Indonesia Terkoyak-Koyak

Ditengah riuh busuk cacat bangsa ini masih juga ada keping-keping kisah yang membuat kita semakin getir. kian pahit menelan liur sendiri. century entah berujung dimana. mereka yang awalnya “bagai pahlawan” kini mendekam dibalik jeruji. dulu ia berkoar tentang bobrok kepolisian, banyak hal yang diungkap, eh ternyata ia juga terlibat.
muncul kasus tentang tunggakan pajak oleh orang nomor satu partai beringin, lalu senyap.
kita lalu sibuk berdiskusi tentang moral anak bangsa, pelaku video mesum. menjijikkan memang membahas mereka. anehnya kepolisian hanya sibuk menetapkan ini pelaku atau korban. padahal ketiganya adalah pelaku, jelas tidak ada yang diperkosa. mana ada korban, toh mereka melakukan atas dorongan binatang yang sama. tapi semua hanya sibuk membahas mana korban mana pelaku, sementara dampaknya telah menerkam banyak anak-anak di negeri ini. parahnya lagi para pelaku itu, tidak merasa bersalah, masih sempat tersenyum. melambai-lambaikan tangan dari balik jendela ke para wartawan. eh, mungkin ia merasa sedang konser. memang kalau malu telah hilang, begitulah.

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.
(Taufik Ismail )

Sementara itu di deras kecaman atas kenaikan Tarif Dasar Listrik mencuat isu baru tentang korupsi sisminbakum dan pembubaran FPI. entah isu mana yang menutupi yang mana. tapi tiba-tiba saja isu FPI membesar, menutupi isu kenaikan TDL. entah karena tidak cukup dengan isu FPI, muncul lagi kasus sisminbakum. dan lihatlah apa yang diperdebatkan di hari-hari terakhir, bukan pada substansi kasus tetapi hanya masalah legalitas jaksa agung. kalau ia tahu jika jaksa agung tidak lagi sah secara hukum mengapa tidak dari tahun lalu disampaikan, mengapa sekarang..
hah..

Indonesiku memang aneh, ketika muncul ustadz untuk menjadi pemimpin dan menyelesaikan bengkalai bangsa ini, ramai orang mengejek; “ustadz kok berpolitik“. tapi mereka diam ketika disudut jawa sana ada “pelacur” yang ingin menjadi bupati. ketika ada yang berniat untuk memimpin bangsa ini, menghimpun semuanya. banyak yang curiga, “ada apa ini, tidak biasanya mereka terbuka“?

Ditengah semua kusut itu, eh ada sekelompok orang yang menginginkan Indonesia menjadi tuan rumah piala dunia 2022. saya bukan tidak setuju, tapi sepertinya paralu di ukua bayang-bayang jo badan. prestasi Indonesia dalam sepakbola adalah sebagai supporter paling rusuh. belum ada prestasi membanggakan. dengan Thailand dan Vietnam saja kita sudak keok, apalagi dengan Jerman, Spanyol dan kawan-kawannya.. pastilah dibantai. butuh persiapan ekstra dulu untuk membenahi internal sepakbola kita sebelum bersikeras untuk menjadi tuan rumah piala dunia. pembenahan itu dalam banyak hal : kualitas pemain, wasit, supporter yang sportif, kompetisi yang terjaga, penghargaan dari pemerintah yang maksimal dll. di Jepang dulu, mereka memulai cita-cita untuk masuk piala dunia itu salah satunya melalui film ; kapten tsubasa. karena film itu banyak masyarakat jepang yang termotivasi.
bandingkan dengan film yang kita produksi.hah? maleh awak ngecek. “orang bicara tentang bagaimana tinggal di bulan kita masih membahas tentang tuyul”
——–
tapi, mencela bangsa ini sesungguhnya hanya mencela diri sendiri. maka kita harus memberi sedikit peran untuk perubahan ini semua. sebuah peran maksimal dimanapun kita berada dan tarbiyah tentu menjaga kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s