Mengenang FKI Rabbani 07/08

Pengurus FKI Rabbani 07/08

Menapaki langkah-langkah berduri

Menyusuri rawa lembah dan hutan

Berjalan di antara tebing jurang

Semua di lalui demi perjuangan

Letih tubuh di dalam perjalanan

Saat hujan dan badai merasuki badan

Namun jiwa akan tetap bertahan

Karena perjalanan masih panjang

ini rabbani

Jatah waktu untuk memegang panji Rabbani telah berakhir, telah hampir satu tahun amanah ini di embankan di atas pundak yang ringkih. Ketika dicoba untuk mengingat-ingat lagi apa yang telah di lakukan, terkadang ada rasa haru, ada rasa sedih, letih, lelah dan bangga

Semua rasa dilalui bersama.

Inilah Rabbani, yang jiwa-jiwa pengurusnya di ikat oleh satu ikatan akidah, yang tak akan tercerai karena alasan apapun. Karena kami tahu; ukhuwah kami adalah ibadah, ukhuwah kami adalah pahala, ukhuwah kami adalah penguat disaat salah satu diantara kami melemah.

Inilah Rabbani, yang tengah melakukan sebuah perniagaan dengan Rabb nya, perniagaan untuk mendapatkan Surga. Maka kami tidak terlalu peduli saat harus berlelah-lelah. Tidak menjadi soal bagi kami saat harus berhujanan, kesakitan dan perih-perih luka. Disaat beberapa orang kelelahan dengan agenda magang yang harus di adakan di setiap minggu untuk mahasiswa baru 2007, maka bagi kami kelelahan itu adalah sesuatu yang membanggakan, karena itulah yang akan kami banggakan di hadapan Allah. Ya Allah kami telah lakukan.

Inilah Rabbani, Tidak peduli kami dengan tidak adanya pujian dan mahkota penghormatan. Sungguh bukan itu yang kami cari. Tidak peduli kami ketika tidak ada sertifikat penghargaan untuk seluruh keaktivan kami, lagi-lagi bukan karena itu kami disini. Hanyalah Allah dan cukuplah Allah bagi kami.

titik nol

Berada disini bersama orang-orang yang tak pernah lelah sungguh merupakan sebuah kenangan tersendiri. Tak bisa dilupakan dan tak ingin untuk dilupakan. Setiap moment nya begitu menyejarah. Ya.. begitu kuat terekam di dalam memori.

Auditorium Unand, sayap timur, 18:05, Satu tahun lalu. 13 Mei 07.

….berdasarkan hasil rapat formatur, maka untuk Ketua umum FKI Rabbani periode 2007-2008 kita amanahkan ke.. saudara kita dari fakultas hukum.. angkatan 2004..

adrian fetriskha, kemudian untuk wakil ketua kita amanahkan ke ..…dst

( akh.Agus Salim. KU Rabbani 0607 )

Masih jelas sekali kata-kata yang diucapkan bang salim sebagai perwakilan tim formatur hari itu. Dada ana bergemuruh,, tidak tahu kenapa tiba-tiba saja ada air yang mengalir di sudut mata. Terbayang akan amanah berat di sebuah organisasi yang “belum” begitu ana kenal, terbayang akan kapasitas diri yang belum cukup..astagfirullah al’adzim. Kuatkan hamba Ya Allah.

Ana tahu, ana tidak sendiri, Formatur mubes menempatkan orang-orang yang sangat hebat di sekeliling ana sebagai DPH; ada bang Ramadhona, Romel Panarta, Lusy Desriani dan kak Riana Pertiwi. Merekalah yang di kemudian hari memberikan kontribusi yang teramat besar bagi Rabbani.

Ana tahu, ana tidak akan pernah sendiri, akan ada banyak saudara yang akan menguatkan pijakan kaki ini. Magrib itu, selepas Mubes, ada beberapa SMS yang muncul di HP Nokia 1100 ana.

Sungguh beruntung, tiada merugi kehidupan seorang muslim. Bila ia mendapat rezqi ia bersyukur, itu adalah kebaikan baginya. Bila mendapat ujian ia bersabar dan itupun kebaikan baginya, sungguh segala sesuatu itu sudah ditetapkan Allah. Tinggal kita menjalaninya, berusaha dengan sungguh-sungguh dan bertawakal pada Allah SWT, Tiada salah bila merasa sedih dan berat karena itu adalah fitrah sbg manusia, yang pasti tetap bersabar ya, karena pasti ada skenario lain dari Allah. Keep Spirit. Innallaha ma’ana

( umair luthfi : andrew valentino. dulu kita pernah satu tim. 13 mei, 20:32)

Afwan, ana mo mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi raji’un atas amanah barunya, semoga amanah baru ini menjaga antum dari semuanya

( athyrah. 14 mei 05:44)

Selamat mendulang permata-permata amal dengan amanah da’wah yang baru. Ana tsiqoh antum bisa mengemban beban yang mulia ini, semoga menjadi hamba yang mencintai dan dicintainya

( b’ ihsan iswaldi. 14 mei. 05:54 )

Ass. Da, innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Koq uda lo yg jadi amir FKI?? He he, semoga uda bisa menjalankan amanah dengan baik

( dian silvira : adikku tercinta. 14 mei. 08:34 )

… semoga Allah memberi kekuatan untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya

( anggi : rangtalu juo. 16 mei. 20:01 )

Jangan pernah mersa shaleh hanya karena kita berada pada posisis terdepan di wajihah da’wah, semakin tinggi kita, maka akan semakin tinggi standar ujian yang akan diberikan Allah. Dan dengan Kemahaadilan Allah, ujian itu akan selalu berbanding lurus dengan penghargaan yang akan diberikan-Nya. Tapi tentu saja indikator kualitas diri kita tak hanya bis adilihat dari posisi kita hari ini, melainkan seberapa sukses kita menyelesaikan setiap amanah dan seberapa besar ia berperan dalam pematangan keshalehan dan kemuslihan kita. Selamat mengemban amanah…..

( marhamah : rangtalu juo. 17 mei. 12:00 )

… terpilihnya kita diposisi apa dan dimana pun, insyaallah semua sudah merupakan amanah yang dititipkan Allah melalui saudara kita, manusia tidak tahu apa yang kan terjadi tetapi kita harus mengerjakan apa yang dapat kita lakukan tentunya untuk tegaknya da’wah…..

( k’nana : dulu DPP ana saat di LPI. 13;11 )

Memang hanya sepenggal SMS yang mereka kirim, tetapi sesungguhnya itu memberikan begitu banyak kekuatan pada diri ini.. jazakumullah.

Gedung F2.5. 16:30. Sore di luar begitu indah.

Setelah lebih kurang 2 minggu DPH merapatkan susunan kepengurusan, akhirnya sore itu, Rabu, 6 Juni, kita sosialisasikan nama Presidium dan seluruh pengurus Rabbani. Ana masih ingat ekspresi wajah-wajah ‘lugu’ yang hadir hari itu, wajah-wajah yang masih menyimpan seribu tanya tentang Rabbani, tentang apa yang akan dilakukan, karena memang sebagian besar yang hadir adalah pemain baru, termasuk ana.

Presidium Rabbani yang terdiri dari : Zenius Madi, Zulfikar, Julio Eiffelt R, Mardoni, Andrew Valentine, Hendra Syahputra, David Rahmadi, Mardalia, Aysia Oktavia, plus DPH, sungguh merupakan tim yang ana harapkan mampu menggetarkan kampus ini dengan agenda-agendanya, karena mereka orang-orang hebat.. ana tahu itu.

Begitu juga dengan seluruh pengurus, Sungguh ana mencintai antum karena Allah. Antum mungkin tidak terlalu kenal ana, tidak pernah berinteraksi dengan ana, tidak tahu karakter ana, tapi tidak pernah berontak atas kehadiran ana..syukron jazakumullah atas ketaatannya, meski dipimpin oleh seseorang yang serba kurang.

titik nol koma satu

Bagi ana FKI Rabbani adalah sesuatu yang baru, karena ana sebelumnya tidak terlalu sering terlibat di dalam dinamikanya, kalaupun terlibat itu hanya sebatas kehadiran ana di FORKOR saat menjadi Ketum LPI, selain itu, ana pernah sekali menjadi panitia seksi perlengkapan untuk acara Puskomdays. Itu saja. Tidak ada yang lain.

Sehingga ketika di amanahkan di Rabbani, ana benar-benar bingung, tidak tahu harus memulainya dari mana, apa yang pertama kali harus dikerjakan, bagaimana mekanisme kerja dan budayanya. ana benar-benar tidak tahu. Semua serba tak jelas, kabur, tipis, samar, gelap.

Butuh belajar cepat agar bisa beradaptasi di dalamnya, dan seperti kita memang dituntut untuk itu. Ana pergi ke sekre, kemudian membongkar semua arsip-arsip tahun lalu, membaca apa saja yang ada di sekre; LPJ tahun lalu, buku taushiyah, buku tamu, surat-surat, bundelan-bundelan, bahkan beberapa file di atas loteng sekre pernah ana turunkan. Rasanya tidak ada yang terlewatkan, semua dibaca dan dipelajari. Buku-buku yang berkaitan dengan da’wah kampus nasional juga ’terpaksa’ ana baca. Karena kita dituntut untuk belajar cepat, ana harus sering bertanya dan bertanya dengan Ketua sebelumnya, dengan b’zen, b’hasdi dan b’salim. Sekedar ingin mendengarkan pengalaman mereka, tentang apa yang mereka lakukan di awal-awal kepengurusan dulunya. Terkadang ketika bertemu dengan mereka ana tidak bertanya apapun, hanya mengatakan; ”ana bingung bang, ana tidak tahu apapun”. Sebagian besar transfer pengalaman juga ana dapatkan dari b’idon yang tahun lalu menjadi kordinator Dept.Syiram. Ana rasa sebagian besar pengurus juga akan melakukan hal yang sama, karena banyak yang juga baru kali ini hadir dalam dinamika Rabbani

titik seperempat

Belum lepas dari kebingungan dengan amanah di tempat baru, ana dan seluruh pengurus baru, harus lagi berhadapan dengan sesuatu yang juga baru, yang tidak ada pada kepengurusan sebelumnya : Program Magang Mahasiswa Baru yang merupakan bagian dari SAPS. Awalnya memang bingung dan gamang tapi kemudian semua berjalan dengan baik. Semua karena energi besar saudaraku-saudaraku, pengurus Rabbani, yang tak pernah lelah meski harus mengadakan acara disetiap akhir minggu untuk 618 Mahasiswa Baru yang terdaftar Magang di Rabbani dan juga dituntut untuk melaksanakan program kerja masing-masing departemen. Ana bangga dengan antum semua, yang tak pernah lelah dan letih.

Banyak hal telah kita lakukan dan lalui bersama bersama. Masih ingatkah, saat Up Grading pengurus di Pelataran Mesjid Nurul ’ilmi ? saat kita harus melawan hujan yang lebat setiap kali berbicara.. Masih ingatkah saat rapat presidium pertama yang begitu ramai? Masih ingatkah dengan Rapat Pleno kita pertama? Saat ana ’marah’ di depan antum yang datang terlambat. Akhi ingatkah saat kita membersihkan dan bermalam di sekre? kemudian ada gempa yang membangunkan kita. Akhi masih ingatkah saat bermalam di audit? mempersipkan acara untuk esok paginya. Masih ingatkah dengan perjalanan panjang menyusuri Batu Busuk saat kita rihlah dengan adik-adik magang? Masih ingatkah saat mengangkat barang-barang bazaar? Masih ingatkah… Ana masih ingat itu semua. Siapa saja yang menangis, mengantuk, mengeluh, mengomel dan ’curhat-curhat’ antum, ana masih ingat. Siapa saja yang datang on time, yang sering terlambat dan yang tidak pernah datang sama sekali, insyaallah ana tidak akan lupa.

Terkadang memang melelahkan, membuat letih dan perih. Tapi ternyata justru itu yang menjadi kenangan. Disamping hal-hal yang indah tentunya. Cobalah di ingat lagi, setiap episode kita ternyata menyenangkan, kalaupun perih coba renungkan lagi, ada hikmah dan pelajaran yang kita dapat, bukan? Ya.. begitu banyak malah. Masing-masing kita punya versi tersendiri.

Ana pun telah dapat banyak pelajaran dan pengalaman disini. Setiap antum memberi pelajaran bagi ana, tanpa pernah antum sadari. Tentang keikhlasan, tentang semangat, ukhuwah, pengorbanan, mujahadah dan begitu banyak pelajaran lain di setiap kebersamaan kita. Mesjid Muttaqin, Nurul ’ilmi dan Darusssalam menjadi saksi bahwa taushiyah-taushiyah yang antum sampaikan disetiap kali rapat kita, telah berkontribusi dalam merubah diri ini. Jazakumullah khairan katsira..

bukan titik

Kepengurusan ini telah sampai di ujungnya, tapi bukan benar-benar sebuah akhir, hanya peralihan saja.

Afwan, saudaraku jika ada kata yang tak pantas, ada sikap yang tak layak, ada banyak hal menjadi hak antum yang tidak ana tunaikan, maka maafkanlah. Kelak kita tidak akan lagi berada dalam satu wajihah, kita tidak akan lagi berada di dalam kapal yang sama. Tapi yakinlah dimanapun kita berada, lautan kita tetap sama, angin yang membelai dan badai yang menghadang pun juga akan sama. Dan matahari yang memanasi ubun-ubun ini juga akan tetap sama. dan pekik kemenangan kitapun akan selalu sama. ALLAHUAKBAR !!

Kelak saat kaki merapuh dan rambut memutih

sungguh, masa-masa ini lah

yang kan selalu kita rindukan

6 responses to “Mengenang FKI Rabbani 07/08

  1. Assalamu’alaikum wr. wb.
    Salah satu hal yang membuat kita istiqamah di jalan dakwah ini adalah ketika Allah menganugerahkan rasa kasih sayang di jiwa-jiwa muhariknya. Salah satu hal juga yang Ana ingin segera dapatkan dari setiap Mubes UKM FKI Rabbani adalah membaca LPJ pengurus, terkhusus LPJ Ketua Umumnya. Masing2 Ketum setiap periode memiliki kekhasan tersendiri. Subhanallah. Yang membuat ana takjub adalah rangkaian kata2 indah dalam setiap barisnya. Sungguh menyentuh, yang membuat air mata ini menetes dengan sendirinya.
    Selamat menjalankan amanah berikutnya Akh Adrian Fetriskha.
    Wassalam

  2. assalamu’alaikum…

    wah, versi webnya dah published

    tapi, menu ‘presidium di mataku’ kenapa gak ditampilin yan?
    🙂 mungkin privasi ya

    oya, yan…via forum ini, pra forum lainnya, ana mo sampaikan parade afwan (spesial 4 ketum) nih:

    1. afwan sudah banyak ‘ngomel’🙂, ‘curhat’, ‘keluhan’ yang antum, subhanalloh, ana liat begitu sabar menghadapinya.
    2. afwan atas standar sekum yang belum bisa ana interpretasi dengan paripurna. alih-alih fokus dan prof dalam pengarsipan; ana banyak ‘membuat’ antum melakukan perapian dan proses pengarsipan sebagai back up (meski ana yakin antum pun emang gape dan hobi).
    3.afwan atas keterlambatan dan ketidakhadiran (informed/uninformed) ana saat rapres/acara2 rabbani.
    4. afwan kalo akhir2 ni qt jarang bareng pergi LQ.
    5. afwan kalo pas rapres2 terakhir konsen sebagian ikhwan teralihkan pada toshiba sehingga membuat antum gak terperhatikan dan adab rapat pun terlalaikan.
    6. afwan atas ketidakamanahan
    7. afwan untuk segala2nya…baik saat kepengurusan maupun dalam interaksi sehari2…

    now…parade syukron:
    1. syukron atas keteladanan kesabaran antum yang ana bisa pelajari.
    2. syukron atas keteladanan kerapian dan perapian antun yang, jujur, belum bisa ana aplikasikan ke diri ana (susah sekali untuk rapi-merapikan, tapi bukan gak mungkin kan.) dan antum telah ‘menyentil’ ana secara gak langsung agar ana lebih baik.
    3. syukron atas keteladanan pengertian dan kemandirian antum yang patut ditiru.
    4. syukron atas keteladanan senyum dan tausiyah yang menggelitik nalar. mencerahkan.
    5. syukron atas keteladanan tadhiyyah antum. a hero has been born in rabbani.
    6. syukron atas keteladanan pemahaman dakwah antum yang, jujur, terkadang membuat ana sangat merasa naif (pada diri sendiri)…do’akan ana bisa tegar di jalan ini.
    7. syukron atas segala-galanya dari antum. inspiratif.

    sedikit ngawur.
    tapi inilah rasa.
    tak bisa didustai.
    bergetar hati ini kala kita sudah
    melangkah
    pada zona hitung mundur
    apalagi nanti
    saat kita melangkah
    pada zona pengadilan YANG MAHA TINGGI

    saudaraku,
    semoga ukhuwwah kita gak sampai di sini.
    mungkin/pasti kita gak sepayung lagi dalam organisasi.

    tapi izinkan serenada itu tetap dimainkan…

  3. subhanallah….
    dipublish disiko yo…
    banyak hal sederhana yang kaya makna ketika ambo jadi jundi antum…
    banyak kenangan …ndk pandai ambo manulisannyo do…
    cukuplah …insyaallah cukuplah allah yang tahu apo yang sebenarnya ado di hatiko…

    ingek antum ketika ambo manyampaikan suatu hal yang membuat ambo “kecewa”…
    memang ndak ambo sampaikan apo detailnyo..
    tapi dah antum follow up-i solusinya dengan suatu kebijakan ketika musim sering hujan…
    akh, antum pasti tahu apo yang dimaksudkan walaupun tidak sepenuhnya…

    salute untuk grandplanningnyo…
    semoga dimudahkan dan disegerakan…
    sahabat ‘kecilmu’…
    umairluthfi akhukumfillah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s