Jangan Memakai … Jilbab !

Bagi saya pribadi ini bukanlah permasalahan mendasar apalagi karena saya adalah seorang laki-laki, yang tidak akan pernah menggunakan jilbab sampai kapan pun. Kecuali ada syariat baru dari Allah, sepertinya itu tidak akan terjadi karena risalah telah ditutup, tidak akan ada lagi syariat baru selain apa yang telah tertulis dengan begitu sempurna dalam Alquran.

Tetapi menjadi sesuatu yang mengganjal dan membuat saya sedikit risih melihat fenomena hari ini. Entah ini karena dangkalnya pemahaman tentang bagaimana ber jilbab, karena memang saya tidak pernah belajar itu, selain dari apa yang saya fahami melalui membaca sedikit dari begitu banyak buku yang membahas tentang jilbab.

Saya pernah sampaikan hal ini ke adik saya beberapa bulan lalu, tetapi belum ke yang lain. Padahal bukan adik saya saja yang pernah melakukan itu. Sebagian akhwat. Kemaren saya pernah mengisi pelatihan disalah satu fakultas, lagi-lagi saya menemukan hal itu. Sesuatu yang membuat saya sedikit merasa aneh melihatnya. Beberapa bulan yang lalu, ketika saya ke Bogor, saya pun menyaksikan hal sama. Disana hadir utusan dari beberapa universitas di Indonesia, ada Unpad, ITB, UGM, UI, Unair, Unhas, ITS, IPB. Bahkan dipentas semacam FSLDKN sekalipun, hal itu di temui. Maka agaknya hal ini telah menjadi sebuah ‘trend’ di kalangan sebagian kecil (mungkin) akhwat di Indonesia.
Sebenarnya permasalahannya simple saja. Saya sering mendapati ketika mengisi pelatihan baik peserta maupun panitia, adik-adik angkatan saya, sebagian kecil memakai almamater atau jaket LDK diluar jilbabnya. Sehingga dengan begitu ia akan terlihat sama dengan muslimah lain yang hanya melilitkan kain kecil di kepala. Karena hanya kepala sajalah yang pada akhirnya terlihat tertutup oleh jilbab yang tadinya lebar. Maka sedalam dan selebar apapun jilbab yang dikenakan, itu menjadi tidak berarti ketika, di luarnya ditutup lagi dengan jaket.
Sementara kita tahu salah satu fungsi jilbab itu sebenarnya adalah untuk menyamarkan. Dan fungsi itu menjadi hilang, ketika ada jaket yang melapisinya di luar.

Alangkah lebih bijaknya, jika tetap ingin menggunakan jaket, dikenakan saja di dalam jilbab. Saya yakin alasan kita menggunkan jaket adalah untuk melawan udara dingin, atau kalau sedang berada dalam sebuah acara fungsinya adalah agar panitia atau peserta terlihat seragam, atau alasan lain. Tapi apapun alasannya, itu semua tidak akan terhalang ketika jaket itu dikenakan di dalam jilbab. Kecuali kalau ada yang memakai jaket untuk memamerkan logo, tulisan atau lambang yang tergambar di belakangnya, saya rasa tidak ada ADK yang seperti itu. Entahlah.. kalau ada, mungkin kita perlu sematkan tanda tanya besar disana.

Mungkin salah satu alasan lain kenapa jaket itu sering ditemukan berada di luar jilbab adalah karena sulit atau repot jika harus dimasukkan ke dalam. Ya, mungkin memang repot dan menyulitkan jika baru dikenakan ketika telah berada di jalan, di bis, di angkot atau di ruang acara. Tetapi menjadi berbeda jika dikenakan sejak akan berangkat dari rumah.
Ketika ini tidak disikapi dengan baik, ia akan menjadi ‘gaya’ tersendiri dalam ruang da’wah. Kemudian seseorang merasa lebih nyaman, lebih bagus, lebih ………(titik-titik) ketika memakai jilbab yang ditutupi dengan jaket. Ketika adik-adik mahasiswa baru melihat bagaimana cara kakak-kakaknya di Forum dan di Mentoring memakai jilbab, mereka pun lantas meniru, ikut-ikutan menggunakan jaket diluar jilbab. Berhasil. adik-adik mencontoh. tapi bukan itu yang hendak kita transfer ke mereka.
Tentu.. ada hal-hal tertentu yang membolehkan jaket itu berada diluar jilbab, pada kondisi yang benar-benar darurat, Tapi apa..?? dan kondisi darurat itupun tidak terjadi disetiap saat.

Saya tidak bermaksud untuk mencari kesalahan, tapi ini hanyalah untuk sekedar mengingatkan saja. Karena permasalahan jilbab adalah permasalahan yang amat krusial, berbeda ketika kita membahas tentang peci atau celana ngatung pada ikhwan. Berbeda sekali.

Sekali lagi, yang diwajibkan berjilbab tentu lebih tahu akan hal ini. Mungkin kurang baik bagi saya untuk nyinyie mengingatkan. Tapi mau bagaimana pun ini harus disampaikan.

Oh ya judul di atas belum selesai… ada titik-titik yang harus di isi, harusnya judulnya berbunyi
Jangan memakai Jaket diluar Jilbab

26 responses to “Jangan Memakai … Jilbab !

  1. ah..antum kolai, ado-ado sae.
    eh, jan lupo buek di bawah artikel ko keterangan:

    “title inspired by al-Firdaus.” (Siapa Bilang Jilbab Diwajibkan?)
    he..he..he..😀

  2. 🙂

    emang benr juga c…

    kdg sy jg mkr gtu..

    tp… wallohu a’lam..

    mungkn ad alsn ttt bg akhwt brpakaian ky gt..

    tp jazakumullah khoer dah mmperhatikan izzah kmi….

  3. subhanallah, bisa terlihat, antum orangnya suka mengamati ya, memang marak sekarang akhwat yang pake jilbab diluar, terlebih musim hujan kayak gini…
    saya juga seorang cewek yang memakai kerudung, dan pernah memakai jaket diluar kerudung juga… apalagi kalo naek motor… iya, ada banyak alasan seh, dan beberapa kali kita juga mengkaji ttg hal itu (jaket diluar jilbab), tetapi intinya diserahkan kemasing-masing. Mungkin untuk ikhwan yang suka khawatir memang akan selalu mengingatkan, tapi… nda tahu juga sih…
    yah, sama2 saling menasehati, dan mengingatkan dalam kebenaran…

  4. tulisan yang bagus!
    saya setuju dg anda
    agaknya salah satu yg paling dilupakan adalah ‘wa qorna fii buyuutikunna’

  5. 🙂 ini rupanya isi artikel yang judulnya membuat ana pnasaran…
    yaa… wallahu’alam…
    ana takut berkomentar karena toh ana juga pernah melakukannya…
    karena mulai dari alasan sengaja sampai tidak sengaja,
    yang bner2 alasan dan cari-cari alasan pun….bisa di lontarkan…
    sebenarnya di kalangan akhwat sndiri hal ini juga sudah jadi perhatian…
    tapi wallahu’alam kadang juga terlalaikan…
    semoga ini bisa jadi perhatian bagi ana dan juga akhwat yang lain…
    sykrn..

  6. TO JAVANESE
    sip sip siiiiip…..

    TO SHAFFIYAH
    jaket bukanlah satu-satunya cara agar jilbab tidak terbang, toh ketika tidak naik motor pun kadang jilbab sering terbang tertiup angin.. Karena adik saya juga akhwat, saya jadi tahu kalo akhwat itu punya banyak jarum, itu bisa digunakan untuk merapikan jilbab.
    Lagian ketika bawa motor nggak ngebut..tidak akan ada masalah..so jangan ngebut, nggak bagus juga kelihatannya.

  7. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmm………….SEPAKAT …SAMA seperti yang antum sampaikan ketika rapat presidium RABBANI 5….hanya satu kalimat tambahan buat para akhawat……..LAKSANAKAN SEGERA jangan lagi BERTANYA…

  8. Assalamu’alaikum
    Ya, belakangan ini saya jadi pelaku juga, nih. Ga sadar, kalo itu masih salah, karena tujuan awalnya supaya saya bisa pake tas ransel di luar jilbab, soalnya aneh kalo pake tas ransel di dalam jilbab, jilbabnya jadi kelihatan besaaaar, kaya gendong apaaaa gitu? Lagian jaketnya tebal, jadi saya pikir ga apa-apa. Hehe, salah ya? Kalo gitu, saya beneran musti beli cermin yang lebih besar, biar bisa bercermin diri sebelum melangkah.
    Ya, sepakat dengan apa yang antum ungkapkan, senada juga dengan aneka pakaian akhawat. Beberapa kali saya sempat membahas hal ini dengan teman-teman. Bukankah perempuan itu adalah perhiasan? sehingga kemudian Allah perintahkan ia untuk memakai hijab agar tersembunyi perhiasan itu? Lalu kenapa malah pakaian yang kita kenakan adalah “perhiasan”, yang menarik mata kala dipandang? Tidak dilarang memakai pakaian berwarna, tapi tidak lantas pakaian yang kita pakai seumpama perhiasan itu sendiri. Karena jika pakaian seumpama perhiasan, apa gunanya Allah perintahkan perempuan untuk menutupi dirinya yang merupakan perhiasan? Hati-hati dengan busana kita akhawat, karena perempuan itu, diamnya saja bisa sangat menarik.
    Wallahua’lam

  9. tidak masalahkan ketika tas juga di dalam jilbab? hanya ada ‘bisikan’ tidak menarik saja dari dalam hati, tapi itu tidaklah mengapa..
    yup uni lebih faham tentunya

  10. Ping-balik: Akhwat, Jilbab Syar’i, dan Jaket « hidup untuk belajar untuk hidup·

  11. ass…..ana sepakat ama antum…emang seharusnya seperti itu…ana sangat tertarik bgt membhas masalah jilbab…jilbab di pakai untuk menutupi bukan ditutupi ama apapun…g’ada alasan untuk menutupi jilbab..klu mau pakai motor kan ada helem jg g’perlu jilbab ditutupi ama jeket atau sejenis…nya,untuk akhwat…tlng lbh diperhatikan lg….syukrun…

  12. yup.. sepakat akh adrian..
    harusnya jilbab itu tdk lg ditutup-tutupi..
    jaketkan untuk menutup tubuh bukan untuk menutup jilbab.. jadi pake jaket di dalam jilbab saja

  13. mas bro….klo kecepetannya >_ 80 terbang2 ja tu jilbab saya liat.
    gimana tu mas bro kita bilang pada mereka???minta berapa berapa lusin tu pentul di suruhh pakein mereke mas bro??
    mas bro, ada yg kurang pas, justru saya liat ketika ibuk2 berjilbab taplak yg u super meja itu bawa motor, justru itu yg makin keliatan mas bro…maka dengan jaket itulah ibuk2 itu tampak tersamarkan mas bro
    itu kata ibuk itu mas bro….
    tp betul sih…
    yup

    • ya siapa suruh untuk ngebut-ngebut....
      tidak ada keteladanan pada ibuk2 yang suka ngebut..
      klo ada yang alasanya : kan sudah terlambat, harus ngebut dunk..
      ya.. siapa suruh ga ngatur jadwal,

  14. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu

    harus lebih berhati hati lagi atuh saya….

    hemmh menurut saya disini, masih banyak yang belum bisa membedakan mana jilbab mana kerudung. jilbab dan kerudung adalah suatu hal yang berbeda.

    perintah berkerudung itu sendiri ada dalam quran surat an nur ayat 31. [ ….. dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya……. ]

    sedangkan perintah berjilbab terdapat dalam surat al ahjab 59 [ ….. hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka…… ]

    pengertian jilbab ini banyak mengandung kontroversi. weeekkk?!! syarat syaratnya sih semua udah pada tahu yang seperti gimana, cuma masih banyak pertanyaan bentuk jilbab itu sendiri seperti apa….. saya juga masih bingung sebenarnya antara mana syari’at mana adat.

    liat surat an nur ayat 60 [ dan pada perempuan tua yang telah berenti dari haid dan mengandung yang tidak ingin menikah lagi, maka tidak ada dosa menanggalkan pakaian luar……..] >>> pakaian luar yang kalau dibuka tidak menampakan aurat

    setelah searcing dari sumber sumber terpercaya, akhirnya ngambil simpulan kalau jibab itu bentuknya seperti baju gamis tapi bukan gamis baju jaman sekarang yang ketat dan pake karet di pinggangnya { kalau itu sih membentuk tubuh), tapi gamis yang longgar, contohnya yang biasa dipake akhwat akhwat dikampus yang pake jilbab gamis longgar + kerudung lebar…
    ====================================================
    jadi menurut saya akhwat pake jaket ga papa, kan pakenya diluar jilbab bukan diluar kerudung ^_^……..
    lagian fungsi jaket banyak. dan ingat akhwat apalagi aktivis pake jaketnya juga yang longgar yang gede bukan yang ngepas….
    ======================================================
    maaf saya koment kaya gini, soalnya jilbab sekarang mempunyai pengertian kerudung. padahal kalau diliat dari akar katanya sendiri jilbab bukan berarti kerudung.

    tapi kalau maksud penulis jilbab adalah kerudung, saya sependapat. ^_^
    salam ukhuwah fillah

      • Wa’alaykumsalam wr wb.
        Mau nambah ni, walaupun bkn ahli fiqh…. sepengetahuan saya fungsinya jilbab n kerudung ini utk nutup aurat, termasuk utk menyamarkan bentuk tubuh. Jd mau pakai jaket di dlm atau luar kerudung, trus jilbab n kerudung mau selebar apapun jg hrs memenuhi fungsi tsb.
        Mohon dikoreksi jk salah ya, trima kasih.
        Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s