesia.. he.🙂 atau Payakumbuh, atau Bukittinggi, atau Batusangkar.. atau Padang Panjang, atau Solok… atau.. di nagari Talu sajalah.

Hal-hal yang berkenaan dengan pemindahan kekuasaan dan lain-lain diatur dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Padang, 2 Agustus 2010. Rangtalu.

29 responses to “Pindahkanlah Jakarta Segera

  1. Pertamax!!
    wkwkw.

    RankMudo nan Eloklaku juga mendukung rangtalu. Payakumbuh sepertinya cukup, -untuk sekedar istana negara-

    Bagiku, Jakarta, bukanlah kota layak huni. Kota yang memaksa kita, untuk menghabiskan umur2 kita dijalanan. Makanya, ia tak lagi layak huni, bagiku. hehe🙂

    Tak ada kota seramah medan🙂


    • tapi.. abang agak barubah fikiran tentang Pikumbuah tu, tapi baco koran Singgalang tatulih disitu “pikumbuah basalemak peak”.
      apolagi Medan, terlalu ‘RAMAH” untuh menjadi ibukota bah..


    • ya.. memang mas, masih banyak masalah lain yang lebih urgen..
      tapi kira-kira apa solusi untuk Jakarta hari ini mas, jika ia belum layak untuk pindah?

  2. yup..ukuran jakarta itu udah g muat lg menampung segala sesuatu yg timbul dari konsekuensi sebagai pusat bisnis,pusat pemerintahan,ibukota,dll..
    emang karena itulah jakarta seperti ini. logis jika memindahkan pusat pemerintahan dan atau ibukota negara k kota lain menjadi solusi sehingga penyebab masalah d jakarta berkurang separuh.
    bisa kok..bisa…
    insya Allah..
    buka mata buka telinga..
    udara kotor kayak gitu ya wajar aja membuat orang kekurangan oksigen dan penat,termasuk orang2 di senayan,yang membutuhkan waktu lebih untuk tidur atau memanfaatkan ruang ber-ac untuk menghirup udara segar..
    lalok deh..
    wajar..wajar…

    • pada dasarnya memang bisa, meskipun tidak dipungkiri akan ada sedikit pengorbanan untuk pilihan itu, terutama untuk anggaran..
      tetapi itu tidak lah masalah besar, jika bisa melihat manfaat besar dan jangka jauh dari pemindahan ibukota..

      anggota dewan yang ngantuk dan tidur karena berusaha menikmati udara segar yang tidak ada di luar senayan.. mungkin juga

    • belum saatnya pindah mas


      hmm..
      lalu kira-kira kapan saat yang tepat mas??? sementara permasalahan disana dan dampaknya bagi masyarakat menengah ke bawah semakin parah..
      permasalah-permasalahan yang muncul pada akhirnya juga butuh penyelesaian yang ujung-ujungnya juga menyedot APBN ataupun APBD DKI..

      beban APBN untuk relokasi mungkin besar apabila pemindahan dilakukan sekaligus, tapi jika dilakukan bertahap bebannya tidak akan terlalu terasa

  3. wadoh..
    saya sebagai warga jakarta bersuara yah..
    semua itu tidak seseram yang dibayangkan..
    kalau dijalanan macet masih ada alternatif lain..
    naek kereta misalnya…

    menurut saya naek kreta,mencoba alternatif transportasi lainnya.,
    mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,

    sayangnnya pemberitaaan media tentang kereta kadang tidak seimbang..
    jadinya image yang tertanam selalu buruk..

    berharap jakarta bebas macet adalah hal yang mustahil.(*kecuali pas lebaran
    berharap jakarta aman,damai dan sejahtera lebih mustahil lagi..
    inilah jakarta kita,kota sejuta mimpi…

    • Jakarta sudah terlanjur salah urus. dan kemacetan bukanlah alasan utama relokasi jakarta. ada tujuan jangka panjang untuk indonesia dan jakarta dari relokasi ini

  4. wacana pmindahn ibu kota negara pernah muncul dlm pemaparan visi Ind. 2033 yg disampaikan Direktur Eksekutif CIRUS Surveyors Group Andrinof A.Chaniago, setahun lalu. Kaltim menjadi pilihan utk dijadikan ibu kota negara,selain Kalteng.
    Dalam paparannya di hadapan sejumlah anggota DPR RI, Andrinof menyebutkan provinsi yang paling strategis & layak dijadikan ibu kota Ind. adl Kaltim/Kalteng. Ini krn posisi kedua provinsi ini berada di pantai timur Kalimantan & lokasinya berada di tengah2.(mengutip Metro Balikpapan).

    dilihat dari sisi2 kemacetan, dlm jangka panjang (bahkan jangka pendek) mau tdk mau ibu kota Indonesia mmg harus dipindahkan. tpi pemindahan ini sebaikx tdk menumbuhkn Jakarta baru yg berarti mslh baru.

    • sebenarnyapun Soekarno pernah mewacanakan pemindahan ini sejak lama, sejak orde lama.

      kalimantan memang menjadi pilihan, Palangkaraya adalah nama yang sering muncul sebagai alternativ utama. bahkan karena di kalimantan masih banyak hutan, ada yang mengusulkan untuk membuat kota baru..
      yang pasti, ini tidak boleh menjadi jakarta baru.. kota itu kelak hanya menjadi pusat pemerintahan, tidak ada sentra bisnis disana.. sebagai mana Beijing yang terlihat anggun dan berwibawa karena hanya menyandang fungsi sebagi pusat pemerintahan..

      Jakarta tetap masih bisa “hidup” sebagaimana Bombai yang menjadi sentra bisnis di India, tapi bukan pusat pemerintahan

  5. jakarta memang udah jadi ‘lumpuh’ aku malah kuatir dgn rencana pemindahan ibukota (bukan jakarta yg dipindahin ^^) jadi rebutan antar kota lain, smoga tidak…

    • ya.. ya pemindahan ibukota.. tentu saja tidak akan rebutan karena pemilihannya berdasarkan studi dari berbagai disiplin ilmu.. jadi tidak setiap kota bisa menjadi ibukota negara

    • istananya tentu tidak dipindahkan.. tetapi dibuat istana baru di kota yang baru..
      kan yang bisa memindahkan istana itu cuma jin nya nabi sulaiman, ketika ia memindahkan kerajaan ratu balqis🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s