Penerimaan Mahasiswa Baru 2010

Rabbani 0708 : Abu, Zen, (Alm) Romel, Adrian, Mardoni

Rabbani 0708 : Abu, Zen, (Alm) Romel, Adrian, Mardoni

Telah tiba lagi masanya bagi kita

Mengabarkan kepada semua

Bahwa mereka akan tumbuh di kampus ini

Tumbuh bersama Rabbani


Regenerasi kepengurusan disetiap LDK telah selesai, masa-masa untuk kembali meluruskan niat dan menyolidkan barisan pun telah dilalui. Upgading pengurus dan menyusun program kerja juga telah ditapaki. Sekarang tibalah masanya untuk berkontribusi. Memberikan seribu manfaat bagi LDK ini, bagi da’wah ini, bagi kampus ini dan bagi setiap orang yang berada disekeliling kita. Satu dari sekian banyak momen yang bisa dimaksimalkan untuk memberikan kebaikan bagi orang lain dan juga memacu perjalanan da’wah kampus adalah momen Penyambutan Mahasiswa Baru. Dibeberapa kampus mungkin istilahnya berbeda, ada yang menggunakan singkatan BIMBA, BIJ, dll.

Setiap tahun seluruh LDK akan menemui momen ini dimana puluhan ribu mahasiswa baru datang memadati kampus. Itu adalah hari-hari pertamanya di kampus. Banyak yang belum tahu apa-apa tentang dunia kampus, beberapa orang yang berasal dari kampung terlihat polos dan lugu. Kegamangan dan ketidaktahuan tergurat jelas di wajahnya.

Ketika mereka memasuki Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) mereka akan menemukan banyak pilihan organisasi mahasiswa yang salah satunya harus mereka pilh sebagai tempat untuk magang. Sebagaimana program yang diterapkan di Universitas Andalas yang mewajibkan seluruh mahasiswa baru untuk magang pada salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) selama satu semester. Setiap UKM ‘berlomba’ untuk mencari calon anggota baru, mereka berusaha sekuat dan sekreatif mungkin agar banyak mahasiswa yang tertarik bergabung bersama mereka. LDK juga mesti begitu bahkan harus lebih lagi, apalagi tujuan LDK tidak hanya sebatas mencari anggota baru. Ada tujuan yang lebh besar terpampang disana.

Secara garis besar ada 5 tujuan dari pelaksanaan PMB, yaitu pendataan, pencitraan, pelayanan, penyebaran fikroh, rekruiting.

PENDATAAN

Ketersediaan data yang cukup mengenai seluruh mahasiswa baru akan sangat berguna dalam agenda-agenda LDK kedepannya. Data semisal nomor handphone bisa dimanfaatkan pada momen-momen ketika LDK akan mengadakan berbagai acara, LDK dapat mengirim informasi dan ajakan mengikuti acara melalui SMS ke semua mahasiswa baru. Apalagi jika di dalam sms itu dituliskan nama mereka dan sms langsung berasal dari Ketua LDK, tentulah mereka akan merasa sangat senang.

Begitu juga dengan data-data yang lain semisal asal sekolah, keterlibatan di ROHIS, tanggal lahir, hobi dan sebagainya, itu semua akan sangat berguna dalam mengikat hati mereka dan menginformasikan agenda LDK serta kreatifitas lainnya yang bisa dilakukan oleh LDK.

PENCITRAAN

Adalah sesuatu yang keliru jika mengatakan bahwa penampilan bukanlah sesuatu yang penting.. Seseorang akan menilai kita pertama kali berdasarkan penampilan. Sehebat apapun kapasitas ilmu seseorang jika ia hadir dalam sebuah majlis dengan pakaian compang camping dan kumal, yakinlah kesan pertama yang diberikan orang adalah kesan rendah. Perlu diluruskan, ini bukanlah hendak mengatakan bahwa penampilan adalah sesuatu yang utama. Penampilan memang bukan yang utama tapi ia adalah yang pertama, yang pertama dilihat orang. Pijakan pertama bagi orang untuk menilai seseorang. Sebagaimana yang diungkapkan oleh imam syafi’i

“ Pakaianmu memuliakanmu sebelum dudukmu, ilmumu memuliakanmu setelah dudukmu “.

Tentu saja yang lebih baik bagi kita adalah kualitas penampilan dan isi yang sama bagusnya.

Begitu pula bagi sebuah LDK, penampilan atau pencitraan juga menjadi poin yang sangat penting. Terlebih dalam momen PMB, kita ingin mencitrakan LDK dan aktivitasnya sebagai sesuatu yang dekat dan dibutuhkan oleh civitas akademika. Suatu citra positif yang membuat mahasiswa baru itu pada akhirnya menjadi bagian dari pendukung gerak LDK atau minimal simpatisan. Dan pencitraan yang dimaksud meliputi pencitraan terhadap LDK dan pencitraan terhadap kader LDK.

a. Pencitraan LDK

Pencitraan terhadap LDK haruslah menjauhkannya dari unsur eksklusif yang selama ini selalu mengelayut dalam image LDK. LDK haruslah dicitrakan dengan lebih inklusif, terbuka dan bersahabat sehingga mahasiswa baru yang belum mengenal aktivitas da’wah dengan tepat, tidak langsung mencap LDK sebagai sesuatu yang kaku atau “menakutkan”.

Pencitraan yang harus diberikan terhadap LDK antara lain ; islami, lembaga pengembangan diri yang inklusif, akademis prestatif, lembaga besar yang profesional.

Pencitraan LDK sebagai sebuah lembaga yang islami sudah dengan sendirinya tergambar melalui nama, dan penampilan pengurusnya. Maka mahasiswa yang pada akhirnya tertarik untuk bergabung dengan LDK karena keinginan untuk mendapatkan nilai-nilai dan siraman agama mestinya tidak menemukan kegersangan disana. Menjadi sebuah keharusanlah bagi LDK untuk tetap menjaga telaga kesejukan didalamnya melalui agenda ta’lim, tatsqif, mentoring dll.

Pencitraan sebagai lembaga pengembangan potensi diri yang inklusif menjadi sangat penting. LDK tidak boleh dipandang sebagai tempat ngaji saja, tempat dimana para ustadz kampus lahir. LDK harus memfasilitasi seluruh potensi yang ada, tentunya dalam bingkai islam. LDK mesti menjadi rahim bagi seluruh potensi yang ingin lahir. di LDK ada ruang untuk para designer berkreativitas, ada tempat bagi penulis untuk berkarya, ada gelanggang untuk para karateka dan pesilat, ada etalase untuk pengusaha berbisnis, ada alam luas untuk para penjelajah, ada tempat untuk seluruh potensi yang ingin tumbuh, musisi, politikus, penyanyi, akademisi tumpah ruah disini. Itulah citra yang hendak diberikan, jika para mahasiswa baru ingin menemukan potensi besar dalam diri mereka maka bertandanglah ke LDK. Disini mereka juga akan menemukan kehangatan persaudaraan, perhatian yang tiada mengharap balas, dan tentu saja cinta yang mengharu biru –kata imam syahid Hasan albana-

Pencitraan sebagai lembaga yang akademis prestatif tidak bisa dipisahkan dari pencitraan terhadap kader LDK. Ketika citra sebagai lembaga yang akademis prestatif hendak kita sematkankan pada LDK maka beban itu sejatinya tertumpang pada pundak para ADK. Para ADK mesti memperbaiki persoalan akademisnya. Ketika para ADK memiliki nilai akademis yang bagus maka secara tidak langsung itu akan memberi citra baik pada LDK. Pencitraan ini sangat cocok khususnya untuk menjangkau teman-teman yang haus akan prestasi.

Pencitraan sebagai lembaga besar yang profesional sangat berperan dalam menarik keinginan mahasiswa baru. Setiap mahasiswa baru mesti tahu bahwa LDK berbeda dengan UKM lain. Ruang lingkup kerja LDK tidak hanya di dalam tembok batas kampus, tetapi mencakup skala nasional bahkan internasional. Pencitraan sebagi sebuah lembaga besar dan profesional dapat dilakukan dengan mengadakan event besar atau memaksimalkan sosialisasi melalui atribut LDK.

Memajang bendera LDK di setiap ruas jalan kampus, membuat ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru di berbagai titik, menghiasi setiap mading dengan famplet lux LDK, ADK yang hilir mudik dengan mengenakan jaket atau pin LDK, itu adalah sarana efektif dalam pencitraan. Setelah itu biarkan semua tahu bahwa LDK adalah organisasi terbesar di kampus ini, insyaAllah.

b. Pencitraan ADK

ADK adalah wajah dari LDK. ADK merupakan perwajahan LDK yang langsung berhadapan dengan mahasiswa, citra utuh namanya. ia juga agen marketing dari sebuah LDK. Sebagian pencitraan yang diberikan seseorang kepada LDK sesungguhnya adalah pencitraan terhadap ADK-nya. Ada LDK yang dianggap eksklusif sementara LDK itu telah mengadakan program yang benar-benar massif dan melibatkan berbagai elemen. Kenapa? Karena –mungkin- beberapa (atau kebanyakan) ADK-nya merupakan orang-orang yang belum bisa bersikap inklusif dan membaur di lingkungannya. Sehingga citra eksklusif yang semestinya hanya untuk mereka akhirnya melekat juga kepada LDK. Itulah sebabnya pencitraan ADK sangat berpengaruh terhadap pencitraan LDK.

Maka citra seorang ADK harus diformat menjadi sosok yang inklusif –islami- bersahabat, hangat dan dekat dengan semua, ia mesti tampil menjadi sosok akademis prestatis, organisatoris aktif. Dan untuk melakukan pencitraan itu bisa dilakukan melalui strategi penokohan dan aktivitas –khidamy- pelayanan.

Dalam strategi penokohan maka hadirkanlah ADK yang mampu menjadi rujukan/ teladan bagi seluruh mahasiswa. ADK harus mampu berada pada posisi posisi strategis dalam pelaksanaan PMB, misal ketua panitia, kordinator dalam salah satu bidang di kepanitiaa, MC, moderator, mentor, trainer ketika penyambutan mahasiswa baru, asisten dosen, khatib jum’at atau minimal penceramah sebelum shalat dzuhur. Dengan seringnya muncul wajah kader LDK di setiap kesempatan, perulangan yang terus menerus akan membentuk image bahwa kader LDK merupakan tokoh/ figure/ orang yang patut diteladani di kampus.

Stategi penokohan melalui aktivitas khidamy –pelayanan- tidak menentukan spesifikasi khusus, setiap ADK bisa melakukan aktivitas ini. Lebih rinci pembahasan ini akan di bahas pada bab ‘pelayanan’

Lalu bagaimana agar pencitraan ini dapat optimal dan sekaligus dapat menjadi pencitraan positif bagi LDK? Terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Menggunakan atribut standar LDK, misalnya jaket, kaos, pin, pita, slayer, gantungan kunci, dll. Atribut ini harus selalu dipakai kemanapun dan oleh ADK yang berperan sebagai apapun. Ketua panitia menggunakan atribut LDK, kordinator bidang menggunakan atribut LDK, MC menggunakan atribut LDK, trainer menggunakan atribut LDK, mentor menggunakan atribut LDK dan pada saat penyambutan secara massif akan sangat banyak orang yang menggunakan atribut tersebut. Dengan cara itu, citra kader LDK akan menjadi sangat baik, bahwa kader LDK dapat berperan di berbagai tempat
  1. Bagi para ADK yang memegang posisi strategis di kampus hendaknya ia “rajin mempublikasikan diri” bahwa ia adalah ADK.. generasi yang lahir dari LDK.

PELAYANAN

Pelayanan selain sebagai strategi pencitraan ADK, ia pun merupakan komponen dasar dalam momen PMB. Aktivitas ini tidak hanya di awal saja tetapi berlanjut sampai akhir mereka wisuda.

Ada beberapa betuk pelayanan yang dapat dilakukan selama momen PMB

1. Posko informasi bagi mahasiswa baru.

Karena sebagian besar mahasiswa baru masih sangat ‘gelap’ memandang kampus barunya, belum tahu apa-apa. Maka akan menjadi sesuatu yang mereka rindukan ketika LDK hadir memberikan informasi apapun yang mereka butuhkan, gratis. Memberitahu teknis pendaftaran, memberitahu lokasi penyerahan berkas, tempat berdiskusi singkat tentang kehidupan kampus.

2. Penginapan

Kampus selalu dipadati oleh orang-orang dari berbagai daerah, tidak sedikit juga yang domisilinya sangat jauh dari kampus. Memberikan penawaran tempat kos tentu akan sangat membantu mereka.

3. Membantu mengisi berkas pendaftaran

4. Mentraktir minum atau makan

5. Menjadi “malaikat penolong”

Ketika masa-masa OSPEK, beberapa senior di kampus akan mempunyai kesempatan untuk sedikit “menekan” mahasiswa baru. Maka hadirlah disana sebagai sosok yang berbeda dengan senior lain. Kalo yang lain memperlakukan mereka dengan membentak, kita perlakukan dengan lembut. Kalo yang lain sok marah-marah, kita memberi senyum. Hadirlah sebagai sosok yang menyenangkan bagi mahasiswa baru.

Pada saat itu setiap ADK diharapkan dapat melakukan penyambutan secara optimal dan memberikan citra bahwa ADK adalah orang yang murah senyum, hangat, suka menolong, dan ramah. Jangan menjadi begitu dingin dan kaku, latihlah diri untuk memiliki keterampilan khusus dalam menyambut mahasiswa baru, sehingga tidak kaku tapi penuh semangat, hangat, akrab dan bersahabat.

PENYEBARAN FIQROH

Menyebarkan pemikiran tentang nilai-nilai islam merupakan sesuatu yang sangat penting. Inilah core nya. Memberitahu cara berpakaian yang benar, pergaulan yang benar, pandangan terhadap berbagai hal seperti mentoring, organisasi da’wah bahkan sampai pada poin politik. Tapi mesti dipahami ini tidak boleh dipaksakan, bukan juga semuanya harus disampaikan, tetapi perlahan. Sesuai kondisi. Sedikit demi sedikit. Jangan sampai ketika ADK bertemu mahasiswa baru yang tidak menggunakan jilbab, langsung berkata, “eh kau koq ndak bajilbab, wajib ma, disabuikan dalam alquran, baco ko ha“. Wah calo cara menasehati seperti ini orang justru akan lari.

Gunakanlah bahasa yang baik, dan mulai dengan ketauladanan. Qudwah qobla da’wah.

REKRUITING

Pasca PMB besar harapannya seluruh mahasiswa baru kemudian menjadi orang-orang yang mendukung aktivitas da’wah kampus, menjadi simpatisan atau penggerak LDK. Semakin banyak yang menggerakan semoga akan berimbas pada laju yang lebih cepat. Da’wah kampus yang semakin tumbuh besar akan memberi keteduhan pada kampus. Panji-panji islam yang kian kokoh. Mesjid dan mushalla yang sesak dalam rukuk dan sujud, mentoring yang dirindukan, lantunan alquran ditiap sudutnya. Ruang-ruang kuliah yang tak lepas dari asma Allah, aktivitas –aktivitas perubahan yang begitu menggeliat.

Dan damai ini, keteduhan, bekas-bekas sujud menyinari senyum setiap wajah. Hingga ketika seseorang datang ke kampus ini, ia akan berucap ; ini kampus islami. TITIK.

—————————————-
Adrian Fetriskha
Ketua Umum UKM FKI Rabbani
Periode 2007/2008
—————————————-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s