Mencari Budaya Hilang Pada “Angel’ Diary”

mencari budaya yang hilang di Angel’s Diary

ini bukan tentang diari malaikat atau diarinya bidadari. ini tentang sesuatu yang hilang.

Beberapa hari lalu ketika sedang beristirahat saya “terpaksa” menonton sebuah sinetron : Angel’s Diary. sebuah serial televisi dengan format baru di Trans TV. seperti sinetron Indonesia lainnya ceritanya tidak lepas dari tema cinta, rebutan pacar, intrik keluarga, harta warisan dan berputar-putar disana. tetapi ada satu fragmen di dalamnya yang membuat saya menjadi tertarik. sesuatu yang selama ini hilang, saya temukan gambarannya disana.

Kehidupan kampus di dalam sinetron itu walau tidak menjadi tema utama, sungguh telah menggugah nalar pembelajar kita. disana terlihat para mahasiswa yang duduk di taman bukan untuk ngerumpi, ngegosip atau bermesra-mesraan, tetapi membaca. walau memang ada beberapa yang terlihat dengan aktivitas yang “aneh” tetapi tetap aktivitas membaca atau mendiskusikan sebuah buku menjadi begitu dominan terlihat. Suasana perpustakaan dalam sinetron tersebut terlihat lebih rame dari pada kafe. bahkan tokoh “jahat” nya pun rajin membaca dan pergi ke perpustakaan. nuansa akademis begitu terasa. inilah budaya mahasiswa : membaca dan berdiskusi, sebuah tradisi ilmiah yang perlahan mulai hilang.

Mari berkaca ke kampus kita masing-masing, taman-taman di kampus penuh dengan orang memadu kasih, perpustakaan sepi, buku-buku hanya ada di ruang kuliah, diluar ia menjadi haram. Koridor dipenuhi “para model dadakan” yang berkeliaran, orang-orang yang merasa telah menjadi artis hanya karena memakai style yang sama dengan artis.

Perpustakaan hanya penuh menjelang ujian, sisanya ia menjadi gedung sepi, ada pojok-pojok yang penuh dengan orang berduaan di balik diktat yang tebal, yang jelas mereka tidak membahas mata kuliah. kafe-kafe selalu penuh, gelak tawa membahana, jiwa-jiwa tanpa orientasi masa depan yang jelas hanya memenuhi gejolak nafsu muda.
maka wahai para mahasiswa jangan pernah bertanya tentang negeri ini di masa depan, kalian lah jawabannya. kondisi hari ini adalah gambaran negeri ini di masa depan. cukup sudah dengan seluruh aktivitasmu yang tanpa guna itu, kembalilah ke tradisi dan budaya mahasiswa, sang pembelajar yang selalu ingin menjadi lebih baik dengan membaca, menulis dan berdiskusi.

:: tidak perlu menonton sinetronnya !!

Iklan

4 responses to “Mencari Budaya Hilang Pada “Angel’ Diary”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s