Ke Surga Dengan Sendal ?

siapa yang peduli pada sepatu dan sendal yang berserakan di tangga mesjid, kotor berdebu dan satu hal yang jelas, itu bukan sendal atau sepatu kita. untuk apa peduli dengan itu semua, yang penting sendal kita sudah aman. biarkan saja yang lain berserakan.


saya, kau dan teman-teman kita mungkin sering seperti itu. tidak peduli.
kawan, tahukah kau.. kemaren ada seseorang lelaki, musafir. saat adzan berkumandang, ia mampir untuk shalat di mesjid dimana saya sering shalat. usianya mungkin 30-an, sedikit kurus dengan tas kecil di punggungnya.

setelah berwudhu, melepaskan debu-debu perjalanannya. ia meletakkan sepatunya di sudut tangga.. sama seperti yang saya lakukan.. tapi setelah itu, berbeda..
ia, tanpa beban, merapikan seluruh sendal dan sepatu yang berserakan di tangga mesjid.. menyusunnya rapi, sehingga setiap orang yang akan keluar mesjid bisa langsung mengenakan sendal mereka tanpa harus memutar badan.. Ini adalah sesuatu yang jarang sekali, teramat jarang dilakukan oleh siapapun yang sholat di mesjid ini.
sadar saya terus memperhatikannya, ia melirik sambil tersenyum dan kembali melanjutkan menyusun yang tersisa..
tidak usah disusun Pak“, spontan kata itu keluar
ia menghampiri saya, subhanallah matanya teduh. “kita tidak tahu amalan mana yang akan mengantarkan ke surga“,
tanpa menunggu reaksi saya, ia melangkah ke shaf pertama..

—————————-
tidakkah kita juga bisa begitu…

61 responses to “Ke Surga Dengan Sendal ?

  1. jadi ingat juga dengan tulisannya om NH mengenai kesurga dengan sendal ini…
    tapi kalau om NH menulis dengan cara meninggalkan sendal kita di mesjid biar bisa bermanfaat buat yang lain…

  2. Ketulusan… hadir dari hati siapa saja, apakah ia seorang laki-laki ataupun perempuan… ya,?!πŸ™‚

  3. Nice article….^^
    Ternyata amalan yg tak pernah terpikirkan oleh kita kadang merupakan hal yg kecil….

  4. subhanalloh… senangnya bertemu orang-orang seperti bapak itu… tanpa banyak bicara, namun beramal nyata

    salam kenal..

    izin nyangkutin blog antum di blog ane ya…πŸ™‚

  5. β€œkita tidak tahu amalan mana yang akan mengantarkan ke surgaβ€œ

    waduh.. kata2 ini ngena banget banget boz..
    langsung blank nie pikiranq hehhehe

    salam

  6. Benar, kita tak pernah tahu amalan apa yang membawa kita ke syurga, seperti Abu bakar yang tetap mengantar pasukannya dengan bertelanjang kaki, meski ia telah menjadi khalifah kala itu.

  7. Tapi kalau menurut saya, si bapak perlu cuci tangan lagi, karena sandal dan sepatu di indonesia tdk hanya debu…πŸ˜€

  8. hal kecil itu ternyata sejatinya begitu besar…
    berbicara tentang teladan, tentunya tidak akan lahir dari pribadi yang lalai dan menyukai hal2 laghwi..
    perubahan lebih baik..
    semangat!

  9. subhanallah,,,

    “Qoola Rasulullah Saw: man sanna sunnatan hasanatan falahu ajraha wa ajra man ‘amila biha min ghairi an yankusha min ujuurihim……dst”

    subhanallah pahala orang yang menanam kebaikan…pahalanya tak terkira..
    semoga kita bisa seperti beliau…

  10. Ping-balik: most commented « RANGTALU·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s