Marhaban ya Ramadhan

sahur
dingin
berlari-lari kecil ke mushalla kampung
di pinggir kali
ada sarung melingkar di leher
peci ayah yang kebesaran

bedug
magrib
kolak pisang, teh es

tarawih
berbaris d belakang
ribut
dan di jewer
pulang sambil bermain kembang api

ha.ha. ha
sekarang kata orang bukan masanya lagi

mm…
begitukah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s