Rihlah Setengah Para Bujangan

DSC02412

Rihlah setengah. Perjalanan setengah hari yang dimulai setengah sembilan lewat beberapa menit. Ada saudara di ujung nageri sana yang hari ini menggenapi setengah agamanya, di Dharmasraya.

Muttaqin

Langkah awal rihlah ½ dimulai di mesjid al-muttaqin, setelah shalat dhuha. Duduk dibawah pohon jambu ditemani permen tamarin bang yori. Sambil private men-cek kondisi avanza 124 dengan deden, bang faisal dan jul. mengulur waktu untuk menunggu Mardoni dan Depit yang masih di labor biologi, serta riza yang sejak semalam ngotot untuk ikut tapi belum datang juga.

>> Pelajaran pertama : banyak hal bisa dilakukan ketika menunggu.

Formasi 1

Formasi di dalam mobil dari padang ke Dharmasraya. pilot: Denny Salaki (Deden), ia tidak memberi tahu orangtua ketika akan berangkat, takut tidak diberi izin karena beliau baru saja pulih dari sakit.  Co-pilot: Jul Hasratman Daeli (jul), ia tidak mau dipanggil ‘ijul’. jauh-jauh datang dari pedalaman Jambi untuk merintis dan mengikuti rihlah ini. Barisan kedua, bang Muhammad Faisal (Faisal) calon asisten Walikota Padang duduk di sebelah kiri, bang Yori Yuliandra (Yori) yang ilmu komputernya harus ‘bacaro mandapek-an nyo’ duduk di tengah. dan saya di sebelah kanan, tempat yang sudah di booking sejak seminggu lalu. Di kiri belakang ada Riza Zaimun (Riza), ditengahnya Depitra Wiyaguna (Depit) dan kiri belakang ada Mardoni, dua nama yang disebutkan terakhir tidak sempat untuk mandi karena semalam nginap di labor😀

>> Pelajaran kedua : apapun kondisinya, perjalanan tetap lanjut..

Ke-syirik-an “Dukun Ban”

Memasuki Dharmasraya kita dihadapakan pada sebuah “fenomena syirik”,  tapi sama sekali tidak menggerakkan hati untuk memeranginya,  namun justru malah membuat tertawa. Karena disini pelakunya bukan manusia melainkan ban mobil. Bagaimana tidak, ban mobil di daerah ini begitu percaya kepada Dukun Ban, spesialis tambal ban. Pergi ke dukun itu syirik lho, lebih baik pergi ke Dokter Ban atau Bidan Ban, masalahnya itu belum ada disana, maka bagi yang kuliah di Fakultas Kedokteran dan STIKES terbuka peluang untuk membuka usaha ‘klinik ban mobil’ di Dharmasraya.

>> Pelajaran ketiga : jangan percaya pada dukun

Ar-rahman, malin sinaro

Kami sampai di lokasi akad lebih awal, sebelum rombongan MIPA dan Pertanian. Belum ada tanda-tanda bahwa disini akan ada prosesi sakral, karena masih satu jam lagi. Maka dimanfaatkanlah jadwal menunggu itu untuk tilawah dan merekam momen dalam bingkai camdig (camera digital) dan camha (camera hape). >> bisa dilihat disini <<.

Akhirnya, momen yang di tunggu datang juga.

Hafalan surat ar-rahman menjadi pengantar prosesi akad nikah, Ar-Rahman yang special karena disampaikan langsung oleh marapulai atas permintaan anakdaro, suara Rahmat “Malin Sinaro” Firdaus bergetar, semuanya terharu. Akad di ucapkan, fiqh sunnah Sayyid Sabiq diserahkan sebagai mahar. SAH.. SAH..

Ini penuh inspirasi, salah seorang pengunjung berencana melakukan hal yang sama, akan nyetor hafalan juga di saat akan nikahnya suatu saat nanti, tapi bukan ar-rahman melainkan al-kafirun.

>> pelajaran keempat : setor hafalan surat apapun terserah, asal jangan surat hutang.

Formasi 2

Setelah menyantap jamuan makan, dengan porsi jumbo, ada sekantong lansek dan sekantong rambutan. Saatnya kembali ke padang. Pilot : Jul, yang belajar menjadi sopir medan. Co-Pilot : Depit, akhir-akhir ini sangat kecanduan ingin mengemudi mobil. Ditengah perjalanan ia menggantikan Jul yang sudah mulai ngantuk dan mabuk. Sopir kok mabuk. Barisan dua tetap dengan formasi awal tidak tergoyahkan. Di belakang ada riza, deden yang tak henti mengingatkan Depit agar hati-hati bawa mobil, “ jan motong ketika tikungan pit.. bahayo..” dan mardoni, mereka harus bersempit sempit di belakang.

>> pelajaran kelima: siap-siap menahan nafas kalau depi yang mengemudi mobil.

Fatwa kontempolel 😀

Ustadz riza zaimun memaparkan dua fatwa terbarunya:

  1. Tidak sah shalat jika membaca surat atau ayat itu ka itu se.( surat atau ayat yang sama )
  2. Shalat seorang laki-laki tetap sah, meskipun ada wanita yang memegang tangannya.

Semua yang mendengar tamanuang, statement si ustadz sangat kontroversi, Gus Dur memang telah meninggal dunia, tetapi sepertinya ada cucu Gus Dur disini. Tanpa memberi waktu banyak bagi yang lain untuk berfikir si ustadz langsung mengemukakan alasannya, (ustadz ko, kurang bisa mendramatisir bantuaknyo ma)

Alasan si ustadz :

  1. Ya, tentu saja shalat tidak sah jika membaca surat atau ayat  itu ka itu se, yang ada itu adalah surat al-ikhlas, an-naba, al-mulk dll, tidak ada surat itu ka itu se.(.. yang kurang faham bahasa minang agak lamo loading untuk memahami iko, yang lah fasih bahaso minang se masih loading sampai kini .. )
  2. Shalat seorang laki-laki tetap sah, meskipun ada wanita yang memegang tangannya. Karena tangan yang di pegang si wanita adalah tangannya sendiri dan bukan tangan laki-laki yang sedang shalat.

>> pelajaran keenam : hati-hati dengan pernyataan ambigu, apalagi kalo disampaikan riza.

Dari bebek hingga konspirasi

Ini kapalnya para pemuda, maka obrolan tak lepas dari semangat muda, Rhoma Irama bilang ‘darah muda’. Maka berparadelah cerita mulai dari cerita tentang bebek panggang hingga konspirasi dunia, dari cerita BOM hingga install windows, dari cerita status FB bang Akmal yang selalu mengundang kontroversi hingga perbandingan luas Aceh dan Sumbar.

>> pelajaran ketujuh : tidak ada yang bisa diharapkan dari Windows Vista. Nah lho.

DSC02422

Muttaqin lagi

Lebih kurang pukul sembilan malam kaki ini kembali menghirup udara padang, di pelataran parkir Mesjid Muttaqin. Shalat Isya dan magrib dulu, semoga kita semua termasuk kelompok muttaqin.

Rihlah setengah hari ini selesai. Esok atau lusa akan ada lagi.

>> pelajaran terakhir : jangan lupa patungan mengganti uang untuk pembeli bensin

9 responses to “Rihlah Setengah Para Bujangan

  1. Ana kira antum memang tidur beneran di dalam mobil coz diam-diam dan manyun aja… Rupanya sedang menyusun kerangka tulisan untuk diaplod ke blog. Haha… dasar penulis… Gud gud….

  2. Hmm.
    kebiasaan,yang tidur d lab,memang jarang mandi..(tanpa sensor)

    Hh,yang alkafirun,mantap!!
    tp kasihan mempelai perempuan, sekalian aja surat at-thalaq aj.

    sepertinya,yg dlm stu mobil ini, sa ‘GANK’ Gak e yeh…

    * NB: Sedang menikmati sepenuh hati,perjalanan Padang-Medan, Rihlah Sepenuh Hati.. Diiringi Parade M*ntah penumpang,dri seluruh arah mata angin..
    * Mlas login,maklum mobile..
    * Salam untuk semua Kafilah Rihlah Setengah *ati sampai *ati. Dri bumi Medan nan Ramah..

    • Opp.. tau ndak antum jadi bahan “gosip” juo di dalam perjalanan, bang yori yang mulai… katonyo antum tu …….. ( sensor )

      at-thalaq, ado-ado se… antum tu mah

  3. Hmm.

    Tamabahan, yang bisa dilakukan sambil menunggu. Menggosip.. Hahayyy…

    *baru tibo medan, langsuang browsing. Hmm, a nan dipagunjiangan tu e??
    * bialah, kok bruak e, kan ado transfer pahalo dari situ ka medan, kalau ndak ado pahalo, doso dari medan kasitu yo banyak k ditransfer ha..

    Mau??
    😀

  4. Ping-balik: Mari Bersyukur… « When Yori also takes place…·

  5. Rihlatu ala nishfiddin…

    @ Ust. Yori
    Lain kali bg, hati2 dgn diamnya Ust. Adrian, ana juga nih, mesti waspada.

    @ Adrian
    Ana jarang ngeblog skrg akh, jadi tlng kalau mau nulis di note fb aja ya [rintihan efbeholic]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s