Kawan…
Sekarang sudah bulan agustus. Beberapa hari lagi tanggal tujuh belas agustus. Bangsa ini akan memperingati hari kemerdekaannya. Kawan, tolong kau baca kata “MERDEKA”itu sekali lagi. MERDEKA, yup terima kasih. Apa yang kau ingat ketika kata itu kau ucapkan.. apakah perang? Bambu runcing? Belanda? Merah putih? Aceh? Timor Timur? Papua? Indonesia? Pahlawan? Panjat pinang? Soekarno? M.hatta? WR.Supratman?. Apapun jawabanmu itu akan menjadi sedikit gambaran tentang makna yang kau berikan terhadap kemerdekaan.
Kawan…
Disepanjang jalan kau dapat lihat orang-orang yang berjualan bendera merah putih berjejer kiri dan kanan. Disetiap perempatan ada saja yang berdiri menawarkan bendera-bendera kecil atau aksesoris lainnya dengan warna yang sama. Kaupun juga dapat melihat para pemuda yang mempersiapkan acara panjat pinang, pacu karung, lomba makan kerupuk dan sebagainya. Baca entri selengkapnya »
kemerdekaan orgen tunggal
15 Agustus 2009KOMPAS menusuk ISLAM
20 Juli 2009Pengelola Harian Kompas – kadang diplesetkan sebagai akronim Komando Pastur– mungkin bertanya-tanya, mengapa media yang katanya mengemban misi Amanat Hati Nurani Rakyat itu kerap diposisikan sebagai ‘musuh’ oleh kalangan Islam? Padahal, di antara jurnalis dan karyawan Kompas banyak yang beragama Islam, dan ada juga di antara mereka adalah Muslimah berjilbab. Kegiatan keislaman Kompas pun cukup signifikan. Bahkan, ada komunitas Islam yang tergabung dalam majelis ta’lim, pernah membuat buku panduan ibadah haji bagi karyawan yang hendak menunaikan rukun Islam kelima itu. Tetapi, mengapa Kompas ‘dimusuhi’ dan dinilai sebagi agen perusak dan penyulut api sektarian? Baca entri selengkapnya »
sedekah rendah
15 Juni 2009Sekarang, sebagian besar rakyat republik ini telah meletakkan sedekah dalam ruang-ruang paling rendah dan sempit dalam kehidupannya. Sedekah berada pada posisi yang hampir terhina. Terendahkan.
Fenomena merendahkan nilai sedekah bukan kali ini saja ada, tetapi sudah dari dulu begitu. Saya masih ingat ketika kuliah dulu, Saya dan beberapa teman ditugaskan sebagai tim fundraising, mencari dana untuk mensupport kegiatan menyambut tahun baru Hijriyah. Kami mengunjungi beberapa dosen di fakultas untuk meminta bantuan dana. Salah satu dari dosen yang kami kunjungi kemudian mengeluarkan komentar yang membuat saya sedikit geli, “maaf tidak ada uang kecil”. Ia berlalu begitu saja dan kami pun pergi, ingin rasanya berkomentar ketika itu, “kalau tidak ada uang kecil, uang besar saja pak”.
dalam bingkai kebangkitan
23 Mei 2009tulisan ini telah dimuat di koran singgalang, tanggal 21 juni pada kolom opini.
Setiap episode kehidupan memiliki pahlawannya masing-masing
Peringatan hari kebangkitan nasional kembali menyentakkan kita akan satu hal yang terlupakan. Dari sekian puluh tahun kita memperingati momen ini selalu ada suatu makna yang terlupakan. Sesuatu yang seharusnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari momen kebangkitan. Karena sejatinya dulupun begitu. Sebenarnya seratus satu tahun yang lalu, momen kebangkitan nasional yang kita peringati hari ini adalah efek saja. Efek dari sesuatu yang lebih besar daripada momen kebangkitan itu sendiri. Baca entri selengkapnya »
31-23=8
1 Mei 2009Arah koalisi partai-partai menjelang pemilihan presiden baru semakin menemukan titik terang. Yang jelas untuk saat ini sudah ada beberapa nama yang mendaulat dirinya untuk maju dalam “pertarungan” menuju kursi orang nomor 1 di negeri ini. Menurut telurusan www.fauziamri.wordpress.com ada beberapa nama yang akan muncul sebagai capres Baca entri selengkapnya »
buruk rupa cermin dibelah
15 April 2009buruk GERINDRA, DPT dipermasalahkan.
Yang kalah tidak mau mengakui kekalahan, malah mencari-cari kesalahan. Kapan kita mau menjadi bangsa yang besar?

Senin lalu, Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wiranto dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto mengadakan pertemuan secara tertutup di Kantor DPP Partai Hanura, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Katanya mereka membahas masalah DPT yang bermasalah dalam PEMILU Baca entri selengkapnya »
pemilu dalam kalkulasi langit
13 April 2009Hujan lah taduah
Kabuik lah hilang
Lah nampak gunuang ciek-ciek
Baligho-baligho telah hilang dari persimpangan jalan. Poster, stiker tak ada lagi di pintu-pintu. Pagar, tiang listrik, pohon-pohon sudah mulai kehilangan gambar wajah-wajah yang dulu full senyum. Hiruk pikuk gemuruh promosi partai dan caleg tiada lagi terdengar. Kampanye yang membludak ataupun yang lengang telah menjadi kenangan saja. Ketegangan ketika proses pencentangan dan penghitungan suara juga sudah mulai hilang.. dan satu persatu para pemenang Pemilihan Legislatif telah terlihat, lah nampak gunuang ciek ciek. Baca entri selengkapnya »
EPISODE PEMILU II
13 April 2009Pemilu menjadi ajang pembuktian jargon-jargon yang selama ini didengung-dengungkan para partai. Dan PKS membuktikan jargonnya dengan saat baik: BERSIH, PEDULI, PROFESIONAL. Untuk poin professional sangat terlihat sekali dalam pemilu kali ini. Ini beberapa bukti kecil..
Baca entri selengkapnya »
EPISODE PEMILU
13 April 2009Setiap pemilu selalu punya kenangan, tentang keterpaksaan, idola dan kefahaman.
Sebelum tahun 1998
Saya dan anda hidup di negeri dengan tiga partai, melangkah di teritorial dimana rakyat kecil ‘dipaksa’ untuk memilih satu partai saja: GOLKAR. Tahun-tahun dimana kita jangan pernah mencoba-coba untuk tertarik dengan partai lain. Hari-hari menjelang pemilu sangat mencekam. Saya ingat di suatu kali Pemilu, tapi entah tahun berapa.. yang jelas saya masih kecil. Ketika itu gambar-gambar partai di pasang dinihari di setiap rumah.. biasanya yang melakukan ini adalah dari PDI dan PPP, karena jika dilakukan siang hari mereka takut ketahuan sebagai kader partai tersebut. Subuhnya ketika ayah tahu di pintu rumah ada gambar PPP, ia segera mencopotnya. Ketika saya tanya, jawabannya sangat singkat, “ditangkok tentara awak beko..” (kita bisa ditangkap tentara karena ini..). Begitu juga dengan Kaos pemberian partai selain GOLKAR, Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh rangtalu
Ditulis oleh rangtalu
Ditulis oleh rangtalu 




