Mengintip Pergerakan Mahasiswa Melalui Famplet

Sejatinya sebuah organisasi mahasiswa adalah lumbung ide dan kreatifitas, di dalamnya terjadi proses mencari sesuatu, entah itu formula baru atau resep penyelesaian masalah yang aplikatif. Di dalamnya yang kadang tidak terlihat oleh mata telanjang, bertarung berbagai ideologi dan kepentingan, percikan-percikan dinamika yang membuat orang yang berada di dalamnya menjadi tumbuh besar atau kian kerdil.

Tapi disini, di tempat yang jauh dari organisasi manapun, kita berdiri di pinggir orbitnya, melihat mereka melintas. Maka ada banyak yang sudah mati suri, atau benar-benar mati.
Beberapa hari yang lalu, saya dan seorang teman mengunjungi beberapa perguruan tinggi di kota padang. Dibeberapa perguruan tinggi, saya merasa tidak tengah berdiri di dalam pusaran mahasiswa. Kampus yang lengang. Bukan karena tidak ada mahasiswa atau dosen, tetapi karena tidak ada aktivitas kemahasiswaan disana, yang saya maksud bukan perkuliahan karena itu sudah pasti, tapi ini soal organisasi, gerakan dan perubahan. Saya hanya melihat sekumpulan orang, berserak-serak tanpa arah, onggokan ketumpulan.
Saya simpulkan ini dari ‘jendela’ famplet.
Eksistensi sebuah organisasi mahasiswa dapat dilihat dari berita yang muncul tentang keberadaannya. Bisa melalui media elektronik, cetak atau even. Dan famplet menjadi salah satunya. Makin sering kita temukan beritanya, berarti organisasi tadi makin menggeliat, atau kalaupun jarang diberitakan tetapi tetap ada berarti ia masih hidup.
Namun mading-mading (Majalah Dinding = papan pengumuman) yang berjejer di beberapa kampus yang saya temui, sama sekali kosong dari famplet-famplet. Di tempat lain famplet yang mengisi mading justru yang sudah kadaluwarsa, bayangkan di famplet itu tercantum tanggal 28 juni 2008 oleh BEM Universitas titik-titik.. dan tidak ada satu famplet lain pun yang menimpalinya.. Mana mereka, apa yang dilakukan.
Ini menjadi sedikit gambaran tentang aktivitas kemahasiswaan di universitas tersebut, tidak banyak dialektika yang berkembang di dalamnya, miskin kreativitas, tidak banyak berkarya.. karena famplet sebagian besar adalah gambaran agenda yang dilakukan sebuah organisasi, ia juga gambaran dan luapan ide-ide pemikiran yang dituangkan lewat tulisan.
Maka tuliskan apa saja, famplet itu tidak mesti berisi tentang acara yang akan dilaksanakan akan tetapi bisa juga di isi dengan ide-ide dan pandangan organisasi terhadap peristiwa atau apapun itu. Bukankah itu, tidak sulit. Tulis kemudian tempel, dan orang akan melihat bahwa kita masih ada. Show Up your organization

Iklan

One response to “Mengintip Pergerakan Mahasiswa Melalui Famplet

  1. benar. kalau sedang ke kampus saya suka liat2 pamflet di dindingnya. memastikan bahwa anak-anak muda itu tersu berkarya. dan pelan-pelan menahan keinginan untuk bergabung (kembali) dengan mereka, he-he-he.

    salam kenal.
    masmpep.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s