Kereta Taubat

Kusentuh tombol laju keretaku, Menuju ke pemukiman orang-orang taubat,
Kuberanjak untuk tanggalkan, Dosa-dosa yang t’lah lekat berkarat


Telah kupilih jalanku, Untuk tetap lurus dalam dien-Nya
Bersihkan diri entas jiwa,Dari kesesatan syathani

Tiada kata yang terucap kecuali Taubat
Kembali ke pangkuan fitri dalam naungan kasih Ilahi

Masa lalu yang suram kini tinggal kenangan
Jadi ibroh yang takkan terulang hingga ke haribaan

Takkan kubiarkan menetas, Menggunung dosa-dosaku
Tapi ‘kan kugulung bagai lembaran hitam, Yang rapuh terbakar api iman

Takkan kubiarkan kaki, jiwa dan raga ini, Terjerembab ke lumpur dosa
Untuk yang kedua kalinya, Walau hanya dalam setitik noda

Itu akan berarti, Sebuah permulaan yang besar
Yang kan berubah jadi kubangan, Atau lautan dosa yang hitam

Selamat tinggal masa lalu, Suatu masa yang kelabu
Masa yang bertaburkan kebodohan, Yang bernafaskan kejahiliyahan

Kan kutegakkan rumah taubatku, Dengan jalinan cinta Allah
Kan kuhias rumah taubatku, Dengan rangkaian sunnah Rasulullah

(kereta taubat ; suara persaudaraan )

\\ setelah dalam minggu ini ban motor bocor berkali-kali tanpa sebab yang jelas, tidak pagi, tidak siang bahkan tengah malam sekalipun.. mungkin ini azab mungkin ini ujian, astagfirullah’al adzim..

Iklan

6 responses to “Kereta Taubat

  1. Yo rancak pakai sepeda lai bang….
    buliah melanggar jalur forbidden
    buliah bersepeda di jalur kanan tanpa di stop polisi
    ndak kanai macet do…

    ck ck ck ck….

    • iyo.. dulu waktu tahun 1-2 kuliah, abang ke kampus pakai sepeda juo, dari jalan azizi di andaleh sampai pasa baru.. lampu merah terobos, helm ndak paralu, bensin ndak butuh, jalan taruih..

      • hahaha…iyo tu bang
        ndak payah mengikuti aturan jalan rayo apolai yang berjalur khusus…ribet na..

        Anak keperawatan (terutama yang akhwat) banyak yang basapedda ka kampus…

        sayang Ni lun bisa maangkuik sepeda Ni dari kampuang ka padang…jadi suko minjam2 ka akhwat….

        “Ya Allah, kereta ini adalah sarana bagi kami untuk berfastabiqul khairat dan menyeru kepadaMu. Ya Allah, kereta ini adalah sarana bagi kami untuk bergerak dalam barisan yang rapi dan solid dalam rangka mengajak orang lain menjadi penyeru di jalanMu. Maka Ya Allah, jangan Engkau jadikan kereta ini membelokkan hati-hati kami dari selainMu. Jadikan tiap gerak langkah kami bahkan ketika kami menstrategi, mengkonsep, dan menjalankannya, tetapkanlah kami selalu mengingatiMu. Tiada tujuan lain selain menegakkan dienMu. Kereta ini sangat kecil sekali. Ia hanya salah satu wajihah untuk menuju ke sebuah tujuan yang besar: ISLAM sebagai USTADZIATUL ‘ALAAM.” (eh kama tibonyo ko???)

  2. Hmm.
    Lagu favorit wak ma bang.
    barisi lagu ko mah.
    Album Latar Dunia Islam.

    “paralu nwak sabuikan di side ma lagu kabara nyo dak?” hehe..

    wak lamo dlu d Medan pakai kereta mah. Tapi kini masih pakai kareta, cuma kalau di medan, kareta tu Honda Revo wak. :p

    *taragak c nyamak d blog abang ko ha..

    • “ndak usahlah, tapi setau abang kaset tu lah hilang di rumah cet kan.. ndok lai lai..”

      “kalau kereta yang itu, tau abang mah, lah pernah lo mancubo sakali, kaliliang USU sampai pai mancalaik kapa tabang landing … 🙂

  3. “yo ilang mungkin bang, dek bang yo?
    *nuduah c..”

    Dulu wak ndak nan itu do bang. Memang sapeda..SAPEDA..

    “inilah dia kuda beroda dua, kuda tunggangan tercanggih milik kita
    berlari dengan kecepatan sahaja, memburu waktu alternatif yang ada”

    Super Lagi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s