Dialog Lampu Merah : Sebuah Jawaban

zebra

masih ingat tulisan sebelumnya kan? dialog lampu merah.. mari kita selesaikan cerita itu, yang berujung pada sebuah tanya tak sudah ; kenapa saya tersenyum?

berbuat kebaikan sungguh tidak semudah mengucapkannya

mereka yang berhenti disamping saya dan ngotot ingin menerobos lampu merah, adalah mereka yang 5 tahun lalu mengajarkan tentang keta’atan hukum. berdiri gagah di depan ruang kuliah, memberi wejangan kepada saya dan teman-teman dengan penuh semangat, “kalian adalah mahasiswa fakultas hukum, harus taat dengan aturan hukum, disiplin, kalo bukan kalian lalu siapa lagi?” tersentak saya ketika itu, yang berangkat ke kampus dengan mengenakan sendal gunung.. ( mestinyakan pakai sepatu.. )

mereka yang berada di samping saya dalam dialog singkat lampu merah, adalah dosen saya..  seorang dosen muda. tapi sungguh sayang, tidak setiap kata menjadi tauladan. itu yang membuat saya tersenyum, sebuah senyum getir, tentang miskinnya keteladanan dari orang-orang yang berbicara tentang keteladanan. ( mungkin itu juga kita )

oh, kawan.. ini bukan ghibah, bukan mempergunjingkan seseorang, TIDAK. saya tidak akan sebutkan nama mereka, cukuplah bagi kita untuk mengambil pelajaran saja dari episode mereka . Jadilah kita sebagai orang pertama yang mengerjakan setiap kalimat nasehat yang kita berikan kepada orang lain. Janganlah mengatakan apa-apa yang tidak kita kerjakan. agar kelak tidak ada manusia yang memandang kita dengan senyum getir, agar kelak Allah tidak murka dengan kita…

amat besar kemurkaan disisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan (as-shaff :3)

—————-
catatan kaki : dibuang sayang
—————-


ingek-ingek bana tu, jan manyuruah urang mangarajoan amal apopun, kalau awak ndak lo bisa mangarajoannyo.. ma agiah contoh labiah rancak.. kecek urang qudwah qabla da’wah. ha lai faham tu?? kan jaleh dek sanak ma.

31 responses to “Dialog Lampu Merah : Sebuah Jawaban

  1. mantap dah. tulisanx bgs2, sdh ahli nampakx. “ha lai faham tu?? kan jaleh dek sanak ma.” apo tu artino? *maksa bhs padang

  2. ternyata tersenyumnya karena itu…
    saya pun akhirnya tersenyum mengetahui kebenarannya.🙂
    kata orang, hukum dan peraturan dibuat untuk dilanggar, mungkin yang mas maksud juga penganut paham itu, salam


    • hah, kata siapa hukum itu untuk dilanggar mba?
      kalau masih ada yang bilang seperti itu, minta ia menyampaikan kalimat itu dihadapan Allah..
      hukum mana yang dibuat untuk dilanggar?

  3. Sepertinya jawaban saya sebelumnya agak mendekati. Cuma tujuannya itu saja yang agak meleset. Yang jelas, itu kan temannya juga. Gak bisa memberikan contoh.🙂

    “Tungkek mambaok rabah”

  4. ha…ha..ha..ha.ha.
    ondeh iyo bana ampun awak…(^_^)
    di kiro ingin ikut malanggar lampu merah..
    ternyata…oh ternyata..
    tapi curang ah..gak dikasih clue..
    klo orang yang dilihat dilampu merah itu..
    orang yang dikenal…

    oh iya..mau ikut ngartiiin yang bahasa padang..
    “ingek-ingek bana tu, jan manyuruah urang mangarajoan amal apopun, kalau awak ndak lo bisa mangarajoannyo.. ma agiah contoh labiah rancak.. kecek urang qudwah qabla da’wah. ha lai faham tu?? kan jaleh dek sanak ma. ”

    inget baik-baik jangan cuma nyuruh orang lain mengerjakan amal apapun.,kalau kamu juga tidak bisa mengerjakannya, memberi contoh yang baik itu lebih bagus kalau kata orang memberi contoh lebih baik dari pada dakwah..faham tidak..?jadi saudara-saudara sudah paham bukan..(^_^)

    • tapaso ndak di agiah clue, sebab blogger ko cadiak-cadiak sado nyo..
      bialah digantuang ndak batali se..

      oh translatenyo.. alun buliah di translate seluruhnyo lai doh..

  5. susah juga ya mengamalkan apa yang kita katakan….

    tp semua sama-sama sedang belajar kan, sedang berproses.
    kita juga tak mungkin memilih diam karena ketakutan tak mampu menjalankan?

    khusnudzon saja lah…bisa jadi uh dosen sedang khilaf atau sedang ada urusan yang sangat sangat sangat urgent sehingga berlaku demikian
    🙂

  6. Waduh …
    Ini … ini …
    Yang begini ini …
    Lain nan di omongkan …
    Lain pula yang dikerjakannya …
    dan celakanya bertolak belakang …

    Carito nan rancak ko …
    Ini kisah yang menarik …

    salam saya Rang Talu …
    (benar Adrian … saya jadi teringat lagu Jo Rang Talu itu tipa kesini …)

    Yo Rang Talu … Oi takana yo rang talu …

    Yang itu kan ya Lagu nya ?
    hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s