Dialog Lampu Merah : Sebuah Pertanyaan

Ada langit biru cerah di atas kota Padang. Di selatan awan putih tipis bergeser perlahan, mencari sudut cakrawala yang lain. Matahari tepat terasa di atas kepala, panasnya menembus helm. debu-debu kecil berlari menuju mata, tanpa minta izin.

Jalanan terasa agak sepi, tidak terlalu banyak mobil dan sepeda motor yang hilir mudik, hanya beberapa angkot yang sepi penumpang, melaju dengan kencang.
Di perempatan by pass ketaping, lampu merah menyala, saya langsung berhenti. tepat di depan saya ada satu mobil yang juga berhenti, dan disebelah kiri ada satu sepeda motor yang ditumpangi dua orang pemuda. Salah satu dari mereka mulai berbicara..
diterobos saja.. kan sepi, tidak ada mobil yang melintas
tapi kan masih lampu merah “, temannya yang mengendarai sepeda motor menjawab.
tidak apa, kan tidak ada polisi, ayoo!!
kita tunggu saja sampai lampu hijau nyala
masih lama, terobos saja, jangan bodoh

Saya hanya tersenyum saja mendengar percakapan mereka, yang masih terus berlanjut..
beberapa menit kemudian lampu hijau menyala.

————————-
pertanyaan : kenapa saya tersenyum ???🙂
————————-

catatan lampu merah : yang penting hari ini ada postingan.

49 responses to “Dialog Lampu Merah : Sebuah Pertanyaan

  1. ngomong2 ttg lampu merah, sya mlah nyaris tersungkur di jln raya gara2 ada mobil nyelinap secepat kilat nyerempet mtr sya krn buru2 ngejar lampu hijau, yg sbnrx sdh berganti lampu kuning. blogx sy link ya

    • mungkin sopirnya lagi buru-buru juga.. ngejar setoran.. atau dia lagi sakit perut, dimaafkan saja, dibawa tersenyum saja..

      yup silahkan ditautkan..

  2. Jujur, sekali-kali sih pernah juga melakukan hal seperti itu. Tapi, sekarang ini sudah mulai membiasakan diri untuk taat pada peraturan ada atau tidak ada yang mengawasi.

  3. walaupun ngotot mau menerobos lampu merah, toh akhirnya tetap juga menunggu sampai berganti jadi ijo, itulah kenapa masnya senyum2
    tapi nggak rugi kok mas senyumnya…menyehatkan malah

    • kalau semua yang komen disini hadir di perempatan itu, dan tersenyum dengan alasan masing-masing, maka tidak ada yang salah…
      tapi saya tersenyum bukan karena itu mbak🙂

  4. Ping-balik: dialog lampu merah : sebuah jawaban « –RANGTALU–·

  5. Ping-balik: most commented « RANGTALU·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s