Perjalanan Penuh Kejutan Menuju Sarjana

adrian menuju-sh-08

“ …. terakhir, saya ingin menyampaikan kepada kita semua, bapak, ibuk dan teman-teman. Bahwa islam, agama kita semua, tidak hanya sekedar aturan tentang ibadah, tetapi ia adalah sistem hukum itu sendiri. Islam adalah sistem hukum. ”
(adrian fetriskha)

Skripsi Bernilai A
Senin 24 November lalu, saya ujian komprehensif untuk mempertahankan skripsi yang telah selesai ditulis. Hampir dua jam lamanya, saya duduk dalam ruangan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan pak Apriwal Gusti, SH, buk Nelwitis, SH dan pak Yoserwan, SH, LLM. Setelah selesai menjawab seluruh pertanyaan dari dosen penguji, Pak Yoserwan kemudian bertanya lagi, apakah saya ingin menyampaikan sesuatu, maka saya katakan bahwa saya sangat berterima kasih atas seluruh masukan yang diberikan demi perbaikan skripsi ini,,

Dan saya lanjutkan dengan kalimat seperti yang tertulis pada bagian atas tulisan ini. Saya sampaikan itu kepada para dosen penguji dan pembimbing, serta beberapa teman-teman yang hadir di ruangan kompre. Saya masih ingat bagaimana ekspresi dosen-dosen ketika itu, menjadi berubah dan diam. Inilah inti skripsi saya sebenarnya, skripsi yang berjudul pidana mati dalam hukum pidana Indonesia dan Hukum Pidana Islam, pada dasarnya adalah menawarkan konsep pemidanaan Islam ke dalam system hukum Indonesia. Sesuatu yang lebih jelasnya hendak mengatakan bahwa Islam adalah sistem hukum.

Alhamdulillah, dari skripsi itu saya mendapatkan nilai A. ini adalah kejutan-kejutan kesekian kalinya ketika saya menyelesaikan skripsi. Ini tidaklah bermaksud riya, tapi saya hanya ingin menjadi saksi atas kebenaran janji-janji Allah, saksi atas begitu banyaknya pertolongan Allah.

Saya ingin mengatakan kepada kita semua bahwa ketika apa yang kita lakukan ditujukan untuk Allah, ditujukan dalam rangka da’wah untuk menolong agama Nya. Maka janji Nya seperti yang tertera dalam Alquran surat Muhammad ayat 7 akan menghampiri kita, karena Allah tidak pernah ingkar janji

Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (Muhammad:7)

ketika yakin bahwa Allah akan membantu kita, ketika berprasangka baik kepada Nya, maka bersiaplah menerima kejutan-kejutan kemudahan yang diberikanNya.
Pertolongan Allah Dalam Menyelesaikan Skripsi
Saya memulai penulisan proposal skripsi di pertengahan juni. Di awal Juli saya menyerahkan proposal tersebut ke buk Yusrida, SH MH selaku pembimbing II, ia kemudian meminta saya untuk membaca beberapa buku yang direkomendasikan. Setelah hari itu, saya tidak lagi menemuinya karena ada beberapa kesibukan lain. Barulah dua bulan berikutnya saya menemui Ibuk lagi, ia minta untuk memperbaiki beberapa poin dari proposal itu. Esoknya saya datang lagi membawa perbaikan proposal dan ia langsung menyetujuinya.

Kemudian proposal itu saya bawa ke pembimbing I, Prof Dr Elwi Danil, SH MH yang juga adalah Dekan Fakultas Hukum. Tidak butuh waktu lama, tiga hari kemudian tanpa ada konsultasi, Bapak menyuruh saya mengambil proposal skripsi di ruangannya. dan ternyata proposal itu sudah di tandatangani.

Ketika memasuki masa-masa penulisan dan bimbingan draf skripsi dengan Pembimbing II, berbagai kemudahan itu datang lagi. Saya benar-benar tidak menemukan sesuatu yang dilkeluhkan oleh teman-teman lain mengenai pembimbingnya. Menurut mereka dosen pembimbing mereka ada yang tidak bersedia ditemui, ada yang menghilang, ada merobek draf, ada yang menghina dan sebagainya. Tetapi saya, alhamdulillah, tidak. Setiap kali bimbingan saya selalu di motivasi, selalu dapat taujih, selalu diberi bahan-bahan skripsi dan yang terpenting Buk Yusrida selalu mengingatkan saya bahwa Islam adalah sempurna. 12 November draf skripsi saya di ACC (disetujui) oleh buk yusrida. Selanjutnya harus diserahkan ke pembimbing I.

Ternyata pak Elwi Danil, pembimbing I sedang keluar kota dan baru kembali 4 hari lagi ke Padang. 4 hari lagi berarti tanggal 16 November, sementara batas akhir pendaftaran untuk ujian komprehensif adalah tanggal 20. Saya bisa gagal wisuda bulan desember sekiranya draf saya tidak disetujui dalam 4 hari kedepan oleh pembimbing I. Sepertinya memang sangat sulit, dengan pembimbing II saja perlu waktu lebih kurang sebulan untuk bimbingan draf, bagaimana mungkin dengan pembimbing I yang seorang professor bisa selesai 4 hari.

Maka ketika itu tidak ada lagi yang saya harapkan selain pertolongan Allah. Senin tanggal 17 November, saya menemui bapak yang baru kembali dari Pekanbaru, kemudian saya serahkan draf tersebut sekitar pukul 9. Bapak kemudian bilang untuk menjemput lagi draf ini seminggu kemudian , berarti tanggal 24. Saya hanya bisa diam, tanggal 24 berarti, pendaftaran telah ditutup dan saya tidak bisa wisuda desember ini. Saya kemudian keluar dengan semangat yang lemah, batal sudah wisuda desember ini.

Saya benar-benar bingung, tidak tahu harus bagaimana lagi, lebih kurang satu jam saya hanya duduk di kursi tamu ruang dekanat. Kemudian saya berfikir, kalau pendaftarannya bisa di tunda sampai tanggal 24 maka saya masih punya kesempatan. Seketika itu juga saya menemui Bapak kembali, karena ia juga seorang Dekan tentu bisalah untuk membuat kebijakan pengunduran pendaftaran ujian komprehensif.

Saya masuk ke ruangannya, kemudian menyampaikan kemungkinan pengunduran pendaftaran komprehensif sampai tanggal 24, karena kalo batas akhir pendaftaran itu tanggal 20 maka saya tidak akan bisa mendaftar. Ia kemudian mengeluarkan draf skripsi saya yang tadi diletakkan di dalam laci dan membubuhkan tandatangan di atasnya, draf tersebut langsung di ACC. Cuma selang waktu 2 jam sejak saya menyerahkannya tadi pagi dan draf itu langsung di ACC. Alhamdulillah, ini kemudahan berikutnya, padahal sebenarnya butuh waktu minimal dua bulan untuk itu. Dan dengan kuasa Allah dua bulan itu berubah menjadi dua jam saja. Karena draf skripsi saya sudah disetujui, maka saya langsung mendaftar untuk ujian komprehensif.

Dan ketika ujian, kemudahan lain pun muncul. Rasanya tidak ada pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dosen pembimbing yang berkaitan dengan materi kuliah dari semester 1 hingga 7. Mungkin cuma dua saja, sisanya adalah pertanyaan yang berkaitan dengan muatan skripsi, tentang ideologi Islam saya, tentang keberpihakan saya terhadap Islam bahkan ada pertanyaan; “dari mana saya belajar Islam”, “apa background pendidikan saya”, “bagaimana bisa hafal ayat alquran”. Seluruh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu tidak pernah ada dalam materi kuliah melainkan ada dalam tiap kali diskusi-diskusi kita di da’wah kampus, ada dalam taujih-taujih kita sebelum syuro, disana jawaban itu berada. Kejadian seperti ini dulu hanya saya dapatkan dari cerita ikhwan lain, dimana ketika mereka ujian skripsi seluruh soal berasal dari buku yang mereka baca semalam. Saya dulu tidak terlalu percaya cerita itu, paling-paling hanya sekedar motivasi. Tapi hari itu, 24 november, saya mengalami sendiri. Maha besar Allah.

Ini hanya sebagian kemudahan saja, masih banyak yang lain..

Maka sekali lagi Allah telah tunjukkan kekuasaannya kepada saya. Alhamdulillah. Kepada seluruh ikhwan dan Akhwat, saya ingin mengatakan, bahwa Allah tidak pernah ingkar janji, Ia pasti menolong kita.

9 responses to “Perjalanan Penuh Kejutan Menuju Sarjana

  1. terharu.

    sudah banyak bukti yg menguatkan, sy di paksa percaya.🙂

    banyak berita bahagia menjelang awal bulan desember ini, subhanallah..

    semoga Allah swt menguatkan.🙂

  2. Assalamu’alaikum w w,
    Alhamdulillah antum telah melewati fase akhir dalam studi sarjana. Merasakan begitu banyaknya kemudahan yang diberikan Allah di saat-saat genting. Ingat, ini belum seberapa dibanding dengan pertolongan Alah berikutnya bagi hamba2Nya yang istiqamah di jalanNya. Semakin besar pengorbanan yang antum berikan dalam menegakkan kalimatNya, maka insyaAllah semakin besar pula kebaikan di dunia dan akhirat yang antum tuai.
    Jalin hubungan terus dengan pembimbing. Apalagi Pembimbing I termasuk orang besar di daerah ini. Komisaris PT SP. Minta saran beliau dan berceritalah tentang rencana antum ke depan. Dulu Pembimbing Ana juga mempromosikan Ana ke sana kemari, Alhamdulilah sekarang sampai di Andalusia.
    Sungguh kalau kita serius menekuni jalan ini, maka banyak kemudahan yang diberikan Allah, tinggal menunggu waktu. Ana lihat nih, Akh Zain, lulus jadi PNS di kampung sendiri, Hasdi lulus jadi Dosen Unand. Untuk Salim dan Adrian, tinggal menunggu waktu… Ya tinggal menunggu waktu. Perlu kesabaran dan keikhlasan.
    Terakhir….
    Ana sadar bahwa Ana bisa seperti ini adalah karena dakwah, oleh karenanya, Ana berkewajiban untuk turut membesarkan dakwah tsb.
    Wassalam

  3. Subhanallah,
    Alhamdulillah,
    Allahu Akbar!!!
    Bg bgi2 ilmux k ana jg y,
    doakn ana spy bsa jd pnerus bg y

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s