Tulisan Kakek Nenek Aktivis Dakwah

Kelak, disaat rambut sudah memutih
dan langkah mulai merapuh
sungguh. Masa-masa ini lah yang akan selalu kita rindukan

Menulislah… apa saja

Meski sudah belasan atau mungkin sudah puluhan tahun kita berpijak di bumi ini, ternyata belumlah cukup untuk menorehkan catatan sejarah yang panjang, kalaulah harus dituliskan mungkin tidaklah begitu tebal. Dan jikalah mesti di bingkai mungkin tidak besar bingkai yang harus dipasangkan. tapi bukan berarti detik waktu itu berlalu tanpa ada yang disematkan di dalam memori.

Semua telah terekam di sini, di dalam bilik-bilik memori otak kita, di balik rambut-rambut yang suatu saat akan memutih. Tapi sadarlah, suatu saat kita akan lemah dan pikun, tak mampu lagi mengingat dengan baik. Akan banyak yang dilupakan, mungkin juga akan lupa, apakah 5 menit yang lalu kita sudah minum atau belum. Kemampuan bertutur dan bercerita juga akan lemah, terbata-bata dan tak jelas. Maka tak akan ada yang dapat bercerita ke generasi berikutnya, selain tulisan-tulisan yang pernah kita buat.

Tulisan-tulisan lah yang akan mengabarkan ke generasi berikutnya tentang apa yang kita lakukan hari ini. Sebagaimana kita tahu kisah-kisah fenomenal puluhan abad silam melalui Alquran. Dari sana kita bisa belajar, mengambil hikmah dari setiap pengalaman, mendobrak batas mencari solusi baru terhadap permasalahan yang mungkin terulang. Dari sana pun kita bisa mengeja setiap huruf kesalahan sehingga tidak terulang lagi.

Sejarah pasti berulang, hanya waktu dan orang-orangnya saja yang berbeda, maka akan sangat beruntung orang yang belajar dari catatan sejarah. Ia akan tahu bagaimana menghadapi itu semua.
Apa yang kita tulis hari ini, adalah satu upaya untuk melahirkan sebuah paragraf sejarah. Rangkaian kata yang akan menjadi kenangan bagi kita dan semoga menjadi pelajaran bagi sesudah kita. Agar tak ada lagi yang segamang kita.

Semoga Generasi pengusung dakwah kampus berikutnya atau siapapun akan belajar banyak dari ini, dari apa yang hari ini ditulis di atas kertas. Begitupun mungkin cucu-cucu kita, suatu saat kelak ketika kita tak kuasa bercerita lagi kepadanya, maka ia akan membaca tulisan-tulisan ini.

Bayangkan sekiranya momen puncak kebangkitan islam hadir disaat mereka membaca tulisan ini. Ah, betapa bangganya mereka… ketika tahu kalau kakek dan neneknya dulu pernah menjadi aktivis da’wah, menjadi orang-orang yang mempersiapkan kebangkitan islam. Dan tentu dengan suara latahnya ia akan takbir untuk kita; ALLAHUAKBAR. Kita pun juga akan tersenyum mengenang kembali masa-masa ini, ingin lagi mengepalkan tangan ke angkasa, melompat dan takbir sekuat-kuatnya. ALLAHUAKBAR!!!.nahnu ansharullah

Semoga apa yang kita tulis hari ini, menjadi penyemangat di kala kita lelah dan lemah, menjadi pengingat di kala usia telah senja. Semoga tiap lembar yang kita kumpulkan menjadi pelajaran dan panduan bagi generasi setelah kita.
Maka teruslah menulis, ciptakan karya-karya besar, agar ia jadi kenangan yang indah di akhir usia kita.
tempat istirahat kita bukan disini, sungguh bukan disini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s