Idul Adha Bersama Tifatul Sembiring

Idul adha tahun ini masih seperti tahun lalu. Tidak ada terdengar takbir dari Mesjid di kampung jambak ataupun dari Mesjid Taqwa ( kami lebih sering menyebutnya mesjid mpuangdiliang ). Begitu jauh jarak antara saya hari ini dengan mesjid-mesjid itu, tak pernah lagi dikunjungi. embun subuh di pertigaan tak lagi hinggap, tidak ada sapaan angin itu, juga tapak langkah menyusuri jalan kecil. Sudah cukup lama rasanya tidak pernah lagi merayakan ini semua di kampung, tanah dimana saya dilahirkan..

tahun ini, saya sempatkan shalat ied di lapangan kantor gubernur.. ada banyak tokoh yang saya kenal hadir disana: pak wakil gubernur, pak walikota, ada juga buyung kandua, presenter Padang TV, dan tentu saja, MENKOMINFO, Ir.H.Tifatul Sembiring. Urang awak nan jadi tokoh nasional tu ha. Beliau menjadi imam sekaligus khatib.
wah.. berarti tahun ini saya shalat bareng dengan tifatul sembiring .. mm ( ada peningkatan, kalo dulu cuma bareng sama Pak RT ato Pak lurah, dan angku datuak )
inilah khutbah idul adha yang paling nyastra menurut saya.. begitu mempesona, penyampaian yang energik, menggelora dan puitis.. (adrian suka ini )
Berikut “transkrip” khutbah ust tifatul sembiring..



Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Walillahil Hamd.
Hadirin kaum muslimin dan muslimat rahima kumullah

Hari ini takbir berkumandang di seluruh dunia, membesarkan nama Allah. Gema takbir yang disuarakan oleh lebih dari satu seperempat milyar manusia di muka bumi ini, menyeruak disetiap sudut. Di lapangan, di surau-surau, di desa-desa, digunung-gunung, dikampung-kampung di seluruh pelosok negeri Islam.

Getarkan qalbu mu’min, yang tengah khusyu’ dzikrullah, penuh mahabbah, penuh ridho, penuh roja’ –harap-harap cemas akan hari perjumpaan dengan Khaliq, Pencipta.

Pekik suara itu juga kita bangkitkan disini, dibumi tempat kita bersujud. Iramanya memenuhi ruang antara langit dan bumi, disambut riuh rendah suara Malaikat nan tengah khusyu’ dalam penghambaan diri mereka kepada Allah swt.

Di Palestina,
Dimana Yahudi, tengah bersorak sorai setelah sukses menipu kaum muslimin. Mengadu domba antara sesama rakyat Palestina, antara Hamas dan Fatah.

Sebanyak 1500 orang kaum muslimin telah dibantai di Ghaza, 5.000 orang terluka parah. Ribuan tentara Yahudi Israel semakin gencar menggilas dan memporak porandakan tempat tinggal kaum muslimin, kaum lelaki dibunuh, anak-anak dianiaya dan perempuan-perempuan dinodai. Semua bangunan di Ghaza city nyaris rata dengan tanah.

Serangan Israel atas Ghaza, dipenghujung akhir tahun 2008, sisa-sisa masa jabatan George Bush, mereka manfaatkan untuk menghabisi kaum muslimin.
21 malam di Ghaza…. oh Ghaza….

waaa Islamaah…
Ketidak ridhoan orang-orang kafirin, harus selalu kita waspadai, bahkan Masjidil Aqsha yang mereka injak-injak kehormatannya. Di tanah yang telah diwashiyatkan oleh Umar Ibn Khattab untuk dijaga, negeri yang telah ditebus oleh Sholahuddin Al-Ayyubi dengan darah para syuhada.
Kini mereka mengadu domba antara Fatah dengan Hamas, membelah dua negeri itu dan berupaya memojokkan para pejuang Palestina.

Maha terpuji Engkau Ya Allah
Dalam limpahan nikmat yang menyenangkan kami.
Dalam genangan darah yang menyedihkan hati kami
Dalam kobaran api dendam musuh-musuhmu dan
musuh kami yang meluluh lantakkan rumah-rumahMu,
Tempat bernaung hamba-hamba-Mu

Takbir berkumandang Di Iraq,
Negeri dengan bangunan-bangunan bersejarah nan telah rata dengan tanah, kekayaan ummat yang coba dijarah oleh Amerika. Setiap hari kita saksikan pembunuhan demi pembunuhan. Penangkapan dan penggeledahan rumah-rumah yang kerap disertai dengan penganiayaan. Dan hati kita sedikit terobati, kala tentara penjajah tersungkur, dihajar peluru-peluru mujahiddin.

Sudah 700.000 kaum muslimin Iraq mati terbunuh. Inilah ulah sikap bar-bar dari George Bush, yang telah dikutuk oleh masyarakat dunia termasuk oleh Rakyat Amerika sendiri.

Oh, Fallujah, Oh Samara. Negeri muslim yang mereka bombardir setiap hari. Darah ummat menggenang, nyawa-nyawa tak berdosa meregang, korban-korban cacat hidup penuh penderitaan.

Di Afghanistan,
Keping-keping reruntuhan, seolah wilayah yang tak lagi bertuan. Puas memborbardir kawasan muslim ini, tentara Amerika pergi menghindar dan membiarkan penduduknya terlantar.
Berkali-kali dengan dalih menyerang kelompok Taliban, namun akhirnya korban Sipil selalu lebih banya, entah rasionalitas apa yang mereka gunakan untuk membunuh penduduk sipil dinegara orang.

Takbir berkumandang di Uighur, Xinjiang, negeri kaum Muslimin dibelahan Timur. Yang kerapkali mendapatkan perlakuan diskriminasi dari pemerintah China, setelah mereka dianeksasi oleh China dari Turkestan Timur 100 tahun lalu.

Takbir berkumandang di Ciagalontang, Sawulu – Tasikmalaya, di Garut di Cianjur, di tenda-tenda pengungsi.
Takbir berkumandang di Minangkabau, ditangah nagari..

Adakah takbir masih berkumandang di Pariaman?
Adakah Takbir masih berkumandang di Sungai Batang?
Adakah Takbir masih berkumandang di Malalak?
Di Sungai Limau di Sungai Garinggiang ?
Diseluruh nagari??

Gempa yang terjadi mengguncangkan tanah
Meluluh lantakkan puluhan ribu rumah dan bangunan
Meratakannya dengan tanah
ratusan masjidpun tak bisa lagi digunakan lagi untuk beribadah.

Marilah kita berlindung kepada Allah dari segala macam musibah.
Ya Allah jauhkanlah kami dari segala macam musibah.
Ya Allah jadikanlah negeri ini baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil Hamd

Allahu Akbar, Allah Maha Besar
Allah Maha Besar dimana-mana
Allah Maha Besar diatas segala makhluk-makhlukNya
Allah Maha Pelindung dan Penolong
Lindungannya amat kuat

Allah penguasa Hari kiyamat
Hari yang Maha dahsyat
Hari ketika seorang ibu melemparkan bayi yang tengah disusuinya
Hari ketika setiap yang hamil gugur
Hari yang manusia seperti mabuk, padahal sesungguhnya mereka tidak mabuk
Akan tetapi adzab Allah sangat kerasnya (Qs 22:2-3)

Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Walillahil Hamd.
Hadirin Jama’ah ied yang berbahagia,

Pada hari ini, kita berkumpul untuk melaksanakan sholat iedul Adha, sementara jutaan ummat Islam kemarin telah melaksanakan Wuquf di Padang Arafah, dan saat ini, jama’ah Haji tengah melaksanakan pelontaran Jumrah di Mina

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Walillahil Hamd.

Hadirin/at jama’ah sholat Ied yang berbahagia

Akan tetapi ketahuilah bahwa ibadah haji, bukanlah sekadar peristiwa ritual belaka, apalagi bersifat ceremonial. Syari’at haji diturunkan setelah Rasulullah saw. beserta shahabat melalui pengorbanan dan jihad yang panjang. Bagi kita saat ini, hendaknya peristiwa haji ini, kembali mengingatkan kita kepada perjuangan Nabi saw beserta para shahabatnya. Serta mengenang pengorbanan Ibrahim as dan putranya Ismail. Mempererat ukhuwwah dan kepedulian sesama, yang insya Allah, seluruhnya bernilai ibadah disisi Allah swt.

Semoga, seluruh usaha ibadah kita ini menjadi pemberat timbangan kebaikan kita di yaumul mizan kelak, semakin taqarrub kita kepada Allah swt., serta memperoleh buah ibadah yang dijanjikan, yaitu derajat orang-orang yang bertaqwa.

Sebentar lagi -insya Allah beberapa hewan qurban akan disembelih, ada sapi, ada kambing, ada kerbau. Para ibu-ibupun telah menyiapkan hidangan ketupat serta makanan tambahan. Semoga kurban yang kita lakukan hari ini, meningkatkan ketaqwaan kita disisi Allah swt. Amin Ya Rabbal ‘alamin.

Semuanya kita lakukan adalah agar kita menjadi orang yang pandai bersyukur, artinya berterimakasih kepada yang Maha Kuasa atas segala nikmat dan Karunia-Nya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Walillahil Hamd.

Namun ingatkah kita, wahai para hadirin/hadirat Rahimakumullah.
Betapa banyak sudah, nikmat Allah swt kepada kita semua yang sudah kita reguk.

Ketika pagi mulai bersemi, ketika manusia mulai terjaga dari tidurnya.
Kemudian Allah swt menerbitkan matahari yang memberikan kehangatan.
Menghangatkan bumi dan juga jiwa kita.
Kita bangun dari tidur kita, dipagi hari, sehat tanpa kekurangan apapun.
Adakah kita ingat, bahwa kita, sudah bersyukur pada Allah atas pemberian dan karunia itu?

Kita dengar indahnya suara kicau burung, yang menjadikan jiwa kita senang dan tenang. Membangkitkan gairah pagi.
Adakah kita ingat bersyukur pada Allah atas pemberian dan karunia ini?

Kita pandang berbagai warna bunga mekar nan mewangi.
Kita hirup udara segar, oksigen yang Allah keluarkan dari pohon-pohon. Tubuh kita bernafas hingga jadi sehat dan bisa terus hidup.
Kita lihat segar pucuk-pucuk daun, yang masih basah oleh titik-titik embun yang menetes seolah terasa membasuh relung-relung jiwa kita.
Adakah kita ingat, bahwa kita, sudah bersyukur kepada Allah swt atas pemberian dan karuniaNya itu?
Bagaimana sekiranya semua itu tidak ada, bagaimana jika semua nikmat itu dicabut oleh Allah swt?.

”Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang hendak engkau dustakan?”Qs Ar-Rahman.

Kata seorang penyair:
Oh, titik embun yang menetes, membasuh relung jiwaku
Oh, kicau burung yang menyambut surya bersemi.
Duhai Ilahi, meski malu kami datang

Betapa banyak nikmat-Nya yang telah kita reguk,
Seteguk air yang menghilangkan dahaga, sesuap nasi yang menyirnakan rasa lapar, kelak pasti kita akan ditanya.

“Kemudian, hari ini sungguh kalian akan ditanya tentang nikmat-nikmat (yang kalian rasakan)”.

Maka, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa,
Allah !!, Malikiyau middin, Pemilik urusan di hari kiyamat, dihari seseorang tidak dapat menolong orang lain. Hari dimana seorang anak manusia lari dari ayah dan ibunya, lari dari kaum dan kerabatnya.

Allah!!, Penguasa Yaumul Mahsyar, Padang yang maha luas, tempat berkumpul nya manusia AL- awwaluun wal Akhiruun.
Yang akan memperlihatkan kepada kita catatan-catatan,
tentang apa-apa yang pernah kita kerjakan, catatan tentang apa-apa yang telah kita lalaikan.
Akan dihitung segala perbuatan kita, akan ditimbang segala kebaikan dan keburukan kita, akan dihisab semua manusia, dihari perhitungan ini.

Bukankah Aku sudah panjangkan umur engkau? dst

Marilah kita berlindung kepada Allah, dengan sebenar-benar minta perlindungan.
Allah !!, Yang adzab-Nya sangat keras dan pedih,
Kelak akan dipertunjukkan, ketika seorang lelaki mungkar dihadirkan, lalu dituangkan air rebusan api neraka keatas kepalanya. Hingga meleleh isi perut dan kulit-kulit mereka. Dan bagi mereka cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka ingin keluar dari siksaan itu, akibat derita dan sengsaranya, maka dikembalikan ia kepada adzab itu, lalu dikatakan,

“Rasakanlah adzab yang membakar ini”.

Takutlah kepada adzab Allah, dengan sebenar-benar rasa takut.
Allah !!, pemilik neraka jahannam, Kelak, tempat orang-orang kafir akan digiring secara berbondong-bondong.

“Jagalah dirimu dan keluargamu dari siksaan api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan api. Di dalamnya ada malaikat-malaikat penjaga yang keras dan bengis”.(QS At-Tahrim : 6)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Walillahil Hamd.

Hadirin Jama’ah iedul Adha yang berbahagia,

Sejak akhir tahun 2004 sampai sekarang, bencana dinegeri kita tercinta ini, seolah tidak ada henti-hentinya terjadi.

Mulai dari gempa di NAD dan Nias, Banjir bandang di Jember, dan Trenggalek, banjir bandang di Sinjai, Sulsel. Tanah longsor di Luwu Utara, Sulteng. Banjir di Bolaang Mongondow, Tanah Longsor di Gorontalo. Gempa DI Jogya, Gunung Merapi meletus, banjir besar di Jakarta, Tsunami di Pangandaran dan Kebumen, Gunung meletus di Halsel, gempa besar di Tasikmalaya, Garut, Bandung dan Cianjur. Dan baru saja berselang gempa di Sumatera Barat, ditanah Minang.

Kota Padang, Pariaman, Malalak, Sungai Batang, Lubuk Basung menderita paling parah.
Belum selesai kita tangani yang satu, sudah datang bencana berikutnya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Walillahil Hamd.

Hadirin Jama’ah iedul Adhai yang berbahagia,

Sesungguhnya ada korelasi langsung atau tak langsung, ada hubungan yang kuat antara musibah fisik dengan musibah moral atau akhlak manusia.

Sering terjadi bencana, sebab akhlak manusia yang telah rusak. Terlalu banyak berbuat maksiyat dan melawan kepada Allah swt.

Banyak orang sekarang, yang hanya takut kepada manusia, tapi tidak takut kepada Allah swt.
Mereka melampiaskan seluruh nafsu dan ketamakan, serta berlaku sewenang-wenang dengan segala kekuatan yang mereka miliki.

Allah swt berfirman:

”Kalaulah sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa, sungguh Kami akan bukakan atas mereka Keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakannya, maka kami siksa mereka dengan kedustaan itu”. QS 7:96

Ayat Allah yang tidak bisa kita rubah dan kita bantah sama sekali. Jadi jelas sekali keterangan Allah swt dalam Al-Qur’an, jika manusia itu Iman dan taqwa maka keberkahan melimpah.Tapi kalau ingkar dan maksiyat, maka Allah swt akan datang adzab dan musibah.

Tengoklah bagaimana kerusakan moral di negeri ini

Baru-baru ini diungkapkan data, bahwa ada 500 jenis VCD porno buatan Indonesia sendiri yang sudah beredar diperjual belikan. Dan yang paling mengerikan adalah bahwa bintangnya anak-anak yang masih di SMP dan SMU.

Masih sanggupkah kita menghadapkan muka kita di hadapan Allah di Padang Mahsyar besok.? Sanggupkah kita menjawab pertanyaan Allah kelak? Bagaimana tanggung jawab kita terhadap pendidikan anak-anak kita?

Korupsi meraja lela, Indonesia mendapat ranking no 1 terkorup di Asia, dan no 3 terkorup di dunia.
Bukankah Rasulullah saw pernah bersabda:

”Tiap daging yang tumbuh dari barang yang haram, maka nerakalah tempatnya?”.
Mengapa banyak manusia tidak takut memakan sesuatu yang haram.

Jual beli perkara, bahkan oknum di MA. Apalagi oknum-oknum di PT atau PN. Makelar kasus, mafia peradilan, di ranah-ranah penegak hukum.

Kelak di hadapan Allah, di Padang Mahsyar, mereka tidak akan bisa berkutik lagi. Akan jelas siapa yang benar dan siapa yang salah. Mulut-mulut mereka akan dikunci, tangan disuruh berbicara, dan kaki-kaki menjadi saksi.

“Alyawma nakhtimu ‘ala afwahihim watukallimunaa aydiihim…”

Perzinahan, dan maksiyat, bahkan divideokan pula, seolah ingin “show of force”.
Seorang ibu membunuh 3 orang anaknya di Bandung, lantaran takut miskin.

Seorang anak remaja membantai seluruh keluarganya, termasuk ayah ibunya di Medan. Fitnah dan menghalalkan segala cara, yang benar bisa salah dan yang salah bisa benar. Merebaknya kesyirikan dan tayangan-tayangan yang merusak aqidah di televisi.

Inilah bentuk kerusakan akhlak dan moral manusia di negeri ini. Bagaimana adzab Allah tidak datang secara bertubi-tubi. Penyebabnya adalah ulah tangan manusia itu senidiri:

Zhaharal fasadu fil barri wal bahr, Bima katsabat ayninnas

Oleh sebab itu marilah kita taubat, taubatan nasuha, sungguh-sungguh bertaubat, mohon ampun kepada Allah swt.

Allah swt adalah penerima taubat.
Sebesar gunung dosa kita, lalu kita datang sungguh-sungguh ingin bertaubat, maka engkau dapati Allah swt, Maha Pengampun.

Kalau kita mendekat sejengkal kepada Allah, maka Allah swt akan mendekat sehasta. Jika kita mendekat kepada Allah swt sehasta, maka Allah akan medekat sedepa. Dan jikia kita berjalan menuju Allah swt, maka Allah akan berlari menyambut uluran taubat kita.

”Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah swt”.

”Katakanlah (Hai Muhammad), Hai hamba-hambaKu, janganlah kalian putus asa terhadap rahmat Allah. Sesunbguhnya Allah mengampuni segala dosa. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Penyayang”

Kegembiraan kita di hari lebaran ini, hendaknya tidak mengurangi kepedulian terhadap kaum muslimin yang tengah menderita dibelahan dunia lain. Baik yang berada di Iraq, yang di Palestina, di Afghanistan.
Demikian juga perhatian kita terhadap korban bencana yang masih menginap di tenda-tenda, di Pariaman, Sungai Batang, Lubuk Basung dll.

Adakah kebahagiaan yang kita rasakan hari ini, juga dirasakan oleh mereka?
Adakah mereka sanggup kenakan baju baru, celana baru dan sepatu baru?, Seperti yang dipunyai anak-anak kita?

Adakah mungkin saudara-saudara muslim kita di Bengkulu dapat mencicipi hidangan selezat yang telah kita tata di meja-meja makan kita?

Kenang, kenang, kenanglah mereka !

Sumbanglah mereka, agar mereka merasa masih punya saudara.
Bantu mereka, do’akan agar Allah memberikan keberkahan atas mereka.
Sekedar meringankan beban, dan saling berbagi kebahagiaan.

”Bukankah balasan suatu kebaikan adalah kebaikan pula”.

Selanjutnya marilah kita bedoa, agar dijauhkan dari segala macam musibah, apalagi musibah dalam agama. Cukuplah musibah di bidang ekonomi
Politik, jangan ada lagi bencana setelah ini.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Walillahil Hamd.
Hadirin Rahimakumullah,

Iklan

4 responses to “Idul Adha Bersama Tifatul Sembiring

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s