Manajemen Ketidaksetujuan

mari kita berbicara sedikit tentang ketidaksetujuan terhadap hasil syuro.

Seringkali kita menghadapi keadaan di mana keinginan pribadibertentangan dengan hasil syuro. Pendapat yang kita yakini bertolak belakang dengan syuro. Ini adalah ujian yang menuntut keikhlasan dan kesabaran ekstra. Sangat tidak mengenakkan untuk tunduk dan patuh pada keputusan yang tidak sejalan dengan kita.

Namun ada beberapa hal yang mesti kita perhatikan :

1. Apakah benar kita telah menguji pendapat kita secara ilmiah, atau itu hanya lintasan pikiran? 

2. Kalau kita berani jujur, apakah pendapat kita adalah obsesi pribadi jiwa kita, atau memang kebenaran objektif? Apakah kita menganggap diterima atau tidaknya usulan kita sebagai sebuah hal menang-kalah? 

3. Seandainya kita memang percaya benar akan niat dan ketepatan perkiraan kita secara ilmiah, maka ingatlah; “mempertahankan kesatuan dan keutuhan shaff jama’ah jauh lebih utama daripada memenangkan pendapat yang amat tepat sekalipun.

4. Sesungguhnya dalam ketidaksetujuan ada pelajaran berharga tentang keikhlasan, makana iman, tajarrud dari hawa nafsu, makna ukhuwah dan persaudaraan, makna tawadhu’ dan kerendahan hati, dan makna tsiqoh kepada jama’ah. Seperti kata Imam Syafi’i; “Pendapatku benar, tapi ada kemungkinan salah. Dan pendapat mereka salah, tapi bisa jadi benar…”

Sesungguhnya perbedaan adalah kekayaan dalam hidup berjamaah, menikmatinya berarti meneguk kekayaan tersebut. Dan jikalau ada kesalahan dalam keputusan, maka kesalahan itu akan dapat direduksi, mudah diketahui sebab-sebabnya, ditanggung bersama, tidak menyebabkan kelemahan kolektif, dan itu lebih diridhoi oleh Allah SWT. “Wahai orang-orang beriman, bersabarlah…,dan bersabarlah, dan bersatulah agar kamu menjadi kaum yang menang” (QS Ali Imran ; 200)

Iklan

3 responses to “Manajemen Ketidaksetujuan

  1. Ping-balik: Untuk Peserta Lamda 2 « RANGTALU·

  2. hee, izin baca tulisannya bg, bukan peserta lamda soalnya,,

    yup bg, walaupun seringkali kita tidak bisa menjamaahkan pendapat kita yg kita anggap benar krna kurangnya usaha kita utk merasionalisasikan ny dalam syuro’,,,

    • ya, silahkan.. sejatinya tulisan ini bukan hanya untuk peserta lamda..
      ya, dan kelapangan hati untuk menjalankan keputusan walau bertentangan dengan pendapat pribadi sungguh begitu utama nilainya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s