Manajemen Penantian

Chair-Alone-wallpapers

Ada yang bilang kalo ’ngaret’ adalah cira khas aktivis dakwah kampus. Jarang sekali atau bahkan tidak pernah kita menemukan adanya acara-acara yang diangkatkan oleh para aktivis dakwah kampus yang ontime sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Entah itu acara intern maupun ekstern, sama saja, selalu saja molor setengah jam atau lebih. Seolah – olah telah ada kesepakatan, kalo acara di jadwalkan pukul 08.00 berarti mulainya pukul 09.00,jadi nggak usah datang pukul 08.00 ntar pukul 09.00 aja baru berangkat, pikiran-pikiran seperti ini membuat kita tidak pernah bisa untuk tepat waktu.

Saya rasa sudah sangat sering, kita mendapatkan materi tentang Manajemen Waktu, tentang kedisiplinan atau tentang urgensinya waktu. Tapi kenapa masih sering saja terlambat. Kebiasaan untuk tidak tepat waktu tampaknya telah menjadi hal yang biasa  bagi kita. Mungkin karena semua sudah seperti itu, hingga jadilah ia sebuah kewajaran.

Orang paling dirugikan ketika ada yang telat adalah mereka yang datang duluan, orang-orang yang mau tidak mau harus berlama-lama menunggu, duduk sendirian dan bersusaha untuk tetap berprasangka baik terhadap saudaranya yang belum datang sambil miscall berkali-kali.

Menunggu memang pekerjaan yang membosankan, waktu seolah berputar begitu lambat. Mungkin sulit untuk berharap agar orang yang kita tunggu segera datang, yang perlu dilakukan adalah memanajemen waktu yang kita gunakan untuk menunggu; manajemen penantian.

Dulu saya memang sangat bosan sekali ketika harus menunggu, tapi sekarang tidak. Banyak hal sebenarnya yang bisa kita lakukan ketika harus menunggu.

Pertama, bagi yang acaranya atau rapatnya di mesjid, bisa untuk shalat sunat duluan. Kalo acaranya di gedung biasanya di sana ada mushalla untuk shalat, maka lebih baik shalatkan? dari pada bengong, jiwapun akan lebih tenang.

Kedua, kita bisa membaca Alquran, saya yakin kita itu kemana-mana selalu bawa alquran kecuali ke WC ya. Nah Alquran itu jangan hanya jadi pemberat tas, baca dan baca, satu atau  beberapa ayat sampai yang ditunggu datang, Kan bagus kalo yang ditunggu ngggak datang, kita bisa khatam.🙂

Ketiga, kita juga bisa menambah hafalan, Jangan bangga deh kalo udah hafal juz 30 masih ada 29 juz lagi. Maka manfaatkan moment menunggu untuk menambah hafalan. Bagi akhwat yang berhalangan, kan nggak boleh megang Alquran tuh, bisa gunakan waktu untuk mengulang hafalannya.

Keempat, Membaca buku, entah itu buku pelajaran, diktat atau buku-buku lain yang pasti akan menambah pengetahuan kita.

Kelima, mengerjakan tugas-tugas kuliah atau tugas-tugas ringan yang lainnya.
Keenam, bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan hobinya, bagi yang hobi menulis silahkan menulis. Bagi yang suka menggambar silahkan menggambar. Sebelum acara atau rapat dimulai kita telah melahirkan satu karya, mana tahu adayang mau beli atau punya kenalan seorang penerbit yang bersedia menerbitkan tulisan yang kita buat. Tapi kalo yang hobi tidur.., gimana ya, lebih baik nggak usah dilakukan.

Ternyata banyak hal positif yang bisa kita lakukan ketika kita harus menunggu. Bisa khatam, hafidz, menyelesaikan tugas dan lain-lain. Mungkin kita tidak perlu lagi sewot pada mereka yang sering terlambat karena insyaallah dengan keterlambatan mereka kita bisa meningkatkan kapasitas diri. Maka “berterima kasihlah” pada mereka yang sering telat.

Tapi tetap ini bukanlah sebuah pembenaran atas keterlambatan-keterlambatan yang masih sering kita lakukan. Silahkan mengevaluasi diri bagi mereka yang masih tidak pernah bisa ontime. Tepat waktu adalah indikator keimanan.

One response to “Manajemen Penantian

  1. iya!!!!
    bener banget…
    jadi buat orang rungsing,bahkan orang ammah seperti saya jadi rada ilfil gimana gitu gara2 ngaret…
    padahal harusnya aktifis ntu lebih bisa menghargai waktu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s