Pemilu Dalam Kalkulasi Langit

Hujan lah taduah
Kabuik lah hilang
Lah nampak gunuang ciek-ciek

Baligho-baligho telah hilang dari persimpangan jalan. Poster, stiker tak ada lagi di pintu-pintu. Pagar, tiang listrik, pohon-pohon sudah mulai kehilangan gambar wajah-wajah yang dulu full senyum. Hiruk pikuk gemuruh promosi partai dan caleg tiada lagi terdengar. Kampanye yang membludak ataupun yang lengang telah menjadi kenangan saja. Ketegangan ketika proses pencentangan dan penghitungan suara juga sudah mulai hilang.. dan satu persatu para pemenang Pemilihan Legislatif telah terlihat, lah nampak gunuang ciek ciek.

Banyak cerita tentang menang kalah, tentang penurunan ataupun lonjakan suara. Dan Partai Demokrat mencatat sejarah, ia muncul sebagai pemenang Pileg di sebagian besar wilayah Indonesia. Partai “bayi” itu mendadak menjadi raksasa besar mengalahkan PKS dan PDIP, serta mengangkangi leluhurnya: GOLKAR. Lembaga Survey Indonesia telah mengakhiri perhitungan cepat perolehan suara dalam pemilu legislative 2009-2014 sejak Kamis malam, 9 april. Berdasarkan 97,42 persen data yang masuk, Partai Demokrat memimpin perolehan suara secara nasional dengan angka 20,48 persen. Angka yang dulu menjadi target PKS.

Hasil akhir penghitungan LSI menunjukkan bahwa Partai Demokrat unggul jauh di seluruh wilayah Indonesia, di ikuti PDI-P, GOLKAR, PKS, PAN, PPP, PKB, GERINDRA dan HANURA. Partai-partai teratas ini lah yang dipastikan lulus Parlimentary Threshold.

Katakanlah, “wahai tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki..”

Kemenangan partai manapun hari ini adalah atas kehendak Allah. Karena ditanganNya lah seluruh kekuasaan ini. Tapi perlu diingat, kemenangan yang hari ini diterima bisa menjadi nikmat atau bisa menjadi penggiring menuju kehancuran; mampatinggi tampek jatuah.

Dan kekalahan partai jagoan saya, PKS. Ketidakmampuannya melakukan loncatan besar seperti tahun 2004, tidak tercapainya target suara 20% bukanlah berarti sebagai sebuah kehancuran. Ini adalah scenario Allah. Saya yakin Allah tengah mempersiapkan yang terbaik untuk Jam’ah Da’wah ini. Dulu Anis Matta pernah bilang ke Adang Dorodjatun saat Pilkada DKI Jakarta, “… ada satu hal yang kita tidak tahu, apakah di lauhul mahfuz ada nama bapak tertulis atau tidak. Jadi kalau kita kalah hanya ada satu jawaban, nama bapak belum tertulis di lauhul mahfuz, hanya itu penjelasan untuk PKS..” Dan hari inipun demikian, untuk tahun ini nama PKS belum tertulis di lauhul mahfuz sebagai pemenang.. mungkin di pemilu 2014.

Dan inilah kalkulasi langit untuk pemilu 2009. Karena pemilu bukanlah sekedar persoalan politik, tetapi bagi kita pemilu juga persoalan aqidah. Maka yang di atas sana sangat menentukan. Yakinlah inilah yang terbaik untuk barisan pejuang keadilan ini, inilah yang terbaik untuk PKS.

2 responses to “Pemilu Dalam Kalkulasi Langit

  1. setuju bro!!!!
    Mungkin kalo menang tahun ini malah menjadi takabur atau mungkin sombong.
    Mudah-mudahan bisa mengingatkan kita untuk tetap amanah dalam dakwah ini

  2. Ingat kehendak alloh itu kalo di lihat dr subjeknya yaitu Alloh memang benar Dia yang berkehendak dan ini mutlak , tp bagaimana dng berdoalah kepada Ku, niscaya Aku kabulkan, jd kehendak alloh sebetulnya ada yg erjadi krn adanya permintaan manusia. Jd hal yg terjd di pilpres itu adanya hukum sebab akibat, itu saja, siapapun yang menang tinggal lihat saja akibatnya apa jd baik apa jd buruk utuk persatuan indonesia, semoga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s