<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>.: rangtalu rabbani :.</title>
	<atom:link href="http://rangtalu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rangtalu.wordpress.com</link>
	<description>setipis dan sesamar apapun, jejak tetaplah akan menjadi sejarah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Oct 2009 08:14:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='rangtalu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/4880a72f401cf50ae1c64dfc64c15513?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>.: rangtalu rabbani :.</title>
		<link>http://rangtalu.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>jihad</title>
		<link>http://rangtalu.wordpress.com/2009/10/28/jihad/</link>
		<comments>http://rangtalu.wordpress.com/2009/10/28/jihad/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 08:14:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rangtalu</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rangtalu.wordpress.com/?p=354</guid>
		<description><![CDATA[jihad daun tak pernah berhenti, meski ia telah jatuh gugur..
kau tahu.. demikian juga lah hendaknya hentak semangat jihadmu
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=354&subd=rangtalu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>jihad daun tak pernah berhenti, meski ia telah jatuh gugur..<br />
kau tahu.. demikian juga lah hendaknya hentak semangat jihadmu</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rangtalu.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rangtalu.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rangtalu.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rangtalu.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rangtalu.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rangtalu.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rangtalu.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rangtalu.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rangtalu.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rangtalu.wordpress.com/354/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=354&subd=rangtalu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rangtalu.wordpress.com/2009/10/28/jihad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe63cd0e9f11237c3dc3fa3625cc4fe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rangtalu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kematian hati</title>
		<link>http://rangtalu.wordpress.com/2009/10/22/kematian-hati/</link>
		<comments>http://rangtalu.wordpress.com/2009/10/22/kematian-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 17:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rangtalu</dc:creator>
				<category><![CDATA[taujihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rangtalu.wordpress.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya.  Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa,tanpa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=352&subd=rangtalu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih. <span id="more-352"></span>Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya.  Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa,tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri. Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.  Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.  Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri. Asshiddiq Abu Bakar Ra. Selalu gemetar saat dipuji orang. &#8220;Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka&#8221;, ucapnya lirih.  Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana,lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidak-sesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang.  Mereka telah menukar kerja dengan kata. Dimana kau letakkan dirimu? Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut. Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa. Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma&#8217;siat menggodamu dan engkau meni&#8217;matinya? Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia?  Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu : 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1.500 responden usia SMP &amp; SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan.  Mungkin engkau mulai berfikir &#8220;Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh&#8221; Betapa jamaknya &#8216;dosa kecil&#8217; itu dalam hatimu. Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat &#8220;TV Thaghut&#8221; menyiarkan segala &#8220;kesombongan jahiliyah dan maksiat&#8221;? Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan &#8220;Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat?&#8221; Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang &#8220;Ini tidak islami&#8221; berarti ia paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana?  Sekarang kau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justeru engkau akan dihadang tantangan : sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa. Semua gerak harus ditakar dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki.  Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu.  Siapa yang mau menghormati ummat yang &#8220;kiayi&#8221;nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan enteng mengatakan &#8220;Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku&#8221; dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?  Siapa yang akan memandang ummat yang da&#8217;inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan &#8220;Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua?&#8221;  Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai &#8216;alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama?  Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da&#8217;wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir? Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini?  Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka. Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food, semata-mata karena nuansa &#8220;westernnya&#8221; . Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan &#8220;lihatlah, betapa Amerikanya aku&#8221;. Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.</p>
<p>ust (alm) rahmat abdullah</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rangtalu.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rangtalu.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rangtalu.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rangtalu.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rangtalu.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rangtalu.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rangtalu.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rangtalu.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rangtalu.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rangtalu.wordpress.com/352/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=352&subd=rangtalu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rangtalu.wordpress.com/2009/10/22/kematian-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe63cd0e9f11237c3dc3fa3625cc4fe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rangtalu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kemerdekaan orgen tunggal</title>
		<link>http://rangtalu.wordpress.com/2009/08/15/kemerdekaan-orgen-tunggal/</link>
		<comments>http://rangtalu.wordpress.com/2009/08/15/kemerdekaan-orgen-tunggal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 07:48:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rangtalu</dc:creator>
				<category><![CDATA[indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rangtalu.wordpress.com/2009/08/15/kemerdekaan-orgen-tunggal/</guid>
		<description><![CDATA[Kawan…
Sekarang sudah bulan agustus. Beberapa hari lagi tanggal tujuh belas agustus. Bangsa ini akan memperingati hari kemerdekaannya. Kawan, tolong kau baca kata “MERDEKA”itu sekali lagi. MERDEKA, yup terima kasih. Apa yang kau ingat ketika kata itu kau ucapkan.. apakah perang? Bambu runcing? Belanda? Merah putih? Aceh? Timor Timur? Papua? Indonesia? Pahlawan? Panjat pinang? Soekarno? M.hatta? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=349&subd=rangtalu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kawan…<br />
Sekarang sudah bulan agustus. Beberapa hari lagi tanggal tujuh belas agustus. Bangsa ini akan memperingati hari kemerdekaannya. Kawan, tolong kau baca kata “MERDEKA”itu sekali lagi. MERDEKA, yup terima kasih. Apa yang kau ingat ketika kata itu kau ucapkan.. apakah perang? Bambu runcing? Belanda? Merah putih? Aceh? Timor Timur? Papua? Indonesia? Pahlawan? Panjat pinang? Soekarno? M.hatta? WR.Supratman?. Apapun jawabanmu itu akan menjadi sedikit gambaran tentang makna yang kau berikan terhadap kemerdekaan.<br />
Kawan…<br />
Disepanjang jalan kau dapat lihat orang-orang yang berjualan bendera merah putih berjejer kiri dan kanan. Disetiap perempatan ada saja yang berdiri menawarkan bendera-bendera kecil atau aksesoris lainnya dengan warna yang sama. Kaupun juga dapat melihat para pemuda yang mempersiapkan acara panjat pinang, pacu karung, lomba makan kerupuk dan sebagainya. <span id="more-349"></span><br />
Dan tentu saja, ada satu acara yang sepertinya harus selalu mereka adakan . Aku tidak tahu siapa yang mewajibkan. Tahukah kau acara apa itu? Yup. Orgen tunggal. Seolah-olah perayaan kemerdekaan ini tidak sempurna tanpa goyangan penyanyi dangdut berpakaian minim. Peringatan kemerdekaan ini selalu diwarnai hentakan musik yang memekakkan telinga, menari liar hingga dini hari dan mabuk-mabukan. Mereka bilang itu keren, terus terang aku geli kawan. Apa nya yang keren? Mereka juga bilang ini untuk mempererat keakraban. Padahal yang terjadi justru menjadi pemicu perkelahian dan kerusuhan, karena tidak sengaja bersenggolan saat bergoyang atau bersaing memperebutkan simpati penyanyi kampung yang ada di atas pentas. Kawan, ini sungguh memalukan.<br />
Esok paginya semua berjalan semakin buruk. Semua bangun kesiangan karena telah begadang semalaman. Sampah-sampah rokok, kulit kacang, botol minuman dan kantong-kantong hitam pembungkus tuak berserakan di sepanjang jalan. Jalanan yang semalaman juga ditutup agar bisa mendirikan pentas. Kawan.. sungguh tidak ada sisi positif yang aku temukan. Bukan, bukan karena aku selalu berfikiran negativif. Tapi memang orgen tunggal yang mereka adakan untuk memperingati momen kemerdekaan ini tidak ada manfaat sama sekali.<br />
Beginikah cara kita memperingati kemerdekaan? Menangislah para pahlawan, di hari kemerdekaan ada beribu atau bahkan lebih generasi muda yang tunduk dalam kesenangan semu. Mati produktifitas, mandul karya.<br />
Mengapa bukan acara-acara yang memacu produktivitas dan pengembangan potensi yang dilakukan. Perlombaan-perlombaan yang ada saja diperbanyak, tidak itu lebih baik. Daripada mengadakan orgen tunggal yang cuma semalam dan itupun tidak ada manfaatnya.<br />
Kawan.. kau masih mendengar ku bukan? Hai apa yang kau lakukan? Surat apa itu yang kau tanda-tangani?<br />
Ohh tidak! Kau panitia acara ORGEN TUNGGAL juga??</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rangtalu.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rangtalu.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rangtalu.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rangtalu.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rangtalu.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rangtalu.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rangtalu.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rangtalu.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rangtalu.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rangtalu.wordpress.com/349/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=349&subd=rangtalu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rangtalu.wordpress.com/2009/08/15/kemerdekaan-orgen-tunggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe63cd0e9f11237c3dc3fa3625cc4fe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rangtalu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>37 merdeka</title>
		<link>http://rangtalu.wordpress.com/2009/08/06/37-merdeka/</link>
		<comments>http://rangtalu.wordpress.com/2009/08/06/37-merdeka/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 16:24:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rangtalu</dc:creator>
				<category><![CDATA[masalalu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rangtalu.wordpress.com/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Kawan…
Sekarang sudah bulan agustus. Disepanjang jalan kau dapat lihat orang-orang yang berjualan bendera merah putih berjejer kiri dan kanan. Disetiap perempatan ada saja yang berdiri menawarkan bendera-bendera kecil atau aksesoris lainnya dengan warna yang sama. Kau juga dapat melihat para pemuda yang mempersiapkan rangkaian acara panjat pinang, pacu karung, lomba makan kerupuk dan sebagainya.
Dan tentu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=346&subd=rangtalu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kawan…</p>
<p>Sekarang sudah bulan agustus. Disepanjang jalan kau dapat lihat orang-orang yang berjualan bendera merah putih berjejer kiri dan kanan. Disetiap perempatan ada saja yang berdiri menawarkan bendera-bendera kecil atau aksesoris lainnya dengan warna yang sama. Kau juga dapat melihat para pemuda yang mempersiapkan rangkaian acara panjat pinang, pacu karung, lomba makan kerupuk dan sebagainya.</p>
<p>Dan tentu saja ada satu acara yang sepertinya tidak bisa tinggal, entah siapa yang mewajibkan, kata mereka untuk mempererat keakraban. Tahukah kau acara apa itu? Yup. Orgen tunggal. Yang seumur hidup baru sekali saja saya tonton. Ketika kelas 6 SD, saat ingus masih saja mengalir di hidung ini.  Itupun karena kalian menertawakan saya yang tidak pernah pergi nonton orgen sebelumnya dengan sebutan ‘payah’ atau ‘anak gadih’. Ah kawan.. terlalu lucu parameter yang dulu kau gunakan.</p>
<p><span id="more-346"></span></p>
<p>Kawan…</p>
<p>Beberapa hari lagi tanggal tujuh belas agustus. Bangsa ini akan memperingati hari keMERDEKAannya. Kawan, tolong kau baca kata “MERDEKA”itu sekali lagi. MERDEKA, yup terima kasih. Apa yang kau ingat ketika kata itu kau ucapkan.. apakah perang? Bambu runcing? Belanda? Merah putih? Aceh? Timor Timur? Papua? Indonesia? Pahlawan? Panjat pinang? Soekarno? M.hatta? WR.Supratman? Atau kau justru ingat lagi dengan orgen tunggal? Tidaklah masalah, itu adalah hak sel-sel di otakmu untuk menterjemahkan setiap kata. Tapi ingat, setiap terjemahan yang muncul dari otakmu semua berasal dari pengalamanmu di masa lalu.</p>
<p>Kawan…</p>
<p>Tahukah kau apa yang saya ingat ketika kata MERDEKA terucap atau terdengar. Ada banyak, sebagian besar mungkin sama dengan yang melintas difikiranmu. Sisanya jelas berbeda. Sel-sel kelabu di otak saya mengaitkan kata “merdeka” dengan ‘SD 37 MERDEKA’.</p>
<p>SD dimana dulu saya mulai mengeja huruf, belajar berhitung dengan lidi-lidi, menggambar sawah dan membuat kubus dengan kertas karton.</p>
<p>SD dimana saya mulai mengenal kalian satu persatu, bermain kelereng, main gambar, kejar-kejaran, main galah, lohre, lompat tali, main karet dan main andok-andokan (cik mancik kato urang kini, petak umpet kata orang jakarte). Biasanya menjelang agustusan seperti ini, kita juga akan turut sibuk. Mempersiapkan berbagai macam tim untuk ikut perlombaan. Lomba gerak jalan, lomba tarik tambang, volleyball, sepak takraw, lomba adzan, lomba puisi, pidato, paduan suara, cerdas cermat dan lomba lukis, perlombaan yang jadi kesukaan saya walau tidak pernah menang.</p>
<p>Kau tentu juga ingat setiap kali ada acara di sekolah ibuk guru pasti meminta kita untuk membawa nasi. Dan kita sering sekali menghabiskannya di atas bukit di depan sekolah. Kau ingat bukit itu, dari sana kita bisa melihat sebagian kecil nagari Talu. Bukit yang indah, beberapa pepohonannya menjadi tempat favorit untuk berteduh sambil menghabiskan nasi yang dibawa dari rumah. Bukit itu, pohon, daun, rumput dan tanah disana menjadi saksi sebagian cerita-cerita kecil kita.</p>
<p>Tapi bukit itu juga akhirnya yang mengubur semua, mengubur sekolah kita, kertas-kertas gambar kita, buku-buku kita di pustaka, kapur tulis kita. Tidak ada lagi yang tersisa, semua rata ketika tanah bukit itu longsor menjelang ramadhan. Meskipun begitu, kenangan tentang sekolah kita, guru-guru kita dan kau kawan akan tetap akan hidup disini. Di hati ini.</p>
<p>Kawan…</p>
<p>Beberapa hari lagi ramadhan juga datang, semilir anginnya sudah terasa hari ini. Cobalah kau nikmati, berdirilah di pagi hari dan rasakan hembusan anginnya. Saya paling suka melakukannya, menikmati udara pagi menjelang ramadhan, karena semilirnya berbeda.</p>
<p>Dan saya sungguh tidak bisa mengunjungi kalian satu persatu, menjabat tangan dan memohon maaf. Saya sangat berharap kalian sudi memaafkan tiap kesalahan diri. Agar detik ramadhan yang kian dekat dapat saya sambut dengan lapang.</p>
<p>Kawan… kau sudah ku maafkan. Lagipula tidak ada luka yang kau goreskan.</p>
<p>MENGENANG KAU KAWAN</p>
<p>:: Andri Purwanto,</p>
<p>Biasa dipanggil andi. ia adalah kawan saya yang paling akrab. Dan kami sebenarnya memilki hubungan kekeluargaan juga. Ibu saya dulu bilang kami itu konco palangkin. Ke sekolah selalu sama-sama, setiap pagi andi selalu mampir ke rumah untuk menjemput saya. Tapi ini anak sampai kelas 6 masih suka ingusan.. he he, selalu ada cairan mengalir dari hidungnya..iii.. aman bro. Meskipun begitu, ia selalu siaga satu ketika saya dihadang masalah, seperti bodyguard lah. kalau saya berkelahi, ia membela, atau membantu membawakan tas saya saat saya menangis dipukul. Dilain waktu ia meminjamkan kelereng ketika saya kalah.</p>
<p>:: Aidhil Adha,</p>
<p>Saya memanggilnya bang idin, lebih tua dari saya. Ia juga anak datuk, anak mamak (kakak Ibu). pintar dan sangat jago menggambar. Ketika pelajaran menggambar, saya sering menirunya, gambarnya bagus, goresannya halus. Ia anak yang pendiam, tidak tahu juga siapa diantara kami yang lebih pendiam.</p>
<p>:: Nofriyadi</p>
<p>Panggil saja edi. Kecil orangnya tapi pintar berhitung. Tinggal dekat pendakian di solok (ohya, sekedar info, di Talu itu banyak nama daerah yang sama dengan daerah lain, seperti Solok, padang panjang, halaban, rumbai, japang, Bangkok : atau jangan-jangan daerah atau negara itu yang meniru nama-nama yang ada di Talu).</p>
<p>:: Novriandi</p>
<p>Nopi, paling suka makan kerupuk mie pakai kuah sate dan makan di atas pohon rambutan di belakang warung tek war.</p>
<p>:: Sudirman,</p>
<p>Kami biasa memanggilnya Udir, tinggal di sebelah rumah edi. Diantara kami badannya paling tegap, agak sulit dalam berhitung. Tapi sangat semangat dalam main kelereng.</p>
<p>:: Marta Indra</p>
<p>Anak juragan kacang goring. Nama on line : iin. Teman-teman yang lain sering meledeknya dengan sebutan BIMOLI. Ada yang masih ingat artinya?? Neneknya begitu histeris ketika ia tertabrak.. Tapi kami terpisah di kelas 5. Karena ia mau mencicipi kelas 5 selama dua tahun..piss</p>
<p>:: Asril</p>
<p>Acin kato urang-urang, nama yang rada-rada tionghoa, tapi tidak. Ia paling tinggi, besar, tapi agak pemalas, sering kena marah, suka membuat ulah. Ia cukup akrab dengan saya, dengan ibu saya ia juga akrab. Ciiin.. acin jan buek ulah jo lai.</p>
<p>:: Rido fitrisia</p>
<p>Rido. Anaknya sangat ulet, tidak mau menyerah, selalu berusaha untuk meyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.</p>
<p>:: Dani dan Iyos yang ingin dua tahun saja di kelas 3</p>
<p>:: Afrima Roza</p>
<p>Ini perempuan, kami memanggilnya prima. Langganan juara satu, anak pak Epi. Tegas dan sedikit keras kepala.</p>
<p>:: Marhamah</p>
<p>Teman akrabnya prima: amah, watak mereka juga hampir sama: keras kepala, tidak mau mengalah. Amah juga langganan juara kelas, Saya harus jatuh bangun untuk merebut tampuk juara satu, eh tetap tidak bisa.</p>
<p>:: Hafiziani</p>
<p>Ini satu lagi, anak seorang guru. Sering dipanggil : ane. otaknya encer, ya otomatis sering juga merebut posisi tiga besar. Maka makin berat jalan saya untuk menduduki tangga juara satu. Hah</p>
<p>:: Happy Fauza</p>
<p>Tambah satu lagi jagoan kelas: uja. Tapi saya pernah juga beberapa kali dapat ranking kelas di atas uja.. dan rasanya uja juga pernah minta contekan  ke saya saat ujian IPA.. ahaa. Ia anak Pak Amir, guru MDA yang saya takuti karena sering marah.</p>
<p>:: Ave Sonia Elise</p>
<p>Lise, panggil begitu. Agak cerewet kalau tidak mau dikatakan sangat. Tinggal di heller pasar usang. Ia beberapa kali juga sepuluh besar di kelas</p>
<p>:: Dia Melia Rafdi</p>
<p>Ini juga jagoannya kelas, tapi kalau tidak salah saat kelas 4 atau 5 iya pindah ke jakarta.</p>
<p>:: Opi</p>
<p>Adiknya ronal. Karena tinggal di sebelah rumah, dulu berangkat bareng ke sekolah saat hari pertama di kelas satu.. sering minta jawaban PR-PR yang diberikan bu guru.. horee dapat NOL BESAR.</p>
<p>:: Sri Ida Yenti</p>
<p>Yeyen, tinggal di kampuang tongah. Hobi bernyanyi.</p>
<p>:: Yulia Desnin</p>
<p>Enin, awalnya tinggal di belakang sekolah tapi setelah itu pindah ke koto panjang. Teman piket setiap hari senin. Karena ia sering datang terlambat terpaksa saya yang menyapu dan menyusun bangku</p>
<p>:: Supriyani</p>
<p>Ria, juga pernah sepuluh besar di kelas.  Kecil-kecil cabe rawit.</p>
<p>:: Eli</p>
<p>Tinggal di maih..</p>
<p>:: Susi</p>
<p>Tinggal di solok di dekat rumah indra, tapi tidak jualan kacang.</p>
<p>maaf kawan saya tidak bisa lagi mengingat nama yang lain dengan baik.. memori ini sudah tergerus, ada beberapa yang belum tertuliskan.. tapi saya sungguh tidak bisa lupa dengan wajah-wajah kalian.. kalau ada yang memberi  petunjuk insyaalah saya bisa mengejar ingatan itu, maaf yang tidak tertuliskan bukan berarti kalian tidak ada dalam ingatan saya, ada, hanya butuh sedikit pemicu untuk menjelaskan gambar nya.</p>
<p>semoga suatu waktu nanti kita bertemu lagi, tapi tentu bukan untuk main kelereng. Melainkan dalam sebuah agenda menyusun masa depan bangsa.</p>
<p>MERDEKA</p>
<p>:::</p>
<p>Mengenang kawan-kawan kecilku</p>
<p>Mengenang sekolah dan guru-guru yang mengajariku tulis baca dengan penuh cinta: Pak Nasrul, Buk Jupen, Buk Wis, Buk Pen, Buk Kartinah. Terima kasih Pak.. Terima kasih buk..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rangtalu.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rangtalu.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rangtalu.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rangtalu.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rangtalu.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rangtalu.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rangtalu.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rangtalu.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rangtalu.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rangtalu.wordpress.com/346/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=346&subd=rangtalu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rangtalu.wordpress.com/2009/08/06/37-merdeka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe63cd0e9f11237c3dc3fa3625cc4fe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rangtalu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SELAMAT BERJUANG ETOSER 08</title>
		<link>http://rangtalu.wordpress.com/2009/08/04/selamat-berjuang-etoser-08/</link>
		<comments>http://rangtalu.wordpress.com/2009/08/04/selamat-berjuang-etoser-08/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 16:35:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rangtalu</dc:creator>
				<category><![CDATA[ETOS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rangtalu.wordpress.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Untuk ETOSER 2008 yang tengah membuktikan kapasistas diri mereka.
ETOS PADANG Angkatan 2008 baru saja berangkat ke Bogor siang tadi (senin 3 agustus) untuk mengikuti TENS (Temu Etos Nasional). Saya tidak sempat melihat mereka berangkat, karena ada beberapa hal harus diselesaikan di kampus. Tapi saya sungguh tahu betapa besar semangat yang mereka bawa kesana. Entah semangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=342&subd=rangtalu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Untuk ETOSER 2008 yang tengah membuktikan kapasistas diri mereka</strong>.</p>
<p>ETOS PADANG Angkatan 2008 baru saja berangkat ke Bogor siang tadi (senin 3 agustus) untuk mengikuti TENS (Temu Etos Nasional). Saya tidak sempat melihat mereka berangkat, karena ada beberapa hal harus diselesaikan di kampus. Tapi saya sungguh tahu betapa besar semangat yang mereka bawa kesana. Entah semangat itu timbul karena mereka akan merasakan terbang bersama pesawat untuk pertama kalinya, atau semangat yang timbul karena mereka akan berangkat ke daerah baru; Bogor. Samalah seperti kami ETOSER 2004 beberapa tahun lalu dengan beragam motivasi lain yang melekat dimasing-masing Individu. Tapi satu yang pasti mereka, ETOSER 2008 datang ke Bogor dengan sebuah semangat besar untuk menunjukkan kepada semua bahwa ETOS PADANG sungguh luar biasa. Sebuah semangat pembuktian kepada yang lain bahwa ETOS PADANG patut untuk diperhitungkan.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-343" title="ADRIAN FETRISKHA" src="http://rangtalu.files.wordpress.com/2009/08/etos-cool.jpg?w=417&#038;h=169" alt="ADRIAN FETRISKHA" width="417" height="169" /><span id="more-342"></span></p>
<p>Persiapan yang dilakukan adik-adik ETOSER 2008 sungguh luar biasa. Saya memang tidak melihat persiapan yang dilakukan seluruh ETOSER tapi cukuplah melihat persiapan yang dilakukan Epo Yuliadi sebagai sampel. Beliau adalah satu-satunya laki-laki di etos angkatan 2008, sembilan orang temannya yang lain adalah perempuan. Banyak persiapan yang dilakukannya mulai dari membuat artikel yang harus di kirim ke Koran, menulis rancangan masa depan. Menghafal surah as shaff, terlebih menjelang keberangkatan, ia tidak terpisahan dari Alquran. Latihan drama yang dilakukan setiap hari dan mengadakan acara Kampung Cerdas dll.. Saya rasa ETOSER 2008 yang lain pun melakukan hal yang sama.</p>
<p>Setiap kali moment seperti ini saya selalu ingat tahun 2005. Saat kami ETOSER angkatan 2004 berangkat TENS ke Bogor. Cukup banyak juga tugas-tugas yang harus diselesaikan sebelum berangkat kesana. Membuat makalah tentang BHP dan menyiapkan penampilan daerah. Setiap kali saya dengar adik-adik 2008 mau latihan drama, sekilas memori saya berputar ke 4 tahun silam. Asrama ETOS di Jl. Azizi Komplek Cendana Andalas kembali hadir diingatan. Berkelabat bayangan saat kami juga melakukan hal yang sama, latihan untuk penampilan di acara TENS.</p>
<p>Setiap malam menjelang keberangkatan itu, kami etoser laki-laki latihan randai di belakang Mushalla Sakinah, Mushala yang tepat berada di belakang asrama, hingga larut malam. Kami terpaksa menahan-nahan suara agar tidak terlalu keras karena bisa saja mengganggu masyarakat yang sedang tidur. Karena lapangan mushalla tidak terlalu luas, sementara gerakan randai membutuhkan medan gerak yang luas maka terkadang kami pindah latihannya di jalanan komplek. Kalau malam kan jalanan sudah mulai sepi. Sulit sekali menyamakan gerakan randai itu. Ada yang terlalu cepat, ada yang terlalu lambat, ada yang lupa gerakannya. Hingga menjelang keberangkatan penampilan kami belum bisa dikatakan sempurna. Tapi karena besok mau berangkat, tidak ada lagi waktu untuk latihan. Ya sudah, dicukupkan saja latihan randainya.</p>
<p>Kalau hari ini adik-adik berangkat dengan pesawat terbang, kami dulu lebih memilih naik bis. Karena jika naik bis, kami bisa melihat perjalanan yang mengasikkan, daerah-daerah yang baru, melihat matahari terbit dan terbenam. Kami sampai di Merak malam hari. Ketika berada di kapal saat menyeberangi selat sunda, sungguh menjadi kenangan yang tidak terlupakan. Kami naik ke bagian atas kapal, dan kembali mengulang latihan randai disini. Latihan randai di atas selat sunda, di antara sumatera dan jawa. Semua mata melirik, kami hanya tersenyum, pertunjukan berlanjut, kemudian tertawa lepas di kelam malam. Tidak hanya bintang, lampu kapal dan mercusuar yang bersinar. Dada kamipun menyala penuh semangat. Bogor tunggu kami.</p>
<p>Dan sungguh..</p>
<p>Ketika sampai di acara TENS, disaat sesi pertunjukan penampilan daerah. Randai dari padang ini menjadi yang paling fenomenal, paling menarik mata. Hahaa bukannya sombong. Ya.. begitulah.. Saat kami pertama kali masuk dan memulai gerakan randai bagian awal. Semua berdiri, semua terkesima, semua mengambil kamera untuk memotret, semua bertepuk tangan, semua ingin berfoto dengan ETOSER Padang. Bukankah begitu Buk Nuk? Mbak Yanti?? Mas Bambang ?? Subhanallah. Sesuatu yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Bangga sekali rasanya hari itu, lelah dan letih ketika latihan beberapa hari lalu rasanya hilang begitu saja..</p>
<p>Kesuksesan dalam sesi penampilan randai akhirnya meningkatkan percaya diri seluruh ETOSER. Sehingga di dalam rangkaian acara yang lainpun ETOS PADANG terlihat mencolok, terlebih diskusi BHP malam itu..</p>
<p>…</p>
<p>Hari ini, itu semua telah menjadi masa lalu, tapi bukan berarti telah habis, karena ada generasi baru yang kembali datang ke Bogor untuk membuat harum nama ETOS PADANG, dan itu adalah kalian adik-adik ETOS PADANG angkatan 2008.</p>
<p>SELAMAT BERJUANG.. kami tunggu cerita akan hebatmu disini, kami tunggu kabar kemenanganmu</p>
<p>buatlah semua kagum dan berbangga akan kalian</p>
<p>Yakinlah kalian adalah orang-orang terbaik. Seperti yang kalian sampaikan dan seperti apa yang kalian minta untuk saya tulsikan di X-banner kita, seperti itulah kalian selayaknya “<em>kami bisa, kami luar biasa</em>”</p>
<p>:::</p>
<p><strong>Mengenang Semangat ETOSER 2004</strong></p>
<p>adriyan, adrian fetriskha, aarafi dian, dapit riyadi, firdaus, fauzi amri, sanisol musafil, ramadhan hamzah, willi septiawan, zenius madi</p>
<p>devi, neri, inggrit, reni, iimelda, elfiyanti, dona, ruri</p>
<p><strong>Pemompa Semangat ETOSER 2008</strong></p>
<p>Epo yuliadi, raihana sabathani, atna dewi, halimatun syakdiah, susan gustina, fadhila rahma, retno ayu purnama sari, melia afnida santi, osri putri dan parasmika.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rangtalu.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rangtalu.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rangtalu.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rangtalu.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rangtalu.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rangtalu.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rangtalu.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rangtalu.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rangtalu.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rangtalu.wordpress.com/342/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=342&subd=rangtalu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rangtalu.wordpress.com/2009/08/04/selamat-berjuang-etoser-08/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe63cd0e9f11237c3dc3fa3625cc4fe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rangtalu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rangtalu.files.wordpress.com/2009/08/etos-cool.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ADRIAN FETRISKHA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>intermezo/01/f=m.a</title>
		<link>http://rangtalu.wordpress.com/2009/07/26/intermezo01fm-a/</link>
		<comments>http://rangtalu.wordpress.com/2009/07/26/intermezo01fm-a/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 19:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rangtalu</dc:creator>
				<category><![CDATA[pojok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rangtalu.wordpress.com/2009/07/26/intermezo01fm-a/</guid>
		<description><![CDATA[MENCARI MAKNA DAN NILAI ‘m’
Rangkaian rumus matematika, fisika, kimia, logaritma, statistic dan ilmu hitung lainnya adalah rangkuman penjelasan atas seuntai panjang teori yang berhubungan dengan banyak elemen. Ia adalah hasil pergulatan antara fakta, pertanyaan dan keyakinan, sesuatu yang juga beririsan dengan dimensi waktu. Tanyalah Einstein, ia harus bertarung antara fakta-fakta yang ada, keingintahuannya, keyakinannya dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=340&subd=rangtalu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>MENCARI MAKNA DAN NILAI ‘m’</strong></p>
<p>Rangkaian rumus matematika, fisika, kimia, logaritma, statistic dan ilmu hitung lainnya adalah rangkuman penjelasan atas seuntai panjang teori yang berhubungan dengan banyak elemen. Ia adalah hasil pergulatan antara fakta, pertanyaan dan keyakinan, sesuatu yang juga beririsan dengan dimensi waktu. Tanyalah Einstein, ia harus bertarung antara fakta-fakta yang ada, keingintahuannya, keyakinannya dan waktu hidupnya untuk menemukan teori ‘e ‘ relativitas itu.</p>
<p>Selalu diawali tanya dan keyakinan, begitulah seluruh penemuan itu berawal. Dan para ilmuwan itu telah memberi kabar kepada kita bahwa “selalu ada jawaban untuk setiap pertanyaan”. Terlepas dari benar atau tidaknya jawaban itu. Tetapi ketika banyak orang yang setuju akan suatu jawaban, maka jawaban itu menjadi sesuatu yang ‘benar’. Meskipun pada dasarnya salah. Begitulah, nilai kebenaran beralih pada seberapa banyak orang yang setuju pada satu hal. Memang sulit mencari kebenaran itu, dan satu-satunya kebenaran yang mutlak adalah apa yang telah ditetapkan oleh Allah..</p>
<p>Meskipun begitu, tidak ada salah bagi kita untuk mencari jawaban. Malah ada sebuah tuntutan bagi kita untuk berfikir, mencari jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang ada.. (apakah kamu tidak berfikir?)</p>
<p>Maka mari kita berfikir sejenak, selesaikan pertanyaan ini.. menguji daya kreativitas kita masing-masing..</p>
<p><strong>f=m.a &#8211;&gt; m=f/a</strong></p>
<p><strong>jika, a: Adrian, f: fetriskha, maka m adalah ….</strong></p>
<p><strong>Jika nilai a :46 dan f : 23, maka berapa nilai m …</strong><em> </em></p>
<p><em><span id="more-340"></span></em></p>
<p>Pertanyaan ini hampir serupa juga pernah saya tulis pada kolom ‘status’ di f*cebook. Dan beragam jawaban yang muncul untuk mendefinisikan makna dan nilai ‘m’. Saya akan coba uraikan satu persatu..</p>
<p><strong>1.	Malas</strong></p>
<p>Perlombaan mencari makna ‘m’ dimulai oleh <strong>Rivanli Azis</strong>, nyo ka wisuda bulan agustus ko. Menurutnya ‘m’ adalah malas. Kalau dilihat dari konsonan awalnya, maka bisa jadi jawaban ini betul. Tapi kalau dilihat substansinya, wah jelas bukan saya. Saya paling tidak suka ketika ‘down’ tanpa aktivitas. Karena bagi saya hidup adalah produktivitas, jika kita tidak disibukkan dengan kebaikan maka kita akan terseret sibuk dengan kemaksiatan.</p>
<p><strong>2.	Maling</strong></p>
<p><strong>Anna Ismaya</strong> mengartikan ‘m’ sebagai : maling. Hah, Maling?? Pencurian?? Ini sungguh tuduhan paling berat.. apalagi jika dilakukan pada malam hari maka akan dikenai ‘pemberatan pidana’. Dalam Hukum Pidana Indonesia sanksi hukumnya bisa sangat lama. Dalam  Fiqh Jinayah, ini masuk kategori jarimah hudud, kalau syaratnya terpenuhi maka sanksinya adalah hukuman potong tangan. Wah.. berat nih, jika makna ‘m’ pada rumus ‘gila’ diatas adalah maling.. nilainya tentu menjadi nol? Karena harus dipenjara atau dipotong tangan.</p>
<p><strong>3.	Menikah</strong></p>
<p>Ini definisi menurut <strong>Rahmad Rudi Yanto</strong>, Ketua FASPAR.. a maksud ajo ko koh? No comment.. no comment.. tak ti den alun masonyo lai mambahas ko. Ntah lah.. taingek se jadinyo syair ‘BERG*G**LAH’ nya tim nasyid “Suara Persaudaran”</p>
<p><strong>4.	Mujahid</strong></p>
<p><strong>Halimah Thussyahdiah Dalimunthe </strong>(semoga penulisan namanya tepat) mendefinisikan ‘m’ sebagai mujahid. Mujahid?? sebuah beban yang berat jika disematkan dengan nama saya. Tapi sekaligus sebuah do’a. Tapi benarkah ini makna yang tepat untuk ‘m’. ah hanya Allah jua yang tahu, karena ada banyak  yang berkata mujahid tapi hati berniat lain (ingatkan kisahnya? Seorang syuhada yang dilempar ke neraka, karena tidak ikhlas berjuang). .. Tapi saya dan kita semua tentu berharap menjadi mujahid yang ikhlas berjuang di jalan Allah, bukan begitu diah? semoga Allah himpunkan kita semua dalam kelompok para mujahid.</p>
<p><strong>5.	Monyet</strong></p>
<p>Hah. iko definisi menurut <strong>Anggun Mursika</strong>,(ko ikhwan, walau namonyo anggun) kordinator HUMAS LPI. Hah iyo saban kasa. Tapi tidak ilmiah, ya sudahlah lah, jawaban ini tidak benar. Teori Darwin ini mah.. sudah tidak MODE ON lagi, sudah dibantah habis oleh Harun Yahya.. kalo anggun masih percaya dengan teori Darwin, berarti ada yang salah..</p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong>6.	M berarti mau ehmm</strong></p>
<p>Definisi yang masih butuh definisi ini diberikan oleh<strong> Hanief Dwi Putra</strong>. Orangnya memang terkadang aneh.. mungkin karena baru selesai kompre, ia jadi begitu filsuf.. antahlah. Bingung juga menarik kesimpulan dari definisi yang diberikan hanief untuk makna ‘m’.</p>
<p><strong>7.	Melarat selah</strong></p>
<p>‘m’ menurut <strong>ces</strong> (adik ahmad candra ato ahmad khan), iyo sabana manyindie.. mungkin karena saya hari ini lagi ‘unjob’. Walaupun sebenarnya tidak, karena Unjob yang dipahami oleh orang kebanyakan sungguh sangat berbeda dengan unjob yang saya fahami..</p>
<p><strong>8.	Maaa tau wak</strong></p>
<p>Makin ke bawah.. definisi yang diberikan ‘ilmuwan’ ko semakin tidak ilmiah. Ini dari <strong>fauzi</strong>, beliau mengartikan ‘m’ sebagai MAAA TAU WAK. perhatikan ada tiga huruf ‘A’ yang di pakai, ini berarti ia cukup fans dengan Adrian, karena tiga buah huruf ‘A’ itu berarti ADRIAN, ADRIAN, ADRIAN..tau wak. Jadi dapat disimpulkan bahwa fauzi sudah tau ADRIAN sejak lama.</p>
<p>9.	Tapi ada juga yang tidak memberikan jawabannya, namun mempertanyakan keabsahan pertanyaan. Dalam istilah ilmu kimia tindakan ini disebut sebagai reaksi single displacement (.. ngarang mode ON&#8230;). pelakunya : <strong>Fajrul Khairati</strong>, ini komentarnya : “patang rumus kimia,kini rumus fisika..lai bisa d pertanggungjawabkan secara science rumus2nyo tuh?”</p>
<p>Tantu lai nak? Giko-giko pernah juo baraja nan bantuak itu mah ul..</p>
<p>Ada satu pendapat lagi yang belum di tulis disini,, karena bertentangan dengan HAM; Hak Azazi ‘M’ . Ini saja dulu, sudah cukup mewakili..</p>
<p>Jadi adakah yang tahu, arti ‘m’ sehingga ‘a’ dan ‘f’ ada.</p>
<p>…..</p>
<p>f=m.a &#8211;&gt; m=f/a</p>
<p>jika, a: Adrian, f: fetriskha, maka m adalah ….</p>
<p>Jika nilai a :46 dan f : 23, maka berapa nilai m …</p>
<p>…..</p>
<p>Semua jawaban diterima, asal jangan mengaitkan ‘m’ dengan nama orang. Bisa timbul fitnah. Ini hanya intermezzo, pelepas kusut sel-sel kelabu. Bukan phytagoras yang pasti, atau atom-atom pada ikatan kovalen yang ikatan elektronegativitasnya hampir tidak ada. Tidak juga serunut system respirasi.. hanya jenak saja..</p>
<p>Selamat</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rangtalu.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rangtalu.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rangtalu.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rangtalu.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rangtalu.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rangtalu.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rangtalu.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rangtalu.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rangtalu.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rangtalu.wordpress.com/340/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=340&subd=rangtalu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rangtalu.wordpress.com/2009/07/26/intermezo01fm-a/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe63cd0e9f11237c3dc3fa3625cc4fe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rangtalu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENUJU 10.000</title>
		<link>http://rangtalu.wordpress.com/2009/07/25/menuju-10-000-2/</link>
		<comments>http://rangtalu.wordpress.com/2009/07/25/menuju-10-000-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 13:08:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rangtalu</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rangtalu.wordpress.com/2009/07/25/menuju-10-000-2/</guid>
		<description><![CDATA[90 post
380 comment
340 approved
2 pages
23 categorises
0 pending
1 tag
40 spam
(kondisi sementara blog rangtalu)
saat ini ada 9.990 pengunjung (masih sangat minim jia dibandingkan dengan blog yang lain) but no problems.. so sekarang tengah menunggu 10 pengunjung terakhir sebelum angka 10.000
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=339&subd=rangtalu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>90 post<br />
380 comment<br />
340 approved<br />
2 pages<br />
23 categorises<br />
0 pending<br />
1 tag<br />
40 spam<br />
(kondisi sementara blog rangtalu)</p>
<p>saat ini ada 9.990 pengunjung (masih sangat minim jia dibandingkan dengan blog yang lain) but no problems.. so sekarang tengah menunggu 10 pengunjung terakhir sebelum angka 10.000</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rangtalu.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rangtalu.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rangtalu.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rangtalu.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rangtalu.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rangtalu.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rangtalu.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rangtalu.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rangtalu.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rangtalu.wordpress.com/339/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=339&subd=rangtalu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rangtalu.wordpress.com/2009/07/25/menuju-10-000-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe63cd0e9f11237c3dc3fa3625cc4fe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rangtalu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KOMPAS menusuk ISLAM</title>
		<link>http://rangtalu.wordpress.com/2009/07/20/kompas-menusuk-islam/</link>
		<comments>http://rangtalu.wordpress.com/2009/07/20/kompas-menusuk-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 00:56:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rangtalu</dc:creator>
				<category><![CDATA[indonesiaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rangtalu.wordpress.com/2009/07/20/kompas-menusuk-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Pengelola Harian Kompas – kadang diplesetkan sebagai akronim Komando Pastur– mungkin bertanya-tanya, mengapa media yang katanya mengemban misi Amanat Hati Nurani Rakyat itu kerap diposisikan sebagai ‘musuh’ oleh kalangan Islam? Padahal, di antara jurnalis dan karyawan Kompas banyak yang beragama Islam, dan ada juga di antara mereka adalah Muslimah berjilbab. Kegiatan keislaman Kompas pun cukup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=337&subd=rangtalu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pengelola Harian Kompas – kadang diplesetkan sebagai akronim Komando Pastur– mungkin bertanya-tanya, mengapa media yang katanya mengemban misi Amanat Hati Nurani Rakyat itu kerap diposisikan sebagai ‘musuh’ oleh kalangan Islam? Padahal, di antara jurnalis dan karyawan Kompas banyak yang beragama Islam, dan ada juga di antara mereka adalah Muslimah berjilbab. Kegiatan keislaman Kompas pun cukup signifikan. Bahkan, ada komunitas Islam yang tergabung dalam majelis ta’lim, pernah membuat buku panduan ibadah haji bagi karyawan yang hendak menunaikan rukun Islam kelima itu. Tetapi, mengapa Kompas ‘dimusuhi’ dan dinilai sebagi agen perusak dan penyulut api sektarian?<span id="more-337"></span></p>
<p>HARIAN TERBIT edisi Sabtu 2 November 2002, halaman 7 pernah menurunkan berita bertajuk Karena Berjilbab, Istana Menolak. Seorang wartawati bernama Elly Roosita alumnus IPB yang sehari-harinya mengenakan jilbab, nyaris tidak bisa mengikuti lawatan rombongan Presiden Megawati ke KTT ASEAN di Kamboja 3-5 November 2002, gara-gara pakai jilbab.</p>
<p>Ketika itu pihak istana kepresidenan meminta Elly menyerahkan pasfoto yang tidak berkerudung agar terlihat rambut dan telinganya. Permintaan itu ditolak Elly, karena baginya berjilbab itu prinsip. Elly sempat jengkel, karena sebuah aturan diskriminatif ternyata masih diberlakukan di era reformasi ini. Siapa Elly? Saat itu Elly adalah salah satu wartawati Kompas yang berjilbab.</p>
<p>Meski Kompas berusaha meminimalisir kesan sebagai media non Islam yang ‘memusuhi’ Islam, nampaknya sulit menghilangkan label yang entah sejak kapan terlanjur melekat. Secara sosio-psikologis sebenarnya Kompas sama saja dengan Koran Tempo, Rakyat Merdeka, Suara Merdeka, Media Indonesia, Jawa Pos dan sebagainya. Jika kemarahan umat Islam lebih sering tertuju pada koran yang dipimpin Jacob Oetama ini, tentulah bukan karena terbesar tirasnya, sehingga terbesar pula pengaruhnya dibanding koran-koran lain. Tetapi, “ideologis” Kompas memang sulit diingkari, lebih sering menyerang rasa keadilan dan menyayat hati umat Islam.</p>
<p>Diskriminatif</p>
<p>Dalam kasus eksekusi mati Tibo dkk, misalnya, Kompas hampir seratus persen menjadi corong bagi mereka yang menolak eksekusi mati terhadap Tibo dkk, sebagaimana tercermin melalui berbagai opini yang dipublikasikannya. Dalam pemberitaan, Kompas hampir tidak pernah memberikan ruang bagi mereka yang pro eksekusi mati Tibo dkk. Padahal, sudah jelas Tibo dkk membunuh ratusan santri ponpes Walisongo, Poso, dengan tangannya sendiri. Dalam hal Tibo dkk hanyalah wayang yang dimainkan aktor intelektual, itu lain persoalan. Yang jelas secara pidana Tibo dkk memang terbukti membantai ratusan orang. Keberpihakan terhadap mereka yang kontra eksekusi mati Tibo, menunjukkan bahwa sebagai media nasional Kompas tidak punya hati nurani. Kompas bukan saja mengabaikan amanat hati nurani rakyat yang menjadi mottonya, tetapi juga telah melukai rasa keadilan umat Islam.</p>
<p>Pembantaian terhadap umat Islam di Ambon dan Poso, justru digerakkan dan diberkati oleh Gereja, karena umat Nasrani di sana merasa sebagai pihak mayoritas. Menjelang eksekusi mati terhadap dirinya, Tibo mengungkapkan Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), pimpinan pendeta Damanik, yang berpusat di Tentena ini, terlibat dalam pembantaian umat Islam Poso.</p>
<p>Contoh lain, dalam kasus pro-kontra RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP). Kompas jelas-jelas mengambil posisi kontra RUU-APP. Berbagai pemberitaan yang berkenaan dengan itu memperlihatkan dengan jelas bahwa Kompas diskriminatif. Opini yang ditampilkan juga berpihak. Misalnya, Kompas edisi 29 Maret 2006 menampilkan opini Siswono Yudhohusodho berjudul Negara dan Keberagaman Budaya. Siswono yang pada intinya menolak RUU APP karena menganggapnya salah satu produk hukum yang sangat beraroma Syari’at Islam. Menurut Siswono, “…Sebagai konsekuensi negara kesatuan (unitarian) yang menempatkan seluruh wilayah negara sebagai kesatuan tunggal ruang hidup bangsa, sebuah RUU juga harus didrop bila ada satu saja daerah yang menyatakan menolaknya karena tidak cocok dengan adat istiadat dan budaya setempat. RUU APP sudah ditolak di Bali dan Papua.”</p>
<p>Argumen Siswono jelas terlihat dungu. Ia tidak saja mengabaikan konsep demokrasi, tetapi mendorong munculnya tirani minoritas atas mayoritas. Bukankah Bali dan Papua minoritas? Melalui opininya itu, Siswono melalui sengaja menekankan supaya umat Islam yang mayoritas bila hendak membuat aturan bagi umat Islam, harus terlebih dulu meminta persetujuan masyarakat Bali dan Papua. Bila mereka menolak, berarti aturan itu harus juga ditolak sebagai konsekuensi dari konsep unitarian (negara kesatuan). Sebaliknya, bila orang Papua mau berkoteka, atau bila umat Hindu Bali mau menjalankan ritual musyriknya serta memaksakan penerapan ‘syariat’ Hindu kepada non Hindu di Bali, itu harus didukung dalam rangka melestarikan keluruhan budaya bangsa.</p>
<p>Logika dungu seperti itu, dipublikasikan Kompas, tentu bukan tanpa maksud. Tidak bisa disalahkan bila ada yang menafsirkan hal itu dilakukan Kompas dalam rangka memprovokasi umat Islam. Patut juga dipertanyakan, apa kualifikasi yang dimiliki Siswono sehingga gagasan dan logika dungunya layak ditampilkan di Kompas, dan dalam rangka mewakili kalangan siapa?</p>
<p>Ketika wacana Perda Syari’at mengemuka, Kompas lagi-lagi menempati posisi strategisnya, yaitu menolak! Dalam kaitan ini, Kompas mempublikasikan argumen dan logika dungu untuk memprovokasi, kali ini dengan menampilkan Eros Djarot, yang tidak jelas apa kualifikasi yang dimilikinya sehingga ditampilkan sebagai salah satu suara yang layak didengar.</p>
<p>Bermunculannya kelompok dissident akhir-akhir ini seperti barisan Try Soetrisno, Gerakan Revolusi Nuraninya Tyasno Sudarto, Megawati dengan PDIP-nya, Gus Dur dll, dipublikasikan guna mengantisipasi penegakan Syari’at Islam dengan mempromosikan nasionalisme, kebhinekaan dan sekularisme. Termasuk, pemikiran neo komunisme gurubesar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Masykuri Abdillah bahwa sekularisasi politik merupakan hal yang tak dapat dihindari. Namun, proses sekularisasi di Indonesia hendaknya tetap disesuaikan dengan budaya bangsa Indonesia yang masih memiliki orientasi keagamaan tinggi (Kompas 4/1). Bukankah pemikiran ini hendak menggeser peran agama hanya sebagai pelengkap saja?</p>
<p>Perda Syari’at &amp; RUU APP</p>
<p>Pada Kompas edisi 12 Juni 2006, Eros Djarot melalui opininya berjudul Saatnya Duduk Bersama menyimpulkan, perda bernuansa syari’at adalah bagian dari nafsu politik membangun negara di dalam negara, dan perda syari’at adalah gambaran Indonesia yang amburadul. Perda syari’at juga dinilai Eros sebagai “hukum lain” di luar hukum positif.</p>
<p>Eros Djarot bukan pakar hukum, sehingga tidak mengerti bahwa menyerap hukum Islam ke dalam hukum positif adalah merupakan salah satu kaidah terbentuknya hukum positif. Tentu aneh dan janggal bila hukum positif di tengah masyarakat yang mayoritas Islam bersumber dari hukum-hukum yang diterbitkan oleh kolonialis dan imperialis. Apalagi, hukum Islam sudah diberlakukan bagi masyarakat Islam di kawasan Nusantara ini jauh sebelum kemerdekaan NKRI. Eros Djarot juga bukan pakar sejarah, sehingga ia tidak tahu bahwa orang Islam di Indonesia telah menerima dan menerapkan hukum Islam di dalam masyarakatnya secara menyeluruh, dan diperbolehkan pemerintah kolonial Belanda, jauh sebelum kemerdekaan. Fakta ini diungkapkan oleh pakar hukum bangsa Belanda, LWC Van Den Berg (1845-1927).</p>
<p>Sejak berkumandangnya wacana perda syari’at dan RUU APP, Kompas telah menjadi corong propaganda gerakan anti syariat dan anti Arab. Padahal, Arab dalam konteks sebagai etnik, bahasa dan nilai budaya, sudah menjadi salah satu anasir yang membentuk bangsa dan budaya Indonesia, sebagaimana Cina dan Hindu.</p>
<p>Ariel Heryanto dalam salah satu tulisannya berjudul Nadine, pada Kompas Minggu 30 Juli 2006, menyuarakan sikap anti Arab, seolah-olah istilah Arab digunakan untuk gagah-gagahan sebagaimana orang dungu menggunakan istilah asing (bahasa Inggris) supaya terkesan keren. Ariel menulis, “…Dulu istilah-istilah asing itu sering dipakai pada saat tidak diperlukan. Istilah itu sengaja dipilih pemakainya justru karena banyak yang tidak paham, supaya tampak keren atau hebat. Mirip istilah Arab yang sekarang mulai bertebaran dan naik pamornya di Indonesia. Atau istilah Sansekerta di zaman Orde Baru.”</p>
<p>Rupanya Ariel belum tahu, bahwa para orangtua kita dulu, meski tidak bisa membaca huruf latin, mereka banyak yang mampu membaca huruf Arab Melayu, sebagai konsekuensi dari masuknya Islam dan diterapkannya Syari’at Islam di banyak segi kehidupan.</p>
<p>Seharusnya Ariel bertanya kepada Alwi Shahab, wartawan senior Republika, yang pernah mengungkapkan catatan bahwa antara 1795-1801 di Betawi terbit koran umum yang oleh kolonial Belanda disebut koran inlander (pribumi) dengan menggunakan bahasa Arab Melayu. Sebelum tahun 1872, hampir semua naskah di Nusantara ditulis dalam huruf Arab, baik naskah berbahasa Sunda, Jawa, Melayu, maupun etnis lainnya. “Begitu luasnya bahasa Arab jadi bacaan sehari-hari, hingga mata uang yang dikeluarkan pemerintah kolonial bagian belakangnya tertulis dalam bahasa Arab-Melayu. Ini terjadi bukan hanya di Indonesia, tapi juga di negeri-negeri jajahan Inggris, seperti Singapura dan Malaya (kini Malaysia). Kala itu, hampir seluruh masyarakat buta huruf Latin, tapi melek huruf Arab.”</p>
<p>Kemampuan membaca huruf Arab-Melayu saat itu juga bisa dilihat pada warga Cina peranakan, yaitu keturunan Cina yang lahir di Indonesia. Kini, amat langka menemukan keturunan Cina di Indonesia yang bisa membaca huruf Arab-Melayu. Bahkan saat ini kita tidak pernah lagi menemukan media cetak untuk umum yang berbahasa Arab.</p>
<p>Artinya, proses de-Arabisasi sebagai bagian dari de-Islamisasi ini sudah berlangsung cukup efektif. Tetapi tudingan bahwa terjadi Arabisasi atau Islamisasi atas sejumlah Perda Anti Maksiat yang diproduksi daerah tertentu melalui mekanisme demokrasi sekuler, jelas memutarbalikkan fakta. Tidak sekadar memutarbalikkan fakta, isu Islamisasi dan Arabisasi sengaja diluncurkan untuk menutupi keadaan sebenarnya, yaitu gencarnya westernisasi dan yahudiisasi terhadap banyak segi kehidupan rakyat Indonesia.</p>
<p>Ariel juga seharusnya bertanya kepada kedua orangtuanya, mengapa mereka memberikan nama bagi anaknya yang mirip dengan nama orang bengis dari Israel yaitu Ariel Sharon? Kalau nama adalah do’a, apakah ketika memberikan nama Ariel Heryanto yang mirip dengan Ariel Sharon yang jahat itu, orangtuanya menginginkan agar anaknya (Ariel Heryanto) kelak bisa menjadi durjana seperti Ariel Sharon? Tentu tidak khan?</p>
<p>Tetapi yang jelas, sikap anti-Arab adalah sikap yang dimiliki Yahudi alias Israel. Salah satu contohnya adalah Goenawan Mohamad. Tulisannya berjudul RUU Porno: Arab atau Indonesia? yang dipublikasikan 8 Maret 2006, jelas menunjukkan hal itu. Ketika merespon RUU APP yang dicemoohnya sebagai RUU Porno, Goenawan Mohamad benar-benar menunjukkan sikapnya yang anti Arab. Hasilnya, ia memperoleh penghargaan Dan David Prize 2006 dari Universitas Tel Aviv (TAU) Israel. Tidak ada hadiah yang diberikan secara cuma-cuma, bukan? Siapa sangka, tahun berikutnya Ariel Heryanto bisa meraih hadiah serupa.</p>
<p>Kalangan Sepilis</p>
<p>Kalangan sepilis (sekularis, pluralis, dan liberalis) pernah berupaya melawan “Islam sektarian” dengan mensosialisasikan wacana Islam Warna-warni. Upaya ini dilakukan dengan amat serius, sampai harus mengeluarkan biaya milyaran rupiah untuk pasang iklan di televisi dan media cetak. Namun anehnya, mereka sendiri sulit menerima warna lain selain warna yang mereka sukai (warna sepilis). Kalau memang Islam itu Warna-warni, maka seharusnya mereka bisa menerima warna lain meski mereka tidak suka. Sebab yang mereka tidak suka belum tentu jelek bagi mereka. Dari fakta ini, maka terlihat dengan jelas siapa sesungguhnya yang sektarian?</p>
<p>Sebagai corong sepilis, dalam prakteknya Kompas juga tidak konsisten, karena hanya mau menerima opini dari satu warna saja yaitu warna sepilis. Paling sering Kompas dan antek-anteknya mempublikasikan opini dari Ulil, Sukidi, Nurcholish, Dawam, Gus Dur dan lainnya yang homo (sejenis) lainnya. Selama ini tidak terlihat Kompas punya itikad baik mau menyodorkan warna yang berbeda dengan menampilkan penulis yang terbukti mampu mematahkan argumen nama-nama tadi.</p>
<p>Mungkin Kompas berfikir sedang memberikan kontribusi di dalam menciptakan Indonesia yang damai dan santun dengan mempublikasikan tulisan (opini) yang disumbangkan para kaum sepilis. Patut diduga, diskresi itu justru membuat panas situasi. Jangan-jangan Kompas memang belagak pilon, sengaja menampilkan warna homo kaum sepilis, dengan dalih untuk mensosialisasikan Islam yang rahmatan lil alamin. Padahal sebenarnya Kompas sedang menyalakan kompor. Faktanya, damai tidak pernah wujud di Indonesia.</p>
<p>Kompas juga sangat berperan melahirkan tokoh nasional sekaliber Gus Dur (GD). Selama lebih dua dasawarsa Kompas rajin mempromosikan sosok GD sebagai tokoh moderat, demokratis, cendekiawan Muslim, penarik gerbong pembaharuan pemikiran Islam, bapak bangsa, dan sebagainya. Terbukti ketika Gus Dur jadi Presiden, Indonesia bukan tambah damai, malah tambah kacau. GD mulai kelihatan aslinya, tidak demokratis alias otoriter, keinginannya harus selalu dituruti seperti anak kecil, juga tidak Islami karena suka berselingkuh dan menjalankan prosesi musyrik ruwatan, suka jalan-jalan ke luar negeri menghamburkan uang negara. Kompas telah memberikan kontribusi signifikan di dalam melahirkan sosok yang kacau seperti GD ini. Kompas punya tanggung jawab moral terhadap kekacauan yang dibuat GD.</p>
<p>Selain Gus Dur, Kompas juga turut melahirkan dan membesarkan Nurcholish Madjid (Cak Nur). Seperti GD, Cak Nur disebut-sebut sebagai cendekiawan Muslim, penarik gerbong pembaharuan pemikiran Islam, Islam Moderat, dan sebagainya. Nurcholish Madjid, terbukti tidak punya kejujuran intelektual. Ketika Cak Nur menerjemahkan kalimah thoyyibah laa ilaaha illalloh menjadi tiada tuhan (t kecil) selain Tuhan (T besar) , yang seharusnya berarti tiada tuhan selain Allah. Ketika itu, Cak Nur mengaku merujuk buku Ismail Faruqi yang mengatakan bahwa Allah itu semacam dewa air bagi kepercayaan Arab kuno. Padahal, sebagaimana dibantah Ridwan Saidi, Ismail Faruqi tidak pernah mengatakan bahwa Allah adalah semacam dewa air. Masih banyak kebohongan dan ketidak jujuran Cak Nur yang berhasil direkam dan dibantah umat Islam. Namun Kompas tetap saja mempromosikannya sebagai Cendekiawan Muslim yang moderat. Kompas telah memberikan kontribusi penting bagi lahirnya sosok pembohong dan tidak jujur ini.</p>
<p>Masih banyak sosok lain yang menjadi binaan Kompas, antara lain Dawam Rahardjo, yang suka bohong dan juga tidak punya kejujuran intelektual seperti Cak Nur. Kompas edisi Jum’at 22 Desember 2006, menampilkan kebohongan Dawam melalui tulisannya berjudul Ensiklopedia Nurcholish Madjid, “… Bahkan, tokoh-tokoh medioker ikut mentransformasi kritik menjadi fitnah yang mengacaukan masyarakat. Misalnya saja Hartono Ahmad Zais melaporkan bahwa Nurcholish Madjid telah mendefinisikan Tuhan secara baru, dengan mengatakan bahwa Nurcholish telah menyamakan Allah dengan Dewa Laut Bangsa Arab…”</p>
<p>Melalui opininya itu, Dawam kembali membela Cak Nur yang sudah mati. Kejahilan dan ketidak jujuran Cak Nur menerjemahkan laa ilaaha illalloh menjadi [i]tiada tuhan (t kecil) selain Tuhan (T besar)[/i], seolah-olah fitnah yang disebarkan Hartono Ahmad Jais. Padahal, ketidak-jujuran dan kebohongan Cak Nur pada saat itu sudah berhasil dibuktikan kesesatannya sekaligus dibantah oleh banyak pihak. Perihal Cak Nur menerjemahkan kalimah thayyibah secara serampangan adalah fakta bukan fitnah. Cak Nur juga terbukti berbohong dengan menyebutkan bahwa di dalam buku Ismail Faruqi ada disebut bahwa Allah semacam dewa air bagi bangsa Arab kuno. Padahal tidak ada pernyataan seperti itu.</p>
<p>Agen Perusak</p>
<p>Selain tidak jujur, Dawam juga pendukung Marxisme. Pada acara Seminar Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Beragama di Balai Sarbini Plaza Semanggi Jakarta, Jum’at 28 April 2006, Dawam adalah salah satu pembicara (pembicara lainnya adalah Pendeta Dr. Stephen Tong, Pendeta Benjamin F. Intan Ph.D, dan Prof J.E. Sahetapy SH MA). Peserta seminar hampir seluruhnya umat Nasrani (Kristen). Ketika itu, Dawam mengatakan: “Orang-orang Marxis itu ternyata orang baik-baik saja. Bahkan orang-orang Marxis itu kebanyakan humanis dan mempunyai etika yang tinggi. Jadi apa salahnya? Dari pada orang beragama tapi kerjanya menteror. Memecahkan masalah dengan teror, usul dengan teror. ” (sumber: Majalah Tabligh).</p>
<p>Padahal, PKI yang berideologi Marxis, di Indonesia telah membunuhi ulama beserta keluarganya, antara lain pada Peristiwa Madiun 18 Sepetember 1948. Di Kampung Gorang Gareng Madiun saja ada seratusan lebih ulama dan keluarganya yang dibunuh PKI yang Marxis itu. Genangan darah tebalnya bersenti-senti meter saking banyaknya ulama yang disembelihi PKI dalam Peristiwa Maidun itu.</p>
<p>Dalam kaitan yang sama, Dawam mengatakan, “…menurut pendapat saya yang mengganti Menteri Agama itu tidak mesti dari orang Islam, bahkan lebih baik kalau Menteri Agama itu dari golongan minoritas atau yang disebut golongan minoritas. Karena apa? Karena kalau dari golongan minoritas, misalnya Kristen, dia tidak akan berani melanggar hak-hak sipil, karena akan dikontrol oleh mayoritas. Sebaliknya kalau itu berasal dari kelompok agama yang mayoritas, wah, itu pasti dia cenderung untuk selalu melanggar, karena merasa berani dan merasa kuat, karena merasa dari golongan mayoritas. Padahal di Indonesia itu tidak ada golongan mayoritas dan minoritas. Semua sama di depan hukum. ” (sumber: Majalah Tabligh).</p>
<p>Ocehan Dawam bombastis dan tidak sesuai dengan realitas. Faktanya, ketika Timor Timur masih menjadi bagian dari NKRI, dan Kepala Kanwil Departemen Agama di Timor Timur beragama Katolik, sang pimpinan melarang karyawannya yang beragama Islam melaksanakan khutbah Jum’at di masjid. Pengakuan tersebut disampaikan para karyawan kepada rombongan wartawan Islam dari Jakarta yang saat itu sedang berada di Dili, Timor Timur. Lantas, apa yang akan terjadi bila Menteri Agama RI dijabat orang Kristen atau Katholik?</p>
<p>Dari beberapa gambaran di atas, maka kita pun bertanya, benarkah Kompas membawa missi amanat hati nurani rakyat? Rakyat yang mana dan di mana? Dengan melahirkan dan membesarkan para pendusta agama, menyebarluaskan pemikiran sekuler dan anti Syari’at Islam, Kompas bukannya memberikan kontribusi bagi terciptanya Indonesia yang damai dan bermartabat. Sebaliknya, apa yang dilakukan Kompas justru menjadi agen perusak moral, perusak persatuan-kesatuan, dan secara provokatif menanam benih permusuhan. Ibarat menyalakan api kompor yang siap membakar apa saja, kapan saja, dan di mana saja di negeri ini.</p>
<p>Majalah RISALAH MUJAHIDIN No. 5 Th I Muharram 1428 H / Februari 2007, hal. 26-32.<br />
sumber :http://www.swaramuslim.net/more.php?id=5482_0_1_0_M</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rangtalu.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rangtalu.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rangtalu.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rangtalu.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rangtalu.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rangtalu.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rangtalu.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rangtalu.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rangtalu.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rangtalu.wordpress.com/337/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=337&subd=rangtalu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rangtalu.wordpress.com/2009/07/20/kompas-menusuk-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe63cd0e9f11237c3dc3fa3625cc4fe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rangtalu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>lari dari blog</title>
		<link>http://rangtalu.wordpress.com/2009/07/07/lari-dari-blog/</link>
		<comments>http://rangtalu.wordpress.com/2009/07/07/lari-dari-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 16:07:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rangtalu</dc:creator>
				<category><![CDATA[pojok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rangtalu.wordpress.com/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[blog akhir-akhir ini sepi.. semua lagi ON di FB
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=335&subd=rangtalu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>blog akhir-akhir ini sepi.. semua lagi ON di FB</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rangtalu.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rangtalu.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rangtalu.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rangtalu.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rangtalu.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rangtalu.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rangtalu.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rangtalu.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rangtalu.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rangtalu.wordpress.com/335/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=335&subd=rangtalu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rangtalu.wordpress.com/2009/07/07/lari-dari-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe63cd0e9f11237c3dc3fa3625cc4fe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rangtalu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INI BUKAN DA&#8217;WAH</title>
		<link>http://rangtalu.wordpress.com/2009/06/15/ini-bukan-dawah/</link>
		<comments>http://rangtalu.wordpress.com/2009/06/15/ini-bukan-dawah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 15:29:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rangtalu</dc:creator>
				<category><![CDATA[pojok]]></category>
		<category><![CDATA[taujihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rangtalu.wordpress.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan dakwah, jika apa yang kita sebut kerja dakwah membuat kita lupa tilawah satu juz per hari, beralasan terlalu letih dengan semua aktivitas. Sedang kau tahu kekuatanmu bergerak berasal dari tilawahmu.
Ini bukan dakwah, jika apa yang kita selalu teriakkan -dengan lantang itu- membuat kita selalu terburu-buru lakukan shalat rawatib, bahkan tidak mengerjakannya dengan alasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=332&subd=rangtalu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ini bukan dakwah, jika apa yang kita sebut kerja dakwah membuat kita lupa tilawah satu juz per hari, beralasan terlalu letih dengan semua aktivitas. Sedang kau tahu kekuatanmu bergerak berasal dari tilawahmu.<span id="more-332"></span><br />
Ini bukan dakwah, jika apa yang kita selalu teriakkan -dengan lantang itu- membuat kita selalu terburu-buru lakukan shalat rawatib, bahkan tidak mengerjakannya dengan alasan rawatib hanya sebuah amalan sunnah. Padahal shalat rawatib bisa menutupi banyak ketidakkhusyukan, “diskusi-diskusi” di kepalamu pada saat melakukan  shalat-shalat fardlumu. Menyempurnakannya. Kau tahu tapi kau remehkannya.<br />
Ini bukan dakwah, jika apa yang selalu kita serukan -bersama ikhwah- membuat kita selalu saja terlewat mengerjakan qiyamul lail, mencari alasan bahwa kita telah telalu lelah “melayani umat” di siang hari. Umar Bin Khattab mengucapkan, “Jika kuisi malamku dengan tidur sungguh aku telah menyia-nyiakan jiwaku, jika kuisi siangku dengan tidur, sungguh aku telah menyianyiakan rakyatku“. Qiyamul lail adalah kekuatan Shalahuddin Al Ayyubi untuk menaklukkan semua musuhnya. Qiyamul lail adalah kekuatanmu, wahai para pengemban dakwah.<br />
Sungguh ini sama sekali bukan dakwah! Jika dakwah membuatmu berani menunda shalat fardlu tanpa alasan syar’i, tanpa alasan yang jelas. Mengatasnamakan amal, padahal kita tahu bahwa kita seharusnya mengamalkan dalil bukan mendalilkan amal.<br />
Ah…<br />
Sedang kita mengharapkan pertolongan Allah swt. hadir untuk memberi kemudahan kepada kita untuk menempuh perjalanan dakwah yang panjang ini. Sedang kita mengharapkan dukungan Allah swt. hadir untuk menguatkan kita untuk meneruskan tongkat estafet dakwah yang sudah diperjuangkan para pendahulu. Sedang kita mengharapkan pertolongan dari Allah swt. untuk mendorong kita untuk terus maju menegakkan kalimatullah di muka bumi.<br />
Akankah kemudahan, dukungan dan pertolongan itu akan datang dengan kualitas kita yang makin lama makin merosot?<br />
Namun kita lupa bahwa kerja-kerja kita tidak boleh membuat kita jauh dari Allah swt., bahkan seharusnya kita makin dekat kepadaNYA. Makin taat kepadaNYA, makin semangat melakukan ibadah. Bukan malah menurun, bukan malah mengurangi jatah ibadah bahkan sama sekali tidak melakukannya. Ibadah itu kekuatan kita. Dakwah ini tidak hanya perlukan gerak kita, tapi butuh ruh dalam setiap gerakan kita.<br />
Abdullah Azzam mengatakan,<br />
“Amal Islami bukanlah aktivitas yang cukup dikerjakan di saat Anda memiliki waktu luang dan bisa Anda tinggalkan saat sibuk. Tidak! Amal Islami terlalu agung dan mulia jika mesti diperlakukan begitu.”<br />
Wallahu a’lam bish shawab….<br />
Hanya kepada Allah azza wa jalla tempat memohon ampun.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rangtalu.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rangtalu.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rangtalu.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rangtalu.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rangtalu.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rangtalu.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rangtalu.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rangtalu.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rangtalu.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rangtalu.wordpress.com/332/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rangtalu.wordpress.com&blog=2236477&post=332&subd=rangtalu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rangtalu.wordpress.com/2009/06/15/ini-bukan-dawah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fe63cd0e9f11237c3dc3fa3625cc4fe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rangtalu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>