Al Hazimatun Nafsiyatu ‘indal Muslimin

2014-03-26-Alone_Man1440x900

kepada :

generasi muda yang penuh ambisi, dinamis, para mahasiswa aktivis pergerakan. Generasi muda yang cinta akan perubahan dan tahu bahwa ” Allah tidak merubah nasib suatu kaum, hingga mereka merubah apa yang ada pada jiwa mereka.”.( Ar.Ra’du: 11 ). Generasi muda yang tahu bahwa perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah. Kepada para pejuang kebenaran di timur dan di barat yang meyakini bahwa suatu saat ISLAM akan kembali berjaya

Sejak runtuhnya kekhalifahan Turki Ustmani tahun 1924 umat islam kehilangan kekuatan, harga diri dan semangat. Kaum muslimin terpecah menjadi banyak negara dan tersekat oleh batas-batas teritorial dan rasa kebangsaan. Berbagai upaya untuk menyatukan kembali telah dilakukan oleh tokoh-tokoh umat dari masing-masing negara tersebut. Namun belum juga membuahkan hasil hingga sekarang . Kondisi tersebut menjadikan potensi umat tidak terintegrasi. Sementara di dunia lain, negara kaum kufar terutama di Amerika dan Eropa sedang mengalami berbagai kemajuan, baik ilmu pengetahuan, tekhnologi, seni, budaya dan informasi. Sehingga seakan dunia berada dalam genggaman mereka. Kondisi demikian menjadikan kaum muslimin mengalami inferiority complex ( rasa rendah diri ). Mereka pasrah dengan keadaan yang ada, taklid, minder dan malas. Dominasi kufar di dunia international menjadikan kaum muslimin memilih menyembunyikan keislamannya. Sehingga mereka enggan untuk memperjuangkan kebangkitan islam. Mereka pesimis sebelum berbuat. Banyak hal yang menyebabkan kondisi kita demikian, baik sebab internal maupun eksternal. Tentunya keadaan demikian perlu terapinya.

HAKEKAT KEKALAHAN MENTAL

Adalah apabila umat islam menjalani hidupnya dengan kemunafikan, tidak menentukan sikap yang jelas, selalu mendua, tidak jelas perilaku, tujuan dan cara berfikirnya, memegang tongkat di tengahnya, tidak ikhlas untuk mencari keridhaan Allah, serta selalu mencari keridhaan musuh-musuh Allah

” Dan diantara manusia ada yang mengatakan: ‘kami telah beriman kepada Allah dan hari kemudian’ padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang beriman, padahal mereka hanya menipu diri nya sendiri sedangkan mereka tidak sadar. Di dalam hati mereka ada penyakit lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta( QS. Al-Baqarah: 8-10 ).”

” Dan bila mereka QS. Al-Baqarah: 14 )

CIRI ORANG YANG MENGALAMI KEKALAHAN MENTAL:

  1. Mereka tidak mampu menghadapi kesulitan-kesulitan, tidak mampu menatapnya, tidak mampu mengakuinya, tidak mampu menentukan perannya dan keterkaitan mereka dengannya. Allah berfirman: ” Dan jika mau tanyakan kepada mereka ( tentang apa yang mereka lakukan itu ), tentulahmereka akan menjawab: ” Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: Apakah dengan Allah, Ayat-ayatNya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok ( QS, At-Taubah: 65 )
  2. Mereka yang berbuat tanpa tujuan, berusaha dan bersusah payah tanpa tujuan yang direncanakan. Hal yang perlu diperhatikan adalah bukan tujuan umum, dimana orang yang bersungguh-sungguh dan yang tidak sama saja. Tujuan mereka bukanlah untuk mencari Ridha Allah SWT.
  3. Orang yang berjihad tidak untuk mengupayakan kemenangan agama Allah, namun menimbulkan fitnah dan menghancurkan agama. Orang yang demikian tersebut tidak mampu mengambil keputusan, tidak bisa menetapkan prioritas-prioritas dan ia lebih lemah untuk mengakui dan menghadapi kesulitan

FENOMENA-FENOMENA KEKALAHAN MENTAL

  1. Pesimisme terhadap Kemungkinan mengubah kondisi umat Islam
  2. Memandang kepada orang yang lebih rendah dari mereka, tidak melihat orang yang lebih utama dari diri mereka
  3. Taqlid tanpa inovasi
  4. Orang-orang yang belajar di negara-negara barat atau timur, kemudian kembali dengan membawa nilai-nilai negatif dan positif yang ada di negara-negara tersebut.
  5. Kerelaan sebagian besar orang terhadap kenyataan umat islam yang lemah yang termanifestasikan pada bidang politik dsb.
  6. Menyembunyikan identitas keislaman dan kehilangan kehormatan pada diri umat islam. Mereka malu mengatakan ini halal dan ini haram
  7. Meninggalkan cita-cita yang tinggi, dan rela denga cita-cita yang kerdil dan terbatas
  8. Banyak penulis muslim menulis karya-karya seputar pewmbelaan terhadap islam seolah-olah ia terikat tangan dan dituduh, sehingga seluruh tulisannya berisi pembelaan.
  9. Sikap merendahkan diri dan malas untuk menyampaikan agama Allah dan menyebarkannya ke seluruh muka bumi
  10. Kepuasan sebagian umat islam terhadap perundang0undangan manusia sertya tuntutan mereka untuk menerapkannya di banyak negara.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB

Faktor internal

a)     Lemahnya iman umat islam

b)     Umat islam meninggalkan jihad dalam pengertiannya yang komprehensif dan utuh

c)      Rasa takut dan khawatir akan berbagai kesulitan dan musibah yang menimpa kaum muslimin karena berpegang teguh pada agama ini, atau karena menampakkan identitas keislaman mereka.

d)     Ketika melakukan kesalahan, sebagian orang mengeeralisasi kesalahan dan kegagalan, sehingga mereka hidup dalam kondisi lemah terus menerus

e)     Pandangan sempit terhadap sejarah, disamping pandangan yang terbatas terhadap suatu peristiwa tertentu baik menyangkut waktu dan tempat

f)       Kita tidak kunjung tahu kekuatan kita yang sebenarnya dalam berpegang teguh pada agama ini.

g)     Seringkali cita-cita umat islam sangat rendah dan terbatas

h)     Umat islam hidup dalam mentalitas bangsa yang terkalahkan

Faktor eksternal

a)     Kekuatan musuh dan terlalu membesar-besarkannya

b)     Barat menggunakan perang psikologis dalam memamerkan otot-otot mereka

c)      Adanya “antrian kelima” dari putra-putra kaum muslimin. Mereka berbicara dengan bahasa mereka, namun dididik oleh musuh-musuh islam ( kepribadian barat )

d)     Musuh-musuh islam di saat yang sama tahu titik-titik kelemahan pada umat islam dewasa ini, sehingga mereka menyerang umat islam melalui celah nafsu dan syahwat

TERAPI KEKALAHAN MENTAL

  1. Mengetahui masalah bahwa umat ini sedang mengalami kekalahan mental. Mengetagui masalah adalah separo penyelesaian
  2. Harus dilakukan pendidikan iman yang benar
  3. Kita harus melepas keterikatan dengan dunia dan mengikat diriu dengan akhirat sehingga hal tersebut akan menjadikan kita kuat dan berwibawa
  4. Kembali kepada sejarah dengan cara yang baik untuk mengambil pelajarannya, jadi tak sekedar membaca
  5. Generasi muda harus mendidik diri untuk bercita-cita tinggi, sebagaimana Rasulullah SAW mendidik para sahabatnya
  6. K ita harus menjauhi pesimisme dan orang-orang yang pesimis

One response to “Al Hazimatun Nafsiyatu ‘indal Muslimin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s