Setiap pemilu selalu punya kenangan, tentang keterpaksaan, idola dan kefahaman.
Sebelum tahun 1998
Saya dan anda hidup di negeri dengan tiga partai, melangkah di teritorial dimana rakyat kecil ‘dipaksa’ untuk memilih satu partai saja: GOLKAR. Tahun-tahun dimana kita jangan pernah mencoba-coba untuk tertarik dengan partai lain. Hari-hari menjelang pemilu sangat mencekam. Saya ingat di suatu kali Pemilu, tapi entah tahun berapa.. yang jelas saya masih kecil. Ketika itu gambar-gambar partai di pasang dinihari di setiap rumah.. biasanya yang melakukan ini adalah dari PDI dan PPP, karena jika dilakukan siang hari mereka takut ketahuan sebagai kader partai tersebut. Subuhnya ketika ayah tahu di pintu rumah ada gambar PPP, ia segera mencopotnya. Ketika saya tanya, jawabannya sangat singkat, “ditangkok tentara awak beko..” (kita bisa ditangkap tentara karena ini..). Begitu juga dengan Kaos pemberian partai selain GOLKAR, Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh rangtalu 
Ditulis oleh rangtalu
Ditulis oleh rangtalu 



