Setitik Sekejap Lalu Menguap

tiap titiknya tak lagi basah
hanya sekejap mengusap perih

tiap titiknya tak lagi dingin
hanya sedetik gemetar tulang

tiap titiknya
hanya sekejap
lalu menguap..

———————————–
hari ini saya jadi penghulu, penghulu yang berdosa, karena menikahkan dengan paksa, kertas putih dengan goresan tinta hitam.
tanpa saksi..tanpa wali
[ obsesi rangtalu : pujangga ]
———————————–

GERAKAN CINTA BLOG-

5 responses to “Setitik Sekejap Lalu Menguap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s